Insitekaltim, Samarinda – Seluruh aktivitas pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan (faskes), terekam dalam sistem digital.
Karenanya, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalimantan Timur (Kaltim) meminta masyarakat. Segera melapor apabila menemukan riwayat pemeriksaan kesehatan yang tidak pernah dilakukan namun tercatat di aplikasi Satu Sehat.
Langkah itu dinilai penting, untuk memastikan penyebab munculnya data tersebut. Sekaligus mencegah potensi penyalahgunaan sistem.
Kepala Dinkes Kaltim Jaya Mualimin menegaskan, apabila muncul riwayat pemeriksaan yang tidak sesuai, masyarakat diminta tidak mengabaikannya.
Kalau memang ada masyarakat yang mengalami hal seperti itu, segera laporkan kepada kami.
“Saya ingin memastikan apa yang sebenarnya terjadi karena hal seperti ini tidak boleh dibiarkan,” ujarnya, Jumat, 31 Juli 2026.
Menurut Jaya, kemunculan data pemeriksaan yang tidak dikenali. Bukan berarti berasal dari tindakan tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan.
Ia menduga hal tersebut bisa saja dipicu oleh kesalahan sistem atau bahkan upaya peretasan terhadap aplikasi.
“Jangan langsung menyimpulkan itu perilaku dari faskes. Bisa jadi ada error sistem atau ada pihak yang mencoba mengganggu aplikasi. Karena itu perlu dilaporkan agar bisa ditelusuri,” katanya.
Persoalan ini mencuat setelah adanya keluhan warga yang mendapati riwayat pemeriksaan kesehatan atas nama mereka telah tercatat di sistem. Padahal tidak pernah menjalani pemeriksaan tersebut.
Di sisi lain, Jaya menjelaskan program pemeriksaan kesehatan melalui Satu Sehat. Masih mengandalkan partisipasi aktif masyarakat, bukan berdasarkan target pencapaian dari fasilitas kesehatan.
Ia menyebut, setiap puskesmas sebenarnya memiliki kapasitas melayani hingga sekitar 30 peserta pemeriksaan kesehatan per hari. Namun, realisasi kunjungan masih jauh di bawah kapasitas tersebut.
“Rata-rata masih sekitar satu sampai dua orang per hari di setiap puskesmas. Jadi bukan karena ada target yang harus dipenuhi. Justru kami berharap masyarakat lebih aktif memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan,” jelasnya.
Hingga saat ini, tercatat sekitar 212 ribu warga telah mendaftar dalam program tersebut. Namun, jumlah masyarakat yang benar-benar datang memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan baru sekitar 165 ribu orang.
Jaya juga menegaskan, masyarakat kini tidak lagi harus datang ke puskesmas saat hari ulang tahun. Untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan gratis. Warga dapat memanfaatkan layanan tersebut kapan saja, dengan anjuran minimal satu kali dalam setahun.
Dengan meningkatnya penggunaan layanan digital kesehatan, Dinkes Kaltim berharap masyarakat turut berperan aktif memantau data kesehatannya serta segera melaporkan apabila menemukan kejanggalan pada aplikasi Satu Sehat.

