Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Pemkot Samarinda Prioritaskan Insentif Guru, Skema Pembayaran 2027 Dikaji

    Oktober 10, 2026

    Polisi Mulai Selidiki Dugaan Kawat Medis Tertinggal di Jantung Pasien RSUD AWS

    Oktober 9, 2026

    Teguh Santosa Soroti Pembangunan Sahara Maroko dalam Forum Dekolonisasi PBB

    Oktober 9, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Kaltim»Mahasiswa Kepung Kantor Gubernur Kaltim, BEM FISIP Unmul Desak Evaluasi Pemprov dan DPRD
    Kaltim

    Mahasiswa Kepung Kantor Gubernur Kaltim, BEM FISIP Unmul Desak Evaluasi Pemprov dan DPRD

    Ratu ArifanzaBy Ratu ArifanzaApril 21, 2026Updated:Juli 2, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Ketua BEM FISIP Universitas Mulawarman, Rossa Tri Rahmawati Bahri, saat menyampaikan orasi. (Insitekaltim/Ratu)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Aksi unjuk rasa mahasiswa kembali berlangsung di depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Jalan Gajah Mada, pada Selasa, 21 April 2026.

    Dalam aksi tersebut, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Mulawarman (Unmul) turut menyuarakan sejumlah tuntutan kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim dan DPRD Kaltim.

    Ketua BEM FISIP Unmul Rossa Tri Rahmawati Bahri menjelaskan, terdapat tiga poin utama tuntutan yang disampaikan mahasiswa dalam aksi tersebut.

    “Jadi pertama, poin tuntutannya ada tiga. Itu sudah tertuju hari ini ke pemprov dan juga ke DPRD selaku legislatif,” ujarnya.

    Ia merinci, tuntutan pertama adalah mendesak evaluasi total terhadap kinerja Pemprov Kaltim. Kedua, mahasiswa menuntut agar praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) dihentikan segera di wilayah Kaltim. Sementara tuntutan ketiga, ditujukan kepada DPRD, khususnya dalam menjalankan fungsi pengawasan secara maksimal dan menyeluruh.

    “Yang ketiga, itu adalah menuntut hari ini DPRD khususnya yang mempunyai fungsi pengawasan untuk melakukan pengawasan secara maksimal dan total,” lanjutnya.

    Meski sempat melakukan audiensi dengan pihak DPRD, Rossa mengaku belum merasa puas dengan hasil yang diperoleh.

    Ia menilai kehadiran pimpinan DPRD menjadi hal penting dalam pengambilan keputusan.

    “Kalau saya pribadi, nggak puas. Karena satu, pimpinan DPRD nggak keluar. Kedua, yang menandatangani hari ini adalah perwakilan-perwakilan. Sedangkan di DPRD perlu keputusan mutlak itu terutama yang paling penting adalah Ketua DPRD itu sendiri,” tegasnya.

    Kekecewaan tersebut juga dipicu oleh tidak hadirnya Ketua DPRD secara langsung saat aksi berlangsung. Menurutnya, hal tersebut menunjukkan belum maksimalnya respons terhadap aspirasi mahasiswa yang disampaikan secara terbuka.

    Lebih lanjut, aksi yang digelar di depan Kantor Gubernur ini memiliki tujuan utama yakni, untuk membuka ruang dialog antara mahasiswa dan pemerintah daerah.

    Ia menyinggung aksi sebelumnya pada 23 Februari lalu sebagai pembanding, di mana mahasiswa juga menuntut untuk dapat bertemu langsung dengan pihak terkait.

    “Goals-nya adalah seperti aksi 23 Februari kemarin, kita mau ditemuin, kita mau dialog bahwa hari ini justru tidak berkurang tapi kian bertambah permasalahan-permasalahan yang ada di Kaltim,” jelasnya.

    Harapan terbesar mahasiswa adalah dapat didengarkan secara langsung oleh pemerintah sebagai bentuk penyampaian aspirasi.

    “Jadi harapan kami besar bisa ditemui karena satu-satunya hari ini goals kami ya kami ingin didengarkan sebagai bentuk kami penyampaian aspirasi,” pungkasnya.

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ratu Arifanza

    Related Posts

    HUT ke-81 TNI, Prajurit Diminta Tak Hanya Kuasai Alutsista tapi Juga Taat Hukum

    Oktober 5, 2026

    Dikejar Batas 30 September, Pembahasan APBD Perubahan Kaltim 2026 Digelar Maraton

    Oktober 1, 2026

    Hujan Kembali Guyur Kaltim, Warga Sambut Lega Setelah Kemarau

    September 25, 2026

    9 Jam Berjibaku, Warga dan Relawan Padamkan Kebakaran 4 Hektare di Prangat Baru

    Agustus 19, 2026

    Impian Sejak SMP Terwujud, Beatrice Limbong Jadi Pembawa Baki HUT ke-81 RI di Kaltim

    Agustus 17, 2026

    BMKG Catat 78 Titik Panas di Kaltim, Puncak Kemarau Diprediksi Terjadi Agustus

    Juli 19, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Pemkot Samarinda Prioritaskan Insentif Guru, Skema Pembayaran 2027 Dikaji

    Ratu ArifanzaOktober 10, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda masih mengkaji kemungkinan pembayaran insentif guru setiap bulan…

    Polisi Mulai Selidiki Dugaan Kawat Medis Tertinggal di Jantung Pasien RSUD AWS

    Oktober 9, 2026

    Teguh Santosa Soroti Pembangunan Sahara Maroko dalam Forum Dekolonisasi PBB

    Oktober 9, 2026

    Anggaran RTLH Samarinda 2027 Belum Pasti, Wali Kota Pastikan Program Tetap Berjalan

    Oktober 9, 2026

    Musim Hujan Kaltim Baru Mulai November, El Nino Diprediksi Bertahan hingga 2027

    Oktober 9, 2026
    1 2 3 … 3,379 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.