Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Sektor Tambang Dominasi PHK di Kaltim, 1.233 Pekerja Ajukan Klaim JKP Periode Januari-Mei 2026

    Juni 11, 2026

    Perlu Evaluasi, Fuad Minta Penerapan TKA Tak Hambat Siswa Lanjut Pendidikan

    Juni 11, 2026

    Jaga Stamina dan Kewarasan Diri, Guru TK Rutin Bermain Bulu Tangkis

    Juni 11, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Lifestyle»Kesehatan»Lindungi Anak dari Penyakit Berbahaya, Dinkes Kaltim Galakkan Vaksinasi
    Kesehatan

    Lindungi Anak dari Penyakit Berbahaya, Dinkes Kaltim Galakkan Vaksinasi

    LarasBy LarasOktober 2, 2024Updated:Oktober 3, 202403 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Dokter Jaya Mualimin.
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) mewajibkan vaksin lengkap bagi anak. Hal tersebut guna memberikan kekebalan dan proteksi bagi bayi dari berbagai penyakit berbahaya.

    Teks: Ilustrasi vaksin.

    Vaksin merupakan antigen yang diinaktivasi atau dilemahkan yang bila diberikan kepada orang yang sehat untuk menimbulkan antibodi spesifik terhadap mikroorganisme tersebut, sehingga bila kemudian terpapar, akan kebal dan tidak terserang penyakit.

    Pada masa awal kehidupannya, bayi sangat rentan terkena penyakit berbahaya, seperti penyakit saluran pernapasan akut, Polio, kerusakan hati, Tetanus, Campak dan banyak lagi penyakit berbahaya lainnya.

    Anak yang terkena penyakit-penyakit tersebut, memiliki risiko kematian yang tinggi. Jika tidak sampai meninggal dunia, serangan virus dan penyakit tersebut akan menyebabkan derita fisik dan mental berkepanjangan dan bahkan bias menimbulkan cacat.

    Selaras, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Dokter Jaya Mualimin mengimbau orang tua untuk memberikan bayi mereka vaksinasi lengkap.

    “Kita meminta kepada semua pihak tidak hanya dengan kesehatan tetapi juga awak media untuk bisa menyosialisasikan bahwa vaksinasi itu penting,” ujarnya di halaman Gor Segiri Samarinda, Selasa (1/10/2024).

    Sempat beredar kabar bahwa di dalam sebuah vaksin terdapat cip berukuran mikro, yang apabila vaksin tersebut masuk ke dalam tubuh, cip itu akan dipakai sebagai percobaan dan sebagainya.

    Tegas Jaya mengatakan bahwa kabar tersebut hanya hoaks belaka. Hoaks ini sangat merugikan masyarakat itu sendiri. Vaksin diciptakan untuk tujuan yang baik. Untuk itu, Jaya menekankan agar masyarakat tidak termakan kabar tersebut.

    “Digosipkan tentang adanya penanaman cip dalam vaksin tersebut yang dibuat oleh WHO dan sebagainya itu adalah kebohongan besar,” tegasnya.

    Vaksin lengkap untuk bayi meliputi beberapa jenis vaksin yang diberikan sesuai dengan usia bayi, di antaranya:

    1. Hepatitis B (HB-1), diberikan pada bayi yang baru lahir atau usia kurang dari 24 jam.

    2. Polio 0 dan BCG, diberikan pada bayi usia 0-1 bulan.

    3. DP-HiB 1, polio 1, hepatitis B 2, rotavirus, PCV. Diberikan pada bayi usia 2 bulan.

    4. DPT-HiB 2, polio 2, hepatitis B 3. Diberikan pada bayi usia 3 bulan.

    5. DPT-HiB 3, polio 3 (IPV atau polio suntik), hepatitis B 4, dan rotavirus 2. Diberikan pada bayi usia 4 bulan.

    6. PCV 3, influenza 1, rotavirus 3 (pentavalen). Diberikan pada bayi usia 6 bulan.

    7. Campak atau MR dan japanese encephalitis 1. Diberikan pada bayi usia 9 bulan.

    Saat ini, Jaya melanjutkan, anak-anak di Kaltim yang sudah divaksinasi baru mencapai 75 persen. Untuk dosis pertama vaksinasi mencapai 89 persen dan dosis kedua masih 38 persen.

