Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Transisi Global Fund, Kaltim Mulai Hitung Kebutuhan Anggaran Penanggulangan HIV/AIDS

    September 23, 2026

    KPK Supervisi Perencanaan APBD Kaltim, Pemprov Siapkan Penyesuaian untuk RAPBD 2027

    September 23, 2026

    Sodetan KM 2 Loa Janan Ulu Terancam Timbulkan Masalah Baru, Sungai Penerima Belum Ditangani

    September 23, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Bontang»Komisi A DPRD Bontang Prioritaskan Penurunan Stunting
    DPRD Bontang

    Komisi A DPRD Bontang Prioritaskan Penurunan Stunting

    AminahBy AminahOktober 21, 202402 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Bontang – Komisi A DPRD Kota Bontang memulai periode kerjanya dengan menggelar rapat perdana bersama sejumlah OPD mitra pada Senin (21/10/2024). Salah satu fokus utama yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah upaya penurunan angka stunting di Kota Bontang.

    Ketua Komisi A Heri Keswanto mengatakan bahwa masalah stunting harus segera diatasi karena berdampak langsung pada kualitas hidup dan masa depan anak-anak di Bontang. Menurutnya, langkah-langkah yang lebih efektif perlu segera diambil untuk mengurangi angka stunting secara signifikan.

    “Kami di Komisi A akan bekerja keras untuk membantu menurunkan angka stunting. Ini menjadi salah satu prioritas kami selama periode ini,” kata Heri saat membuka rapat.

    Dalam rapat yang juga dihadiri oleh sejumlah OPD terkait, di antaranya Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker), Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), Dinas Sosial (Dinsos), Dinas Pendidikan, serta Dinas Perpustakaan dan Kearsipan.

    Dinkes melaporkan program kesehatan ibu dan anak sebagai bagian dari pencegahan stunting, sedangkan Dinsos menyoroti pentingnya perbaikan data penerima bantuan sosial agar lebih tepat sasaran dan efektif.

    Wakil Ketua Komisi A Ubayya juga menyampaikan bahwa kolaborasi antara DPRD dan OPD sangat penting agar hasil yang dicapai bisa lebih maksimal. Ia berharap program penanganan stunting bisa segera memperlihatkan hasil yang positif.

    “Kami ingin memastikan bahwa semua langkah yang diambil dapat menghasilkan perubahan yang nyata. Kerja sama ini sangat penting untuk mencapai itu,” ujar Ubayya.

    Selain stunting, rapat juga membahas beberapa isu strategis lainnya. Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) membahas penanganan pengangguran, sementara Dinas Pendidikan mengangkat isu bullying di sekolah-sekolah. Badan Kesbangpol menyoroti pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban Bontang melalui kerja sama dengan berbagai elemen masyarakat.

    Disdukcapil juga melaporkan perkembangan terbaru dalam hal pendataan kependudukan, dan Dinsos menyoroti upaya peningkatan layanan bagi orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang memerlukan perhatian khusus.

    Di akhir rapat, Heri Keswanto menyampaikan terima kasih kepada OPD mitra yang telah hadir dan memberikan masukan. Ia berharap sinergi yang terbangun antara DPRD dan OPD dapat mempercepat pencapaian target, khususnya dalam upaya menurunkan angka stunting di Bontang.

    “Kolaborasi ini sangat penting untuk memastikan bahwa program-program berjalan sesuai harapan. Semoga ke depannya, kita bisa bekerja sama lebih erat,” ujar Heri menutup rapat.

    DPRD Bontang Heri Keswanto Stunting Ubayya
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Aminah

    Related Posts

    Wahyu Hernaningsih Dorong Perempuan Kaltim Kelola Emosi dan Kesehatan Mental, Bidik Zero Stunting

    Agustus 18, 2026

    BKKBN Kaltim Perkuat Intervensi Non-Nutrisi untuk Tekan Stunting

    Juli 20, 2026

    Lampaui Target Nasional, Stunting di Samarinda Turun Jadi 17,13 Persen

    Juli 14, 2026

    Program MBG Belum Bisa Jadi Tolok Ukur Penurunan Stunting di Samarinda

    Juli 13, 2026

    Cegah Anak Stunting, Kini Periksa Kehamilan Wajib Delapan Kali

    Juli 12, 2026

    Inisiasi Menyusu Dini, Intervensi Tepat Dukung Pertumbuhan Bayi Juga Stunting

    Juli 3, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Transisi Global Fund, Kaltim Mulai Hitung Kebutuhan Anggaran Penanggulangan HIV/AIDS

    AminahSeptember 23, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Keberlanjutan penanggulangan HIV/AIDS di Kalimantan Timur (Kaltim) mulai menghadapi persoalan pembiayaan seiring…

    KPK Supervisi Perencanaan APBD Kaltim, Pemprov Siapkan Penyesuaian untuk RAPBD 2027

    September 23, 2026

    Sodetan KM 2 Loa Janan Ulu Terancam Timbulkan Masalah Baru, Sungai Penerima Belum Ditangani

    September 23, 2026

    SK Nomor Tanding Terbit, Samarinda Masih Menanti THB Porprov 2026

    September 23, 2026

    Disdikbud Samarinda Ingatkan Orang Tua Tak Ganggu Anak Saat PJJ

    September 23, 2026
    1 2 3 … 3,360 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.