Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Sering Minum Setelah Makan Malam? Perhatikan Dampaknya bagi Ginjal dan Tidur

    Oktober 4, 2026

    Keluhan BBM Berulang, Pemprov Kaltim Akan Turun Pantau Distribusi

    Oktober 4, 2026

    Penumpang Angkutan Kaltim Turun, Pergerakan Udara Domestik Susut Hampir 15 Persen

    Oktober 4, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Samarinda»Kekurangan Guru Samarinda Diprediksi Tembus 700 Orang, Skema PJLP Harus Masuk Anggaran 2027
    DPRD Samarinda

    Kekurangan Guru Samarinda Diprediksi Tembus 700 Orang, Skema PJLP Harus Masuk Anggaran 2027

    AminahBy AminahJuni 3, 2026Updated:Juli 2, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Persoalan kekurangan tenaga pengajar di Kota Samarinda diperkirakan semakin serius hingga akhir 2026. Pemerintah Kota (Pemkot) didorong segera menyiapkan skema perekrutan Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) untuk membantu menutupi kekurangan guru yang terus bertambah.

    Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda Mohammad Novan Syahronny Pasie mengatakan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Samarinda sebenarnya telah mengajukan kebutuhan tenaga guru melalui jalur PJLP. Namun, realisasinya masih terkendala kesiapan anggaran daerah.

    “Pada dasarnya Disdikbud Kota Samarinda sudah mengajukan tenaga guru melalui jalur PJLP. Cuma hal ini tidak semerta-merta bisa langsung dilaksanakan,” ujar Novan saat dihubungi, Selasa, 2 Juni 2026.

    Kondisi anggaran menjadi tantangan utama karena tahun anggaran 2026 sudah berjalan. Karena itu, skema tersebut dinilai paling realistis untuk mulai disiapkan dalam APBD 2027.

    “Yang pertama adalah kesiapan anggaran, sedangkan tahun sudah berjalan. Paling cepat kalau memang ada rasionalisasi dan kesiapan anggaran, bisa dilakukan di tahun anggaran 2027,” katanya.

    Kebutuhan tenaga pengajar di Samarinda saat ini terus meningkat seiring bertambahnya guru yang memasuki masa pensiun. Sementara jalur penerimaan CPNS dinilai belum mampu menutup kebutuhan tersebut.

    “Penambahan dari jalur CPNS tidak mampu memenuhi kekurangan guru yang ada. Ditambah lagi nanti melalui jalur PJLP ini diharapkan bisa membantu,” ucapnya.

    Saat ini, sekolah-sekolah masih mengandalkan guru lepas yang dibiayai melalui dana BOSNAS maupun BOSDA. Namun kondisi tersebut dinilai belum memberikan kepastian kesejahteraan bagi tenaga pengajar.

    “Guru lepas yang ada sekarang dibayar melalui dana BOSNAS maupun BOSDA. Tapi bicara kelayakan dan standarisasi upahnya kan belum sesuai dengan UMP atau UMR karena keterbatasan anggaran,” jelasnya.

    Komisi IV DPRD Samarinda menilai skema PJLP dapat menjadi solusi sementara untuk menutup kekurangan tenaga pengajar sambil menunggu penambahan formasi ASN dari pemerintah pusat.

    Berdasarkan data Disdikbud Samarinda yang diterima DPRD, hingga Mei 2026 saja kekurangan guru sudah mencapai lebih dari 500 orang. Jumlah itu diprediksi meningkat drastis hingga akhir tahun karena gelombang pensiun guru.

    “Ditambah data pensiun sampai Desember 2026 nanti total kekurangan bisa mencapai sekitar 756 orang. Sementara jalur CPNS guru hanya sekitar 260-an saja,” ungkap Novan.

    Ia menilai kondisi tersebut perlu segera diantisipasi agar tidak mengganggu kualitas pendidikan di sekolah-sekolah negeri Samarinda.

    “Kalau PJLP ini terealisasi tentu akan sangat membantu proses kita menyikapi kekurangan tenaga pengajar di Kota Samarinda,” katanya.

    Novan juga mengingatkan agar pemerintah memperhatikan aspek keadilan dan kesejahteraan tenaga pengajar non-ASN. Menurutnya, ketimpangan antara guru tetap dan guru lepas berpotensi memunculkan kecemburuan di lingkungan pendidikan.

    “Perlu ada kesetaraan antara guru lepas dengan guru tetap. Jangan sampai ada kecemburuan di kalangan tenaga pengajar,” tegasnya.

     

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Aminah

    Related Posts

    Polemik Pascapilrek Unmul Berlanjut, Agenda 100 Hari Rektor Terpilih Bergeser

    Oktober 2, 2026

    SMAN 3 Kota Bangun Rusak Diterjang Angin, Disdikbud Kaltim Segera Turunkan Tim

    September 27, 2026

    Gratispol Pendidikan dan Kesehatan Jadi Sorotan, Arah Pembangunan SDM Kaltim Dapat Pengakuan Nasional

    September 26, 2026

    Hadapi Hoaks dan AI, Literasi Informasi Jadi Tantangan Pendidikan di Era Digital

    September 24, 2026

    Disdikbud Samarinda Ingatkan Orang Tua Tak Ganggu Anak Saat PJJ

    September 23, 2026

    Disdikbud Samarinda Minta Penggunaan AI dan Gawai di Sekolah Dibatasi

    September 23, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Sering Minum Setelah Makan Malam? Perhatikan Dampaknya bagi Ginjal dan Tidur

    AminahOktober 4, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Apa yang diminum setelah makan malam sering dianggap sepele. Padahal, pilihan minuman…

    Keluhan BBM Berulang, Pemprov Kaltim Akan Turun Pantau Distribusi

    Oktober 4, 2026

    Penumpang Angkutan Kaltim Turun, Pergerakan Udara Domestik Susut Hampir 15 Persen

    Oktober 4, 2026

    Ketika Hutan Rusak, Dampaknya Tak Berhenti pada Hilangnya Pohon

    Oktober 3, 2026

    Harga Pertamax Naik, Pekerja di Samarinda Kurangi Pulang ke Marangkayu

    Oktober 3, 2026
    1 2 3 … 3,373 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.