Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Pemkot Samarinda Prioritaskan Insentif Guru, Skema Pembayaran 2027 Dikaji

    Oktober 10, 2026

    Polisi Mulai Selidiki Dugaan Kawat Medis Tertinggal di Jantung Pasien RSUD AWS

    Oktober 9, 2026

    Teguh Santosa Soroti Pembangunan Sahara Maroko dalam Forum Dekolonisasi PBB

    Oktober 9, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Pendidikan»Jangan Gegabah! Akademisi Unmul Ingatkan Risiko Penghapusan Prodi Tanpa Kajian Mendalam
    Pendidikan

    Jangan Gegabah! Akademisi Unmul Ingatkan Risiko Penghapusan Prodi Tanpa Kajian Mendalam

    Ratu ArifanzaBy Ratu ArifanzaApril 30, 2026Updated:Juli 2, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Dosen FISIP Unmul, Kemal Sandi saat memberikan tanggapan terkait penghapusan beberapa prodi. (Insitekaltim/ ratu)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Wacana penghapusan sejumlah program studi (prodi) yang dinilai tidak relevan dengan kebutuhan industri mendapat tanggapan dari kalangan akademisi.

    Dosen FISIP Universitas Mulawarman (unmul) Kemal Sandi menilai, kebijakan tersebut tidak bisa dilakukan secara terburu-buru tanpa kajian yang komprehensif.

    Menurut Kemal, alasan utama munculnya wacana tersebut adalah rendahnya tingkat penyerapan lulusan di dunia kerja. Namun, ia menegaskan indikator tersebut tidak cukup kuat untuk langsung menghapus suatu program studi.

    “Kalau langsung dihapus, tentu perlu kajian lebih dalam. Memang ada pertimbangan karena alumni tidak terserap di dunia kerja, tapi itu bukan satu-satunya indikator,” ujarnya saat ditemui di Kantor PWI Kaltim, Jalan Biola, Samarinda, Kamis, 30 April 2026.

    Ia menjelaskan, sejumlah program studi yang sempat diisukan akan terdampak, seperti Manajemen dan Akuntansi, justru masih memiliki tingkat peminat yang tinggi di kalangan lulusan SMA dan MA.

    “Tingkat peminatnya masih tinggi. Banyak calon mahasiswa melihat prodi itu tidak hanya untuk bekerja di perusahaan, tapi juga sebagai bekal untuk membuka usaha sendiri,” jelasnya.

    Kemal menilai, pendekatan yang terlalu berorientasi pada kebutuhan industri berpotensi mengabaikan aspek lain dalam pendidikan tinggi, seperti pengembangan kewirausahaan dan fleksibilitas karier lulusan.

    Selain itu, ia juga menyoroti perbedaan respons antara perguruan tinggi negeri dan swasta dalam menyikapi kebijakan tersebut.

    Kata dia, kampus negeri cenderung mengikuti regulasi pemerintah, sementara kampus swasta memiliki ruang lebih untuk melakukan evaluasi internal.

    “Kalau kampus negeri seperti Unmul tentu akan mengikuti aturan yang ada. Tapi kampus swasta masih bisa mempertimbangkan, bahkan menganalisis ulang sebelum mengambil keputusan,” katanya.

    Ia mencontohkan kampus swasta yang dinilai memiliki otonomi lebih dalam menentukan kebijakan akademik, termasuk dalam mempertahankan program studi yang masih diminati masyarakat.

    Menurut Kemal, sebelum mengambil keputusan besar seperti penghapusan prodi, pemerintah perlu melibatkan berbagai pihak, termasuk akademisi dan institusi pendidikan, agar kebijakan yang dihasilkan lebih tepat sasaran.

    “Perlu analisis yang komprehensif, tidak hanya melihat dari sisi penyerapan tenaga kerja, tetapi juga minat masyarakat dan potensi lain dari lulusan,” tegasnya.

    Ia berharap wacana ini dapat dikaji secara matang sehingga tidak merugikan dunia pendidikan, sekaligus tetap mampu menjawab kebutuhan perkembangan industri di masa depan.

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ratu Arifanza

    Related Posts

    Pemkot Samarinda Prioritaskan Insentif Guru, Skema Pembayaran 2027 Dikaji

    Oktober 10, 2026

    Mahasiswa Dorong Perpustakaan Samarinda Tingkatkan Fasilitas sebagai Ruang Belajar

    Oktober 5, 2026

    Polemik Pascapilrek Unmul Berlanjut, Agenda 100 Hari Rektor Terpilih Bergeser

    Oktober 2, 2026

    SMAN 3 Kota Bangun Rusak Diterjang Angin, Disdikbud Kaltim Segera Turunkan Tim

    September 27, 2026

    Gratispol Pendidikan dan Kesehatan Jadi Sorotan, Arah Pembangunan SDM Kaltim Dapat Pengakuan Nasional

    September 26, 2026

    Hadapi Hoaks dan AI, Literasi Informasi Jadi Tantangan Pendidikan di Era Digital

    September 24, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Pemkot Samarinda Prioritaskan Insentif Guru, Skema Pembayaran 2027 Dikaji

    Ratu ArifanzaOktober 10, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda masih mengkaji kemungkinan pembayaran insentif guru setiap bulan…

    Polisi Mulai Selidiki Dugaan Kawat Medis Tertinggal di Jantung Pasien RSUD AWS

    Oktober 9, 2026

    Teguh Santosa Soroti Pembangunan Sahara Maroko dalam Forum Dekolonisasi PBB

    Oktober 9, 2026

    Anggaran RTLH Samarinda 2027 Belum Pasti, Wali Kota Pastikan Program Tetap Berjalan

    Oktober 9, 2026

    Musim Hujan Kaltim Baru Mulai November, El Nino Diprediksi Bertahan hingga 2027

    Oktober 9, 2026
    1 2 3 … 3,379 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.