Insitekaltim, Samarinda – Masjid Hubbul Wathon di Jalan Cipto Mangunkusumo, Kecamatan Loa Janan Ilir, Kota Samarinda kini difungsikan sebagai pusat ibadah, sekaligus kegiatan sosial dan pendidikan masyarakat setelah dipindahkan dari kawasan industri demi meningkatkan akses dan keselamatan jamaah.
Ketua Panitia Peresmian Masjid Hubbul Wathon Roni Herman menyampaikan, pembangunan masjid ini merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, mulai dari tokoh agama, donatur, hingga masyarakat sekitar.
“Atas nama panitia dan seluruh pengurus, kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran seluruh tamu undangan, termasuk Bapak Wali Kota dan jajaran,” ujarnya, Minggu 5 April 2026.
Ia menjelaskan masjid tersebut awalnya berdiri di kawasan industri sebagai sarana ibadah bagi para pekerja dan warga sekitar. Namun, karena mempertimbangkan faktor akses dan keselamatan, lokasi masjid kemudian dipindahkan ke area yang lebih strategis.
“Lokasi sebelumnya berada di kawasan industri yang cukup berisiko terutama karena lalu lintas kendaraan berat. Sehingga dipindahkan ke pinggir jalan agar lebih aman dan mudah dijangkau,” jelasnya.
Dengan lokasi baru yang lebih terbuka dan aman, masjid kini semakin aktif dalam menjalankan berbagai kegiatan keagamaan dan sosial di tengah masyarakat.
Roni menyebut salah satu program rutin yang telah berjalan adalah kegiatan “Jumat Berkah” yang dilaksanakan dua kali setiap bulan. Program ini menjadi bentuk kontribusi masjid dalam membantu masyarakat.
“Program ini juga melibatkan pengelolaan lingkungan, seperti pengolahan sampah yang kemudian hasilnya digunakan untuk mendukung kegiatan sosial,” katanya.
Selain itu Masjid Hubbul Wathon juga berperan sebagai pusat pendidikan melalui kegiatan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) bagi anak-anak di sekitar lingkungan masjid.
Tak hanya fokus pada kegiatan keagamaan, masjid ini juga menjadi ruang penguatan sosial masyarakat melalui berbagai aktivitas yang melibatkan warga secara langsung.
Meski telah berdiri dan mulai berkembang, pihak panitia mengakui masih terdapat sejumlah keterbatasan, khususnya dalam menunjang pelayanan sosial kepada masyarakat.
“Kami masih membutuhkan dukungan terutama untuk fasilitas seperti ambulans guna menunjang kegiatan sosial dan kebutuhan darurat masyarakat,” ungkapnya.
Ia juga berharap adanya dukungan dari pemerintah dan berbagai pihak untuk melanjutkan pembangunan serta penyempurnaan fasilitas masjid ke depan.
“Harapan kami masjid ini tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat kegiatan keagamaan, pendidikan, dan sosial yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat,” pungkasnya.