    Melihat jomplangnya penerimaan dosis satu dan dosis dua, Jaya meminta seluruh pihak untuk bersama-sama mensosialisasikan pentingnya vaksinasi bagi bayi. Pihaknya juga tengah menggalakkan sosialisasi di masyarakat melalui tenaga kesehatan dan kader.

    Vaksinasi diperlukan pengulangan untuk pengenalan lebih lanjut bagi tubuh terhadap virus. Repetisi sangat berpengaruh terhadap kesuksesan pencegahan penyakit.

    “Saya ingin 90% anak di Kalimantan Timur bisa mendapatkan vaksinasi lengkap, kalau bisa mencapai 100%,” harapnya.

    Jaya mengatakan bahwa sering kali ia menerima pertanyaan seputar vaksin. Misalnya, apabila seseorang pernah terjangkit atau terinfeksi penyakit tertentu, tidak lagi perlu vaksin. Jaya memberikan jawabannya.

    “Misalnya saja penyakit DBD virus dengue 1, 2, 3, dan 4. Yang kena itu virusnya yang 1, tapi 3 yang lain tidak masuk kan. Jadi saat terkena penyakit DBD itu, belum tentu kena virus keempatnya kena semua,” ungkapnya.

    Dengan demikian, vaksin akan menjadi kekebalan bagi virus lainnya. Pernah atau tidak terjangkit penyakit, tidak menjadi penghalang untuk mendapat vaksin bagi bayi. Jaya menginginkan masyarakat mulai menghapus paradigma ini.

    “Vaksinasi itu sangat penting walaupun pernah terjangkit oleh penyakit tersebut untuk menciptakan kekebalan dari virus yang telah dilemahkan,” tutupnya.

    Dinkes Kaltim Dokter Jaya Mualimin Kemenkes RI
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Laras

    Related Posts

    Penduduk Bertambah, Fasilitas Kesehatan Terus Berkembang

    Juni 11, 2026

    Peserta Gratispol Boleh Naik Kelas, tapi Perawatan Diusulkan Tak Lagi Ditanggung APBD

    Juni 10, 2026

    Pasien Tetap Berhak Dijamin BPJS Kesehatan, Meski Menolak Tindakan Medis Tertentu

    Juni 9, 2026

    Perbedaan Susu Pasteurisasi dan Susu UHT yang Perlu Diketahui, Konsumen Jangan Salah Pilih

    Juni 6, 2026

    Kasus TBC dan HIV di Samarinda Terus Meningkat, Penanganan Kesehatan Masih Jadi Tantangan

    Juni 6, 2026

    RSUD IA Moeis Tambah Kapasitas Ruang Isolasi TBC dan HIV dari 6 Menjadi 10 Tempat Tidur

    Juni 5, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Sektor Tambang Dominasi PHK di Kaltim, 1.233 Pekerja Ajukan Klaim JKP Periode Januari-Mei 2026

    Nur AjijahJuni 11, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Samarinda, Murniati, mengatakan sejak Januari hingga Mei 2026…

    Perlu Evaluasi, Fuad Minta Penerapan TKA Tak Hambat Siswa Lanjut Pendidikan

    Juni 11, 2026

    Jaga Stamina dan Kewarasan Diri, Guru TK Rutin Bermain Bulu Tangkis

    Juni 11, 2026

    Satu-satunya di Kaltim, Prodi Pendidikan Otomotif IKIP PGRI Tawarkan Keunggulan Ganda

    Juni 11, 2026

    PGRI Kaltim Siapkan Mata Kuliah Coding Berbasis AI untuk Calon Guru

    Juni 11, 2026
    1 2 3 … 3,139 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.