Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Juli 2026 Uang Primer Tumbuh 17,1 Persen, Capai Rp2.254,5 Triliun

    Agustus 13, 2026

    Polda Kaltim Luncurkan URC Reserse, Respons Laporan Kejahatan 24 Jam

    Agustus 13, 2026

    Tegaskan HIV/AIDS Isu Kesehatan Masyarakat, IAC Minta Perda Baru Bebas Stigma dan Diskriminasi

    Agustus 13, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Bontang»Joni Alla Padang Soroti Ketimpangan Data dan Realitas Stunting di Lapangan
    DPRD Bontang

    Joni Alla Padang Soroti Ketimpangan Data dan Realitas Stunting di Lapangan

    SittiBy SittiNovember 12, 202402 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Anggota DPRD Kota Bontang, Joni Alla Padang.
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Bontang – Anggota DPRD Kota Bontang Joni Alla Padang mengkritisi perbedaan antara data pemerintah terkait penanganan stunting dengan realitas yang terjadi di lapangan.

    Banyak kasus stunting yang tidak sepenuhnya tercakup dalam data resmi, terutama di wilayah Gotong Royong, Kelurahan Belimbing. Ia menyoroti kurangnya akses dan pelayanan kesehatan yang efektif bagi masyarakat kelas menengah ke bawah di wilayah tersebut.

    Joni bahkan mengaku harus mendirikan posyandu di Gotong Royong atas inisiatifnya sendiri, setelah melihat adanya warga yang kesulitan mendapatkan layanan kesehatan dasar. Kondisi ini, menurutnya, adalah bukti nyata ketimpangan antara data pemerintah dan kondisi sesungguhnya di masyarakat.

    Pemerintah terlalu fokus pada data statistik tanpa mengupayakan solusi yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

    “Kita sering asyik berbicara terkait data dan grafik perubahan, tetapi ketika bertanya kepada masyarakat, sampai mana realisasinya,” ujar Joni saat rapat kerja pada Senin (11/11/2024).

    Masyarakat sering tidak menyadari kondisi kesehatan anaknya karena kurangnya pemahaman mengenai stunting. Kesadaran akan kesehatan ini perlu ditingkatkan dengan edukasi yang lebih masif dan dukungan pemerintah.

    Joni berharap pemerintah segera mengembangkan sistem digitalisasi data untuk memperbaiki koordinasi dalam penanganan stunting. Sistem ini dapat membantu memastikan data yang diperoleh benar-benar mencerminkan kondisi di lapangan serta memudahkan pengambilan keputusan yang lebih efektif dan terkoordinasi.

    “Saya berharap dari Bapperida karena otak dari segala fungsi koordinasi ada di sistem digitalisasi. Saya senang jika nantinya ada digitalisasi agar tertata rapi, data yang terinput akan muncul sehingga jelas realisasinya,” tutur Joni.

    Dengan adanya digitalisasi, aspirasi yang muncul dalam reses dan musrenbang bisa tercatat secara langsung, sehingga proses tindak lanjut program di lapangan menjadi lebih efisien dan tepat sasaran.

    DPRD Bontang Joni Alla Padang Stunting
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Sitti

    Related Posts

    BKKBN Kaltim Perkuat Intervensi Non-Nutrisi untuk Tekan Stunting

    Juli 20, 2026

    Lampaui Target Nasional, Stunting di Samarinda Turun Jadi 17,13 Persen

    Juli 14, 2026

    Program MBG Belum Bisa Jadi Tolok Ukur Penurunan Stunting di Samarinda

    Juli 13, 2026

    Cegah Anak Stunting, Kini Periksa Kehamilan Wajib Delapan Kali

    Juli 12, 2026

    Inisiasi Menyusu Dini, Intervensi Tepat Dukung Pertumbuhan Bayi Juga Stunting

    Juli 3, 2026

    Stunting Samarinda Sudah di Bawah Nasional, DPPKB: Tantangan Terbesar Perubahan Perilaku

    Juli 2, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Juli 2026 Uang Primer Tumbuh 17,1 Persen, Capai Rp2.254,5 Triliun

    Nur AjijahAgustus 13, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Pertumbuhan Uang Primer (M0) pada Juli 2026 mencapai 17,1 persen secara tahunan…

    Polda Kaltim Luncurkan URC Reserse, Respons Laporan Kejahatan 24 Jam

    Agustus 13, 2026

    Tegaskan HIV/AIDS Isu Kesehatan Masyarakat, IAC Minta Perda Baru Bebas Stigma dan Diskriminasi

    Agustus 13, 2026

    Guru Masih Kurang 500 Orang, Disdikbud Samarinda Prioritaskan Perbaikan Sarpras Sekolah

    Agustus 13, 2026

    Penjangkauan HIV di Samarinda Makin Sulit, PKBI Soroti Pemangkasan Anggaran dan Penolakan Sosial

    Agustus 13, 2026
    1 2 3 … 3,276 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.