Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Larangan Atlet Emas PON di Porprov, Samarinda Khawatir Target Juara Umum Terganggu

    September 24, 2026

    Kasus ISPA Kaltim Mulai Turun, Asap dan Minim Hujan Masih Jadi Ancaman

    September 24, 2026

    Kemarau Tekan Panen Kaltim, Bulog Andalkan Pasokan Beras dari Sulsel dan Jatim

    September 24, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Politik»Ledakan Proyek Besar di Samarinda Dinilai Belum Berdampak Signifikan pada Penurunan Angka Pengangguran
    Politik

    Ledakan Proyek Besar di Samarinda Dinilai Belum Berdampak Signifikan pada Penurunan Angka Pengangguran

    AminahBy AminahMei 22, 2026Updated:Juli 2, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Anhar mengkritisi rendahnya serapan tenaga kerja lokal di tengah masifnya proyek pembangunan daerah (Insitekaltim/Aminah)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda Anhar mengkritik tingginya Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kota Tepian yang masih berada di angka 5,75 persen pada tahun 2025.

    Kondisi tersebut berbanding terbalik dengan besarnya perputaran anggaran dan proyek pembangunan di daerah.

    Meski APBD Samarinda pada tahun 2025 sekitar Rp5,1 triliun, kontribusi anggaran tersebut terhadap pergerakan ekonomi daerah dinilai belum sepenuhnya berdampak pada penyerapan tenaga kerja lokal.

    “Pengangguran terbuka kita masih lumayan tinggi. Padahal APBD kita sekitar Rp5,1 triliun, tapi sumbangsihnya terhadap pergerakan ekonomi sekitar 6 sampai 7 persen,” ujar Anhar, Rabu, 20 Mei 2026.

    Ia mempertanyakan masih tingginya angka pengangguran di tengah berbagai proyek pembangunan yang berjalan di Kota Samarinda. Banyak proyek besar yang tidak memberikan dampak langsung terhadap tenaga kerja lokal karena keterbatasan keterlibatan masyarakat dalam pekerjaan konstruksi maupun sektor turunannya.

    “Program pembangunan itu banyak, ada tunnel, ada ini dan itu. Tapi serapan tenaga kerja kita tidak maksimal. Banyak pekerjaan yang justru dikerjakan oleh tenaga kerja dari luar daerah,” katanya.

    Sejumlah proyek infrastruktur besar yang dinilainya lebih banyak menyerap tenaga kerja dari luar daerah, sementara masyarakat lokal hanya memperoleh porsi kecil dalam proses pembangunan.

    “Bangun tunnel nilainya ratusan miliar tapi tenaga kerja dan material banyak dari luar. Jadi uangnya tidak banyak berputar di Samarinda,” ujarnya.

    Dampak ekonomi jangka panjang dari kondisi tersebut, termasuk perbedaan pendapatan per kapita antara Samarinda dan daerah lain seperti Balikpapan, hal itu menunjukkan adanya ketimpangan dalam struktur ekonomi daerah.

    “Pendapatan per kapita kita sekitar Rp85 juta per tahun, sementara Balikpapan bisa Rp222 juta. Itu artinya pendapatan pekerja kita masih di kisaran Rp6 sampai Rp7 juta per bulan, jauh di bawah daerah lain,” jelasnya.

    Sementara itu, ia menilai Balikpapan mampu mendorong pendapatan lebih tinggi karena struktur ekonomi dan penyerapan tenaga kerja yang lebih optimal dalam berbagai sektor industri dan jasa.

    Anhar menegaskan, pemerintah daerah perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pola pembangunan agar lebih berpihak pada tenaga kerja lokal dan sektor usaha dalam daerah.

    “Yang harus dibenahi adalah bagaimana pembangunan ini benar-benar menyerap tenaga kerja lokal, bukan hanya jadi proyek fisik yang uangnya berputar di luar,” tegasnya.

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Aminah

    Related Posts

    Parkir Berlangganan Samarinda Belum Siap, DPRD Soroti Sistem dan Target Rp200 Miliar

    September 23, 2026

    Gerindra Buka Semua Pintu Koalisi, Duet dengan PDIP Belum Jadi Kesepakatan

    September 22, 2026

    Gerindra Punya Dua Nama di Bursa Pilwali Samarinda, Helmi: Semua Kader Punya Potensi

    September 21, 2026

    APBD Perubahan Samarinda Dibayangi Dana Kurang Salur dan PAD Seret

    September 21, 2026

    Air Bersih Menipis, Dewan Samarinda Usul Dana Probebaya Bangun Sumur

    September 20, 2026

    Jembatan Lembak Cermin Ketimpangan Anggaran, Legislator Kaltim Sebut Kebijakan Pusat Zalim

    September 19, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Larangan Atlet Emas PON di Porprov, Samarinda Khawatir Target Juara Umum Terganggu

    IraSeptember 24, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Samarinda Muslimin mempersoalkan aturan yang…

    Kasus ISPA Kaltim Mulai Turun, Asap dan Minim Hujan Masih Jadi Ancaman

    September 24, 2026

    Kemarau Tekan Panen Kaltim, Bulog Andalkan Pasokan Beras dari Sulsel dan Jatim

    September 24, 2026

    KPK Supervisi Perencanaan APBD Kaltim, Pemprov Siapkan Penyesuaian untuk RAPBD 2027

    September 23, 2026

    Sodetan KM 2 Loa Janan Ulu Terancam Timbulkan Masalah Baru, Sungai Penerima Belum Ditangani

    September 23, 2026
    1 2 3 … 3,360 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.