Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    SPMB Samarinda 2026 Mulai Akhir Mei, Disdikbud Siapkan Sistem Online dan Satgas Pengawasan

    Mei 5, 2026

    Bukan Rp25 M untuk Satu Rumah, Ini Fakta di Balik Anggaran Rujab Kaltim yang Viral

    Mei 5, 2026

    Dari Kursi Pijat hingga Laundry, Pemprov Kaltim Buka Data Anggaran: Ini Penjelasan Lengkapnya

    Mei 5, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.com
    Home»Nasional»Media Sosial Asing Kuasai Informasi, Media Nasional Terancam
    Nasional

    Media Sosial Asing Kuasai Informasi, Media Nasional Terancam

    SittiBy SittiFebruari 20, 202502 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Chairman MNC Group, Hary Tanoesoedibjo
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Jakarta – Dominasi platform media sosial asing seperti TikTok, YouTube, Facebook, hingga Google dinilai semakin mengancam keberlangsungan media massa nasional. Chairman MNC Group, Hary Tanoesoedibjo, menyebut media arus utama kini mengalami degradasi peran di tengah gempuran arus informasi digital.

    Pernyataan itu disampaikan Hary saat menjadi pembicara dalam Konvensi Nasional Media Massa 2025 bertajuk Disrupsi Berganda terhadap Media Massa yang berlangsung di Jakarta, Kamis, 20 Februari 2025. Forum ini mempertemukan pemangku kepentingan industri media untuk membahas persoalan besar yang tengah melanda dunia pers di Indonesia.

    Menurut Hary, pers yang seharusnya menjadi pilar demokrasi kini mulai tersisih. Masyarakat lebih memilih mendapatkan informasi dari media sosial ketimbang mengakses berita dari perusahaan media yang menjalankan prinsip jurnalisme yang kredibel.

    “Sebenarnya kita ingin pers berperan sebagai penyuara publik dalam kaitannya dengan demokrasi. Tetapi peranannya makin kecil,” ujar Hary.

    Ia mengungkapkan, data menunjukkan 75 hingga 80 persen masyarakat Indonesia kini lebih mengandalkan media sosial asing sebagai sumber informasi. Hanya sekitar 20 hingga 25 persen yang masih bertumpu pada portal berita dan produk jurnalisme berkualitas.

    “Artinya, 75 sampai 80 persen masyarakat kita memperoleh informasi dari media sosial asing. Sedangkan hanya 20 persen yang mengandalkan informasi dari jurnalisme yang benar,” katanya.

    Selain itu, ia juga menyoroti sisi komersial yang mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Jika kondisi ini terus berlanjut, media nasional akan semakin kehilangan daya saing dan tidak mampu bertahan dalam lanskap informasi global.

    “Media tidak akan kuat kalau komersialnya lemah. Jadi, jika media nasional mau tetap bertahan dan berperan dalam pemberitaan yang sehat untuk demokrasi nasional, maka harus ada regulasi yang jelas dalam memisahkan media asing dan media nasional,” tegasnya.

    Hary mengusulkan agar Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dan Dewan Pers bersinergi dengan perusahaan media nasional untuk memperkuat ekosistem media. Salah satu langkah konkret yang ia tawarkan adalah pembentukan kelompok kerja (pokja) yang bertugas merumuskan kebijakan strategis untuk memperkuat posisi media nasional di tengah gempuran teknologi digital global.

    Sementara itu, Ketua Dewan Pers Ninik Rahayu menambahkan bahwa disrupsi teknologi, perubahan geopolitik, serta kebijakan penghematan ketat dari pemerintah turut memengaruhi keberlanjutan industri media di Indonesia.

    “Perubahan ini mengubah cara publik mengonsumsi media dan berpotensi mengancam eksistensi industri media nasional,” kata Ninik.

    Dewan Pers KPI Ninik Rahayu
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Sitti

    Related Posts

    Anak Muda Didorong Jadi Pencipta Kerja di Tengah Dominasi Sektor Informal

    Mei 3, 2026

    Kemnaker Dorong Mahasiswa Siap Hadapi Gelombang Green Jobs dan Era Digital

    April 28, 2026

    Hadapi Era AI, DP Dorong Regulasi Tegas Lindungi Karya Jurnalistik

    April 24, 2026

    Cetak Tenaga Kerja Siap Pakai, Menaker Genjot Pelatihan Vokasi Nasional 2026

    April 20, 2026

    Air Jadi Tambang Baru, Gubernur Rudy Mas’ud Genjot Pajak Permukaan di Kaltim

    Maret 28, 2026

    Kaltim Bidik Kelapa Genjah sebagai Primadona Baru di Era IKN

    Maret 27, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    SPMB Samarinda 2026 Mulai Akhir Mei, Disdikbud Siapkan Sistem Online dan Satgas Pengawasan

    Ratu ArifanzaMei 5, 2026

    Insitekaltim, Samarinda — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Samarinda memastikan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid…

    Bukan Rp25 M untuk Satu Rumah, Ini Fakta di Balik Anggaran Rujab Kaltim yang Viral

    Mei 5, 2026

    Dari Kursi Pijat hingga Laundry, Pemprov Kaltim Buka Data Anggaran: Ini Penjelasan Lengkapnya

    Mei 5, 2026

    Tak Mau Bereksperimen, Lefundes Pilih Andalkan Konsistensi Borneo FC Lawan Persita

    Mei 4, 2026

    Bangkit dari Abu, Wajah Baru Pasar Segiri Siap Sambut Pedagang Kembali

    Mei 4, 2026
    1 2 3 … 3,087 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.