Insitekaltim, Samarinda – Kebijakan efisiensi anggaran berdampak pada pelaksanaan Program Perjalanan Religi atau umrah gratis Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim). Jika pada 2025 program tersebut memberangkatkan 880 penerima, tahun ini kuotanya dipangkas drastis menjadi hanya 14 orang.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kaltim Sri Wahyuni mengatakan pemerintah tetap mempertahankan program tersebut sebagai salah satu program prioritas. Namun, pelaksanaannya harus disesuaikan dengan kondisi anggaran melalui pengurangan jumlah penerima.
“Program umrah atau perjalanan religi volumenya turun dari tahun 2025. Itu pilihan yang harus kita lakukan ketika program prioritas dilaksanakan, tetapi kita melakukan pengurangan volume,” ujarnya di DPRD Kaltim, Jalan Teuku Umar Samarinda, Senin, 13 Juli 2026.
Meski jumlah penerima berkurang signifikan, besaran anggaran untuk setiap peserta tidak berubah. Pemerintah tetap mengalokasikan sekitar Rp35 juta bagi setiap penerima manfaat.
“Doakan mudah-mudahan ke depan kita bisa melakukan penambahan. Anggarannya masih sama, sekitar Rp35 juta per orang,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdaprov Kaltim Dasmiah menjelaskan, kuota 14 orang tersebut mencakup seluruh kategori penerima dalam Program Perjalanan Religi tahun ini.
Ia mengungkapkan pihaknya sebenarnya telah mengusulkan agar jumlah penerima minimal mencapai separuh dari realisasi tahun lalu. Namun, usulan tersebut tidak dapat dipenuhi karena penyesuaian anggaran.
“Tahun ini 14 orang karena efisiensi. Tahun kemarin 880 orang, jadi memang lumayan banyak berkurang. Yang jelas kami sudah mengajukan minimal separuh dari tahun lalu,” ungkapnya.
Menurut Dasmiah, salah satu pertimbangan pengurangan kuota kemungkinan karena program tersebut merupakan bantuan yang menyasar individu dan tidak berkaitan langsung dengan pencapaian indikator kinerja pemerintah.
“Karena mungkin sifatnya individu, tidak langsung menyangkut indikator kinerja, jadi mungkin itu yang menjadi pertimbangannya,” jelasnya.
Pemangkasan kuota ini menjadi salah satu dampak nyata kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah pada 2026. Kendati demikian, Pemprov Kaltim berharap kapasitas Program Perjalanan Religi dapat kembali ditingkatkan apabila kondisi fiskal daerah membaik pada tahun-tahun mendatang.

