Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Bukan Kekurangan Anggaran, Ini Alasan Insentif Guru Samarinda Terlambat Dibayar

    September 9, 2026

    Hadapi Eskalasi Karhutla, Pemkot Siagakan Damkar dengan Response Time 10 Menit

    September 9, 2026

    Usai Pemadaman Karhutla, Kualitas Udara dan ISPU PM2.5 Turun ke Kategori Sedang

    September 9, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Pendidikan»Lulusan SMK Masih Dominasi Pengangguran, Dewan Pendidikan Soroti Kesenjangan dengan Dunia Industri
    Pendidikan

    Lulusan SMK Masih Dominasi Pengangguran, Dewan Pendidikan Soroti Kesenjangan dengan Dunia Industri

    AminahBy AminahJuli 24, 2026Updated:Juli 24, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Dewan Pendidikan Kalimantan Timur, Rediyono dalam pelatihan kepala sekolah dan guru SMK swasta se-Kota Bontang, Kamis, 23/7/2026. (Insitekaltim/Aminah)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Bontang – Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang dirancang mencetak lulusan siap kerja justru masih menjadi penyumbang angka pengangguran terbuka terbesar di Indonesia. Kondisi itu dinilai menunjukkan adanya jurang antara pembelajaran di sekolah dengan kebutuhan riil dunia industri.

    Persoalan tersebut menjadi perhatian dalam pelatihan kepala sekolah dan guru SMK swasta se-Kota Bontang yang diikuti 68 peserta, Kamis, 23 Juli 2026.

    Dewan Pendidikan Kaltim Rediyono menilai, pembenahan SMK tidak cukup hanya menambah jurusan atau mengganti kurikulum, tetapi harus menyentuh kualitas layanan pendidikan secara menyeluruh.

    “Kalau lulusan SMK masih mendominasi angka pengangguran, berarti ada yang belum nyambung antara proses pendidikan dengan kebutuhan industri,” kata Rediyono.

    SMK swasta memiliki peluang yang sama untuk bersaing dengan sekolah negeri, tetapi syaratnya tidak ringan. Sekolah harus membuktikan kualitasnya melalui kurikulum yang relevan, guru yang kompeten, serta fasilitas praktik yang mengikuti perkembangan teknologi.

    Bagi Rediyono, persaingan antar-SMK kini tidak lagi ditentukan oleh status negeri atau swasta. Dunia usaha lebih melihat kompetensi lulusan daripada asal sekolahnya.

    “SMK swasta harus bisa berdiri tegak. Ukurannya bukan status sekolah, tetapi mutu layanan dan kualitas lulusannya,” ungkapnya.

    Ia juga mengkritik praktik promosi sejumlah sekolah yang menawarkan pendidikan gratis, tetapi di lapangan masih membebankan berbagai pungutan kepada orang tua.

    Menurutnya pola semacam itu justru merusak kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan.

    “Kalau sejak awal menyatakan sekolah gratis, jangan di tengah jalan muncul pungutan lain. Semua biaya harus dijelaskan secara terbuka, jangan seperti membeli kucing dalam karung,” tegasnya.

    Selain transparansi biaya, hubungan sekolah dengan dunia usaha masih perlu diperkuat. Kurikulum, praktik kerja industri, hingga fasilitas pembelajaran harus mengikuti perkembangan teknologi agar lulusan memiliki kompetensi yang benar-benar dibutuhkan perusahaan.

    Ia juga mendorong kepala sekolah lebih berani melakukan inovasi dalam pengelolaan sekolah, termasuk membangun kemitraan dengan industri dan memperbarui fasilitas praktik siswa.

    “Target akhirnya bukan sekadar meluluskan siswa, tetapi memastikan mereka memiliki keterampilan yang membuat mereka mudah terserap dunia kerja atau mampu membuka usaha sendiri,” pungkasnya.

    Ketua PGRI Kaltim Pendidikan Pengangguran Rediyono SMK
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Aminah

    Related Posts

    Bukan Kekurangan Anggaran, Ini Alasan Insentif Guru Samarinda Terlambat Dibayar

    September 9, 2026

    MTQN Jadi Ajang Penguatan Pendidikan Al-Qur’an, Kaltim Siap Tampilkan Generasi Berprestasi dan Berakhlak

    September 9, 2026

    TPT Kaltim Turun Tipis, Pengangguran Tertinggi Didominasi Lulusan SMP

    September 9, 2026

    Setahun Tujuh Hari Dimutasi, Guru SMA Kaltim Masih Terjebak Persoalan Administrasi dan Jam Mengajar

    September 8, 2026

    Kabut Asap, SDN 007 Samarinda Ulu Perkuat Imbauan Penggunaan Masker bagi Siswa

    September 7, 2026

    BCIM 2026 Digelar di Samarinda, Ini Daftar Para Juara Tari Kreasi Nusantara

    September 6, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Bukan Kekurangan Anggaran, Ini Alasan Insentif Guru Samarinda Terlambat Dibayar

    R’syaSeptember 9, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Wali Kota Samarinda Andi Harun memastikan insentif guru triwulan II yang belum…

    Hadapi Eskalasi Karhutla, Pemkot Siagakan Damkar dengan Response Time 10 Menit

    September 9, 2026

    Usai Pemadaman Karhutla, Kualitas Udara dan ISPU PM2.5 Turun ke Kategori Sedang

    September 9, 2026

    MTQN Jadi Ajang Penguatan Pendidikan Al-Qur’an, Kaltim Siap Tampilkan Generasi Berprestasi dan Berakhlak

    September 9, 2026

    Pemkot Samarinda Perketat Pengawasan Pematangan Lahan hingga Tingkat RT

    September 9, 2026
    1 2 3 … 3,330 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.