Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Kekurangan Guru Samarinda Diprediksi Tembus 700 Orang, Skema PJLP Harus Masuk Anggaran 2027

    Juni 3, 2026

    Bersepeda Malam Jadi Tren Hiburan Baru Warga Samarinda

    Juni 2, 2026

    Cantik Tidak Lagi Harus Putih, Standar Beauty Mulai Bergeser

    Juni 2, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Samarinda»Kekurangan Guru Samarinda Diprediksi Tembus 700 Orang, Skema PJLP Harus Masuk Anggaran 2027
    DPRD Samarinda

    Kekurangan Guru Samarinda Diprediksi Tembus 700 Orang, Skema PJLP Harus Masuk Anggaran 2027

    SittiBy SittiJuni 3, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Persoalan kekurangan tenaga pengajar di Kota Samarinda diperkirakan semakin serius hingga akhir 2026. Pemerintah Kota (Pemkot) didorong segera menyiapkan skema perekrutan Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) untuk membantu menutupi kekurangan guru yang terus bertambah.

    Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda Mohammad Novan Syahronny Pasie mengatakan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Samarinda sebenarnya telah mengajukan kebutuhan tenaga guru melalui jalur PJLP. Namun, realisasinya masih terkendala kesiapan anggaran daerah.

    “Pada dasarnya Disdikbud Kota Samarinda sudah mengajukan tenaga guru melalui jalur PJLP. Cuma hal ini tidak semerta-merta bisa langsung dilaksanakan,” ujar Novan saat dihubungi, Selasa, 2 Juni 2026.

    Kondisi anggaran menjadi tantangan utama karena tahun anggaran 2026 sudah berjalan. Karena itu, skema tersebut dinilai paling realistis untuk mulai disiapkan dalam APBD 2027.

    “Yang pertama adalah kesiapan anggaran, sedangkan tahun sudah berjalan. Paling cepat kalau memang ada rasionalisasi dan kesiapan anggaran, bisa dilakukan di tahun anggaran 2027,” katanya.

    Kebutuhan tenaga pengajar di Samarinda saat ini terus meningkat seiring bertambahnya guru yang memasuki masa pensiun. Sementara jalur penerimaan CPNS dinilai belum mampu menutup kebutuhan tersebut.

    “Penambahan dari jalur CPNS tidak mampu memenuhi kekurangan guru yang ada. Ditambah lagi nanti melalui jalur PJLP ini diharapkan bisa membantu,” ucapnya.

    Saat ini, sekolah-sekolah masih mengandalkan guru lepas yang dibiayai melalui dana BOSNAS maupun BOSDA. Namun kondisi tersebut dinilai belum memberikan kepastian kesejahteraan bagi tenaga pengajar.

    “Guru lepas yang ada sekarang dibayar melalui dana BOSNAS maupun BOSDA. Tapi bicara kelayakan dan standarisasi upahnya kan belum sesuai dengan UMP atau UMR karena keterbatasan anggaran,” jelasnya.

    Komisi IV DPRD Samarinda menilai skema PJLP dapat menjadi solusi sementara untuk menutup kekurangan tenaga pengajar sambil menunggu penambahan formasi ASN dari pemerintah pusat.

    Berdasarkan data Disdikbud Samarinda yang diterima DPRD, hingga Mei 2026 saja kekurangan guru sudah mencapai lebih dari 500 orang. Jumlah itu diprediksi meningkat drastis hingga akhir tahun karena gelombang pensiun guru.

    “Ditambah data pensiun sampai Desember 2026 nanti total kekurangan bisa mencapai sekitar 756 orang. Sementara jalur CPNS guru hanya sekitar 260-an saja,” ungkap Novan.

    Ia menilai kondisi tersebut perlu segera diantisipasi agar tidak mengganggu kualitas pendidikan di sekolah-sekolah negeri Samarinda.

    “Kalau PJLP ini terealisasi tentu akan sangat membantu proses kita menyikapi kekurangan tenaga pengajar di Kota Samarinda,” katanya.

    Novan juga mengingatkan agar pemerintah memperhatikan aspek keadilan dan kesejahteraan tenaga pengajar non-ASN. Menurutnya, ketimpangan antara guru tetap dan guru lepas berpotensi memunculkan kecemburuan di lingkungan pendidikan.

    “Perlu ada kesetaraan antara guru lepas dengan guru tetap. Jangan sampai ada kecemburuan di kalangan tenaga pengajar,” tegasnya.

     

    DPRD Samarinda Guru Mohammad Novan Syahronny Pasie Pendidikan
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Sitti

    Related Posts

    Di Tengah Penurunan Omzet, UMKM Samarinda Didorong Masuk Rantai Pasok MBG

    Juni 2, 2026

    Belum Tentu Keterima Tapi Harus Bayar Rp500 Ribu, Curhat Orang Tua Pendaftar Jalur Mandiri

    Juni 2, 2026

    DPRD Samarinda Akan Fasilitasi Konfercab GMKI dan Dukung Isu Kebangsaan

    Juni 2, 2026

    Bahasa Prancis Akan Masuk Kurikulum, DPRD Minta Pemerintah Siapkan Guru Kompeten

    Juni 2, 2026

    PTTUN Jakarta Menangkan Kubu Teguh Sumarno, PGRI Kaltim Minta Konflik Internal Disudahi

    Juni 1, 2026

    Guru PPPK Kaltim Adukan Penempatan Jauh dari Keluarga hingga Sulit Dapat Sertifikasi

    Mei 28, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply

    Anda harus masuk untuk berkomentar.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Kekurangan Guru Samarinda Diprediksi Tembus 700 Orang, Skema PJLP Harus Masuk Anggaran 2027

    SittiJuni 3, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Persoalan kekurangan tenaga pengajar di Kota Samarinda diperkirakan semakin serius hingga akhir…

    Bersepeda Malam Jadi Tren Hiburan Baru Warga Samarinda

    Juni 2, 2026

    Cantik Tidak Lagi Harus Putih, Standar Beauty Mulai Bergeser

    Juni 2, 2026

    Kasus Ring Jantung RSUD AWS, Kemenkes dan Majelis Profesi Turun Tangan

    Juni 2, 2026

    Joging Sore di Polder, Mahasiswa Akhir: Jaga Kesahatan Sekaligus Healing Dari Skripsi

    Juni 2, 2026
    1 2 3 … 3,116 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.