Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    APBD Perubahan 2026 Samarinda Berpotensi Defisit Rp600 Miliar

    September 20, 2026

    Dana Pemerintah Rp299 Triliun Masih Parkir di Bank BUMN, Kemenkeu Siapkan Penarikan Bertahap

    September 20, 2026

    Erau Adat Kutai Jadi Ruang Belajar Budaya, Hetifah Dorong Pengetahuan Warisan Kutai ke Generasi Muda

    September 20, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Pemerintah»Karhutla Samarinda Capai 127 Kejadian, Luas Lahan Terbakar Tembus 211 Hektare
    Pemerintah

    Karhutla Samarinda Capai 127 Kejadian, Luas Lahan Terbakar Tembus 211 Hektare

    Andika SaputraBy Andika SaputraSeptember 1, 2026Updated:September 18, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Kepala BPBD Kota Samarinda, Suwarso (Insitekaltim/Andika)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Samarinda tercatat mencapai 127 kejadian sejak Januari hingga akhir Agustus 2026, dengan total luas area terbakar sekitar 211 hektare.

    Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda Suwarso mengatakan, kejadian karhutla paling banyak terjadi pada Agustus. Seluruh kejadian yang telah dilaporkan hingga saat ini telah mendapatkan penanganan.

    “Ya sampai dengan hari ini itu ada 127 kejadian. Itu dihitung dari Januari, memang yang terbanyak di bulan Agustus, dengan luasan kurang lebih 211 hektare. Itu semuanya tertangani,” ujar Suwarso, Selasa, 1 September 2026.

    Menurutnya, penanganan karhutla dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Republik Indonesia (Polri), relawan, BPBD hingga unsur pemerintah provinsi.

    Apabila kebakaran terjadi secara bersamaan di sejumlah lokasi, petugas akan membagi kekuatan berdasarkan arahan Posko Siaga Darurat agar seluruh titik dapat segera ditangani.

    Suwarso menyebut wilayah yang mengalami kebakaran dengan luasan cukup besar berada di Kelurahan Bantuas. Selain itu, Kecamatan Sambutan dan Kecamatan Palaran juga menjadi wilayah yang cukup sering menghadapi karhutla.

    Ia menjelaskan penanganan karhutla di Samarinda masih menghadapi sejumlah kendala, terutama kondisi medan dan keterbatasan sumber air. Lahan gambut yang memiliki kedalaman cukup tinggi membuat petugas kesulitan menjangkau titik api yang berada di bagian dalam.

    “Yang menjadi kendala pemadaman lahan itu terutama disebabkan oleh medan. Termasuk lahan gambut yang begitu dalam sehingga kita kesulitan menjangkau titik-titik api yang ada di dalam,” jelasnya.

    Di tengah kondisi kekeringan, keterbatasan air juga menjadi persoalan lain yang harus ditangani pemerintah. Beberapa instalasi pengolahan air (IPA) milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) terdampak intrusi air laut sehingga tidak dapat melakukan produksi.

    Untuk mengatasi kondisi tersebut, pemerintah menyalurkan air bersih menggunakan mobil tangki ke sejumlah wilayah yang mengalami kesulitan air, khususnya Kecamatan Sambutan dan Palaran.

    Distribusi dilakukan ke berbagai titik, seperti masjid, fasilitas umum, sekolah hingga rumah warga yang memiliki tempat penampungan air.

    Suwarso menegaskan, pemerintah saat ini memprioritaskan dua penanganan utama selama kondisi kekeringan, yakni pengendalian kebakaran lahan serta pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat.

    “Jadi ada dua yang kita utamakan, yaitu penanganan kebakaran lahan dan penanganan untuk distribusi air bersih bagi lokasi yang kesulitan air bersih,” pungkasnya.

     

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Andika Saputra

    Related Posts

    Kaltim Pertahankan Juara Umum MTQN 2026, Piala Presiden Kembali ke Bumi Etam

    September 20, 2026

    Hati-Hati, Air Void Bekas Tambang Hanya Layak untuk Pengairan Pertanian

    September 19, 2026

    ISPU Samarinda Membaik, Sekolah Kembali Tatap Muka Mulai Senin

    September 19, 2026

    Mahakam Surut dan Kabut Asap Menebal, KSOP Perketat Imbauan Pelayaran

    September 18, 2026

    Kunjungan Anak Muda ke Perpustakaan Kaltim Meningkat, Koleksi Buku Masih Terbatas

    September 18, 2026

    Peluang Hujan Samarinda Masih Kecil, OMC Terus Diupayakan

    September 18, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    APBD Perubahan 2026 Samarinda Berpotensi Defisit Rp600 Miliar

    IraSeptember 20, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Badan Anggaran (Banggar) DPRD Samarinda menyoroti potensi defisit sekitar Rp600 miliar dalam…

    Dana Pemerintah Rp299 Triliun Masih Parkir di Bank BUMN, Kemenkeu Siapkan Penarikan Bertahap

    September 20, 2026

    Erau Adat Kutai Jadi Ruang Belajar Budaya, Hetifah Dorong Pengetahuan Warisan Kutai ke Generasi Muda

    September 20, 2026

    Berat Badan Naik Lagi Setelah Diet, Ini yang Terjadi pada Tubuh

    September 20, 2026

    Air Tanah Jadi Cadangan Saat Kemarau, Ini Temuan Unmul soal Sumur Bor di Kaltim

    September 20, 2026
    1 2 3 … 3,353 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.