Insitekaltim, Samarinda – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) masih memiliki potensi hujan, termasuk Kota Samarinda. Namun, peluang hujan di Samarinda diperkirakan masih lebih kecil dibandingkan sejumlah wilayah lain di Kaltim.
Kepala Stasiun Meteorologi APT Pranoto Samarinda Riza Arian Noor mengatakan, hingga hari ini potensi hujan secara umum masih terdapat di sejumlah wilayah Kaltim.
“Untuk tanggal 16 dan 17 kemarin dan hari ini memang wilayah Kalimantan Timur secara umum ada potensi hujan,” kata Riza, Kamis 18 September 2026.
Potensi hujan di Samarinda hari ini tergolong rendah dengan peluang sekitar 10 perden hingga 35 persen pada siang hari.
Menurutnya, potensi hujan lebih besar berada di wilayah Kaltim bagian utara dan barat. Beberapa wilayah yang berpeluang mengalami hujan antara lain Berau, Kutai Timur, Mahakam Ulu, Kutai Barat hingga Kutai Kartanegara.
Sementara itu, Samarinda tetap memiliki peluang hujan, meski relatif lebih kecil.
“Kalau Samarinda ada peluang walaupun masih relatif lebih kecil,” ujarnya.
Di tengah kondisi tersebut, BMKG bersama pihak terkait juga masih melaksanakan operasi modifikasi cuaca (OMC) sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan peluang terjadinya hujan di wilayah Kaltim.
Riza menjelaskan, keberhasilan OMC sangat bergantung pada keberadaan awan yang memenuhi syarat untuk dilakukan penyemaian. Sebab, material yang digunakan dalam operasi tersebut disemai ke awan yang memiliki karakteristik tertentu.
“Kalau kita melaksanakan operasi modifikasi cuaca, bahan-bahan utamanya itu kan awan. Jadi yang kita semai itu adalah awan-awan superseding,” jelasnya.
Karena itu, pelaksanaan OMC tidak dapat diarahkan secara bebas ke satu wilayah tertentu. Pesawat akan menyasar wilayah yang memiliki kondisi awan paling potensial untuk dilakukan penyemaian.
“Operasinya Kalimantan Timur, jadi kita enggak bisa memilih-milih wilayah mana. Artinya, wilayah mana yang paling potensial, di situ kita akan lakukan kegiatan atau operasi modifikasi cuaca,” terang Riza.
Kondisi tersebut juga menjadi salah satu kendala ketika awan yang terbentuk di sekitar Samarinda tidak memenuhi kriteria untuk disemai. Tanpa awan yang memadai, proses penyemaian tidak dapat dilakukan secara optimal.
BMKG berharap operasi modifikasi cuaca yang masih berlangsung dapat membantu meningkatkan curah hujan di wilayah Kaltim, termasuk Samarinda, sebagai bagian dari upaya menghadapi kondisi cuaca kering yang terjadi saat ini.

