Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Kasus HIV di Samarinda Hingga Juni 2026, Capai 184 Orang

    Juni 27, 2026

    Gangguan Server Warnai SPMB Terintegrasi Perdana di Kaltim, Jadi Sorotan Evaluasi

    Juni 26, 2026

    Futsal Jadi Pelepas Stres dan Wadah Bangun Kebersamaan Anak Muda

    Juni 26, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Diskominfo Kaltim»Logo Pemprov Kaltim Muncul di Seminar Pinjol, Sekda: Harusnya Ada Koordinasi
    Diskominfo Kaltim

    Logo Pemprov Kaltim Muncul di Seminar Pinjol, Sekda: Harusnya Ada Koordinasi

    SittiBy SittiMei 27, 2025Updated:Juni 3, 202503 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Sekda Provinsi Kaltim, Sri Wahyuni
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Kegiatan seminar literasi keuangan bertajuk #BeraniBeraksi: Peluang di Era Digital untuk UMKM yang digelar oleh PT Akulaku Finance Indonesia pada Sabtu 24 Mei 2025 di Hotel Harris Samarinda, sempat menarik perhatian karena adanya penempatan logo Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) dalam materi visual kegiatan.

    Padahal, kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Akulaku, sebuah entitas keuangan berbasis digital yang dikenal publik sebagai salah satu penyedia layanan pinjaman online (pinjol). Munculnya logo Pemprov Kaltim bersanding dengan foto Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud dalam materi visual kegiatan tersebut memunculkan pertanyaan soal bentuk dukungan dan koordinasi yang dilakukan.

    Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim Sri Wahyuni, angkat bicara terkait hal ini. Ia menyayangkan tidak adanya konfirmasi atau koordinasi resmi kepada Pemprov Kaltim sebelum penyelenggara mencantumkan logo pemerintah daerah.

    “Kalau sudah memasang logo pemerintah, itu seharusnya dikonfirmasi dulu. Saya akan cek kembali ini dengan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop) Kaltim, karena UMKM memang menjadi ranah kerja mereka,” ujar Sri Wahyuni saat dikonfirmasi, di Gedung DPRD Kaltim pada Senin, 27 Mei 2025.

    Menurutnya, setiap kegiatan yang mengatasnamakan dukungan terhadap UMKM, apalagi menyangkut penyelenggara dari sektor keuangan seperti pinjaman online, harus dilakukan secara transparan dan terkoordinasi dengan baik.

    “Kalau punya niat baik, seharusnya berkoordinasi dulu. UMKM mana saja yang dilibatkan? Apa bentuk kerjasamanya? Itu sebaiknya disampaikan melalui Disperindagkop,” jelas Sri.

    Ia menambahkan bahwa penting bagi Pemprov menjaga akuntabilitas dan citra kelembagaan, terutama dalam konteks kegiatan yang berkaitan langsung dengan keuangan publik dan perlindungan konsumen.

    “Apalagi ini terdeteksi sebagai pinjol. Sangat disayangkan sekali, karena jelas Pemprov Kaltim tidak dalam posisi mendukung atau mempromosikan pinjaman online yang tidak melalui mekanisme koordinasi resmi,” tegasnya.

    Sebelumnya, dalam laporan media, kegiatan yang digelar Akulaku tersebut dihadiri ratusan pelaku UMKM binaan dari Disperindagkop Samarinda dan dibuka secara resmi oleh Plt Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Samarinda Suwarso.

    Acara tersebut menampilkan sejumlah pembicara dari Akulaku dan influencer lokal, serta bertujuan untuk memberikan edukasi keuangan digital bagi pelaku usaha mikro.

    Dalam kesempatan itu, Perry Barman Slangor, Presiden Direktur PT Akulaku Finance Indonesia, menyebut bahwa seminar tersebut adalah bagian dari komitmen mereka untuk mendorong inklusi dan literasi keuangan di berbagai daerah.

    “Melalui seminar ini, kami berharap dapat berkontribusi secara nyata dalam meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pemanfaatan teknologi keuangan digital secara bijak,” ucap Perry.

    Namun, identitas Akulaku sebagai penyedia layanan Buy Now Pay Later (BNPL) dan pinjaman online menimbulkan kekhawatiran, terutama jika tidak dikomunikasikan secara terbuka kepada pemerintah daerah, yang memiliki tanggung jawab terhadap perlindungan konsumen dan pembinaan UMKM.

    Sri Wahyuni menegaskan bahwa kegiatan serupa sebaiknya melibatkan dinas teknis terkait sejak awal agar pelaksanaannya terkontrol dan tidak menimbulkan kesan seolah-olah pemerintah memberi dukungan penuh terhadap suatu entitas keuangan tanpa melalui prosedur yang sah.

    “Kita sangat mendukung literasi keuangan bagi UMKM, tapi tetap harus ada kejelasan mekanisme, pelibatan, dan komunikasi yang terbuka. Jangan sampai niat baik malah menimbulkan salah persepsi di masyarakat,” pungkasnya.

    Pemprov Kaltim disebut akan mengevaluasi penggunaan atribut resmi pemerintah dalam kegiatan non-pemerintah dan memperketat prosedur perizinan pencantuman logo dan nama institusi agar tidak disalahgunakan. (ADV/Diskominfokaltim)

    Editor: Sukri

    Pemprov Kaltim Perry Barman Slangor PT Akulaku Finance Indonesia Sekda Kaltim Sri Wahyuni
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Sitti

    Related Posts

    Empat Desa di Kubar Masih Terisolasi, Pemprov Kaltim Akan Rampungkan Tahun Ini

    Juni 26, 2026

    BPS Kaltim Kerahkan 3.085 Petugas Sensus Ekonomi, Kejujuran Data Warga Jadi Kunci

    Juni 26, 2026

    Pertumbuhan Ekonomi Melambat, Sekda Pastikan Fiskal Kaltim Tetap Kuat

    Juni 25, 2026

    Canangkan Desa Cantik di PPU, Harum Dorong Pembangunan Berbasis Data

    Juni 25, 2026

    Gedung Pandurata, Disiapkan Pemprov Kaltim Untuk Atasi Kepadatan RSUD AWS

    Juni 24, 2026

    Sekda Sri Wahyuni Akui: Memasuki Smester II-2026, PAD Kaltim Baru Capai 36 Persen

    Juni 24, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Kasus HIV di Samarinda Hingga Juni 2026, Capai 184 Orang

    Nur AjijahJuni 27, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Hingga Juni 2026 Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda mencatat penemuan kasus baru…

    Gangguan Server Warnai SPMB Terintegrasi Perdana di Kaltim, Jadi Sorotan Evaluasi

    Juni 26, 2026

    Futsal Jadi Pelepas Stres dan Wadah Bangun Kebersamaan Anak Muda

    Juni 26, 2026

    Data Sensus Ekonomi 2026 Jadi Dasar Kebijakan Pembangunan Kaltim

    Juni 26, 2026

    Haraku Ramen Hadir Ramaikan Kuliner di Big Mall Samarinda

    Juni 26, 2026
    1 2 3 … 3,174 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.