Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Generasi Muda Jadi Sasaran Judi Online, OJK Perkuat Literasi Keuangan

    Mei 29, 2026

    Jelang Musda VI di Samarinda, Demokrat Kaltim Resmi Buka Seleksi Ketua Baru

    Mei 29, 2026

    38 Desa di Kaltim Masih Blank Spot Internet, Terkendala Listrik dan Anggaran

    Mei 29, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Diskominfo Kaltim»Kasus Kekerasan Anak Meningkat, Sekda: Tantangan Besar Melindungi Mereka
    Diskominfo Kaltim

    Kasus Kekerasan Anak Meningkat, Sekda: Tantangan Besar Melindungi Mereka

    Ratu ArifanzaBy Ratu ArifanzaJuni 20, 2024Updated:Juni 20, 202402 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kaltim Sri Wahyuni
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim,Samarinda – Kemajuan teknologi yang dimanfaatkan oleh berbagai kalangan termasuk anak-anak menyebabkan paparan negatif khususnya dalam hal pornografi.

    Menurut data Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) kasus konten pornografi anak sangat mengkhawatirkan karena signifikan meningkat dari tahun ke tahun.

    Pasalnya pada tahun 2016 hingga 2024 terdapat 9.228 kasus konten pornografi anak di ruang digital, dengan 463 kasus di antaranya ditemukan pada tahun 2023.

    Seiras dengan itu Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kaltim Sri Wahyuni mengungkapkan saat ini Indonesia sedang dihadapkan tantangan besar yaitu perlindungan anak terkhusus dalam pengaruh kemajuan teknologi.

    “Saat ini kita dihadapkan pada tantangan besar dalam upaya melindungi anak-anak kita dari ancaman kekerasan, terutama di ranah dalam jaringan,” kata Sekda Sri pada Rapat Kordinasi Daerah Perlindungan Anak di Ranah Dalam Jaringan di Swiss Bell Hotel, Balikpapan, Kamis (20/6/2024).

    Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang begitu pesat di era digital membawa banyak manfaat dan kemudahan bagi kehidupan manusia namun perkembangan tersebut juga membawa tantangan dan ancaman baru, terutama terhadap anak-anak.

    Sekda menjelaskan, di Kaltim sendiri kasus kekerasan terhadap anak mencapai 695 kasus pada 2023 berdasar data dari Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (Simfoni PPA).

    “Hingga Mei 2024 ini, kasus kekerasan anak sebanyak 284 kasus,” sebutnya.

    Ia meyakini peran keluarga dalam pengawasan penggunaan jaringan pada anak sangat berpengaruh sehingga diperlukan adanya kolaborasi dan kesadaran keluarga.

    Dia mengajak masyarakat dan semua elemen keluarga untuk melakukan perlindungan terhadap anak-anak di tengah kemajuan teknologi informasi serta dunia digital, dengan cara memberikan literasi digital yang baik.

    “Kalau dari sekarang tidak diberi pemahaman, bonus demografi ini tidak akan kita rasakan,” tuturnya.

    Hal ini penting karena sebanyak 30 persen penduduk Kaltim merupakan anak- anak yang kelak menjadi bonus demografi bagi Benua Etam sebagai generasi Indonesia Emas.

    Deputi Peningkatan Kualitas Anak, Perempuan dan Pemuda Kemenko PM Woro Srihastuti Sulistyaningrum mengatakan Rakorda Perlindungan Anak di Ranah Dalam Jaringan dilakukan untuk menganalisa berbagai permasalahan yang dihadapi daerah dalam mengupayakan pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap anak di dalam ranah jaringan.

    “Isunya sangat komplek dan yang terlibat juga banyak,” cetusnya.

    Sehingga menurutnya permasalahan ini memerlukan adanya kolaborasi sektor-sektor lain untuk memaksimalkan pencegahan dan penanganannya.

    Senada dengan Sekda Sri Wahyuni, Woro Srihastuti mengatakan anak-anak merupakan potensi dalam membangun bangsa menuju Indonesia Emas 2045 nanti.

    “Kita harus memastikan anak-anak dalam kondisi baik dan terlindungi dari kekerasan,” ujar Woro.

    Hadir dalam rakorda itu, Kepala DKP3A Kaltim Noryani Sorayalita sejumlah pemangku kepentingan PPA se-Kaltim.

    Kasus Kekerasan Anak Meningkat Kemenkominfo Sekda Kaltim Sri Wahyuni
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ratu Arifanza

    Related Posts

    Rudy Mas’ud Pastikan Segiri Bisa Dipakai Borneo FC Berlaga di Kancah Asia

    Mei 18, 2026

    Benteng untuk Guru, PGRI Kaltim Diminta Prioritaskan Perlindungan Hukum dan Sertifikasi

    Mei 15, 2026

    Latsar CPNS Kutim Ditutup dengan Pesan Ketangguhan

    Mei 15, 2026

    IKAMBA Kaltim Resmi Dilantik, Seno Aji Soroti Peran Strategis Warga Manggarai Barat

    Mei 15, 2026

    Temindung Creative Hub Jadi Motor Baru Ekraf Kaltim, Rindekrafda 2026–2030 Disiapkan

    Mei 13, 2026

    Dari Tambang ke Kreatif, Gekraf Kaltim Didorong Jadi Motor Ekonomi Baru

    Mei 12, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Generasi Muda Jadi Sasaran Judi Online, OJK Perkuat Literasi Keuangan

    R’syaMei 29, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Kepala Divisi Layanan Manajemen Strategis dan Koordinasi Regional Otoritas Jasa Keuangan (OJK)…

    Jelang Musda VI di Samarinda, Demokrat Kaltim Resmi Buka Seleksi Ketua Baru

    Mei 29, 2026

    38 Desa di Kaltim Masih Blank Spot Internet, Terkendala Listrik dan Anggaran

    Mei 29, 2026

    Kabar Gembira, Ribuan Rumah di Bontang Dapat Sambungan Listrik Gratis 900 Watt

    Mei 29, 2026

    Diserbu Wisatawan Saat Libur Iduladha, Area Publik IKN Dipenuhi Pengunjung

    Mei 29, 2026
    1 2 3 … 3,110 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.