Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Gratispol Sudah Jalan, DPRD Kaltim Ingatkan Kampus Jangan Lambat Beri Kepastian Mahasiswa

    Juni 7, 2026

    Bukan Musuhan, Banyak Orang Kini Memilih Mengurangi Lingkaran Pertemanan

    Juni 7, 2026

    Big Mall Selalu Jadi Pilihan Warga Samarinda, Menghabiskan Akhir Pekan

    Juni 7, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Kaltim»Kutai Utara Berpeluang Jadi DOB Pertama di Kaltim Jika Moratorium Dicabut
    Kaltim

    Kutai Utara Berpeluang Jadi DOB Pertama di Kaltim Jika Moratorium Dicabut

    SittiBy SittiAgustus 6, 202503 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Ketua Komite I DPD RI, Andi Sofyan Hasdam
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Kutai Utara berpeluang menjadi daerah otonomi baru (DOB) pertama di Kalimantan Timur jika pemerintah pusat mencabut moratorium pemekaran wilayah. Hal ini disampaikan Ketua Komite I DPD RI Andi Sofyan Hasdam dalam konferensi pers di Kantor Perwakilan DPD RI Kaltim, Selasa 5 Agustus 2025.

    Dari delapan calon DOB yang diusulkan di Kaltim, hanya Kutai Utara yang sejauh ini telah memenuhi syarat formal dan mendapat dukungan penuh dari kepala daerah serta DPRD induk. Wilayah ini mencakup Kecamatan Muara Wahau, Kombeng, Telen, Muara Bengkal, Busang, Batu Ampar, Long Mesangat, dan Muara Ancalong.

    “Kalau moratorium dicabut, Kutai Utara kemungkinan besar akan jadi DOB pertama yang disetujui dari Kaltim,” ujar Andi Sofyan.

    Kementerian Dalam Negeri saat ini menerima 341 usulan pemekaran daerah, sementara DPD RI mencatat ada 188 calon DOB. Namun, hanya sebagian kecil yang memenuhi syarat administratif dan politik. Syarat utama yang kerap menjadi kendala adalah persetujuan kepala daerah dan ketua DPRD induk.

    “Banyak yang belum paham bahwa tanpa persetujuan itu, meskipun tokoh masyarakat mendukung, tetap tidak bisa jalan,” katanya.

    Selain Kutai Utara, beberapa calon DOB lain di Kaltim masih terkendala dukungan resmi. Kutai Tengah, yang meliputi Kecamatan Kota Bangun, Muara Wis, Muara Muntai, Kenohan, Kembang Janggut, dan Tabang, masih menunggu sikap Bupati Kutai Kartanegara dan DPRD. Pasir Selatan dinilai potensial karena mendapat sinyal positif dari bupati, meski belum ada konfirmasi tertulis.

    Calon DOB Sangkulirang (Sangkulirang, Sandaran, Kaliorang, Karangan, dan Kombeng) disebut sudah mendapat dukungan informal dari Bupati Kutai Timur, tetapi dokumen resminya belum ada. Sementara Berau Pesisir Selatan (Talisayan, Tabalar, Biatan, Batu Putih, dan Biduk-Biduk) mendapat dorongan kuat dari masyarakat, namun belum disetujui Bupati Berau.

    Adapun usulan Samarinda Barat (Loa Janan Ilir, Palaran, dan Samarinda Seberang) dinilai minim prospek karena tidak didukung Wali Kota Samarinda. Begitu juga Benua Raya (Jempang, Bongan, Siluq Ngurai, Bentian Besar, Muara Pahu, Penyinggahan, dan Muara Lawa) terhambat karena Ketua DPRD Kutai Barat menolak. Kutai Pesisir dinyatakan tidak layak karena merupakan wilayah strategis ekonomi yang sulit dilepas Pemkab Kutai Kartanegara.

    Andi Sofyan menegaskan, DPD RI siap menjadi jembatan aspirasi daerah dalam proses pembentukan DOB. Pihaknya juga menolak anggapan bahwa DPD memutuskan secara sepihak daerah yang layak dimekarkan.

    “Undang-undang yang menentukan syarat, kami hanya memverifikasi. Kalau syarat utama terpenuhi, penentuan ibu kota, potensi ekonomi, dan kesiapan dana hibah serta pilkada akan lebih mudah disiapkan,” ucapnya.

    Ia berharap Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka dapat membuka ruang dialog strategis terkait pencabutan moratorium, meski secara terbatas.

    “Sejak dua periode Wapres, tidak ada DOB yang disetujui, kecuali Papua karena otonomi khusus. Sekarang saatnya dibuka kembali, walau terbatas. Minimal satu atau dua provinsi bisa disetujui dahulu,” pungkasnya.

    Andi Sofyan Hasdam DOB Ketua Komite I DPD RI
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Sitti

    Related Posts

    Mental Ingin Cepat Kaya Jadi Pemicu Utama Terjerat Judi Online

    Mei 29, 2026

    Fenomena Judi Online di Kaltim Mengkhawatirkan, Ancam Ketahanan Keluarga dan Generasi Muda

    Mei 29, 2026

    Hangatkan Hari Raya Dengan Kepedulian di Iduladha, PWI Kaltim Salurkan Kurban bagi Insan Pers

    Mei 28, 2026

    Lahan Sawit 2 Hektare Hancur Diterjang Lumpur, Warga Tolak Tawaran Ganti Rugi Rp70 Juta dari Perusahaan

    Mei 26, 2026

    Jalan Longsor Sanga-Sanga–Dondang Dipastikan Diperbaiki Tahun Ini, Pemprov Kucurkan Anggaran Rp10 Miliar

    Mei 25, 2026

    Tindaklanjuti Temuan BPK, DPRD Kaltim Buka Peluang Bentuk Pansus LHP

    Mei 25, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Gratispol Sudah Jalan, DPRD Kaltim Ingatkan Kampus Jangan Lambat Beri Kepastian Mahasiswa

    SittiJuni 7, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Program Gratispol pendidikan gratis Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) terus berjalan dan…

    Bukan Musuhan, Banyak Orang Kini Memilih Mengurangi Lingkaran Pertemanan

    Juni 7, 2026

    Big Mall Selalu Jadi Pilihan Warga Samarinda, Menghabiskan Akhir Pekan

    Juni 7, 2026

    Hingga Mei 2026, Realisasi Pajak Reklame Samarinda Baru Capai 12 Persen

    Juni 7, 2026

    Mengapa Tanah Mengeluarkan Aroma Khas Setelah Hujan? Ini Penjelasan Ilmiahnya

    Juni 7, 2026
    1 2 3 … 3,128 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.