Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Pasien Tetap Berhak Dijamin BPJS Kesehatan, Meski Menolak Tindakan Medis Tertentu

    Juni 9, 2026

    Menelusuri Harga Kebutuhan Pokok di Pasar Sigiri, Harga Ayam Merangkak Naik, Plastik Justru Turun

    Juni 9, 2026

    Sempadan Sungai Bisa Atasi Banjir, DPRD Masih Cari Celah Kewenangan

    Juni 9, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Pendidikan»Jangan Gegabah! Akademisi Unmul Ingatkan Risiko Penghapusan Prodi Tanpa Kajian Mendalam
    Pendidikan

    Jangan Gegabah! Akademisi Unmul Ingatkan Risiko Penghapusan Prodi Tanpa Kajian Mendalam

    Ratu ArifanzaBy Ratu ArifanzaApril 30, 2026Updated:April 30, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Dosen FISIP Unmul, Kemal Sandi saat memberikan tanggapan terkait penghapusan beberapa prodi. (Insitekaltim/ ratu)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Wacana penghapusan sejumlah program studi (prodi) yang dinilai tidak relevan dengan kebutuhan industri mendapat tanggapan dari kalangan akademisi.

    Dosen FISIP Universitas Mulawarman (unmul) Kemal Sandi menilai, kebijakan tersebut tidak bisa dilakukan secara terburu-buru tanpa kajian yang komprehensif.

    Menurut Kemal, alasan utama munculnya wacana tersebut adalah rendahnya tingkat penyerapan lulusan di dunia kerja. Namun, ia menegaskan indikator tersebut tidak cukup kuat untuk langsung menghapus suatu program studi.

    “Kalau langsung dihapus, tentu perlu kajian lebih dalam. Memang ada pertimbangan karena alumni tidak terserap di dunia kerja, tapi itu bukan satu-satunya indikator,” ujarnya saat ditemui di Kantor PWI Kaltim, Jalan Biola, Samarinda, Kamis, 30 April 2026.

    Ia menjelaskan, sejumlah program studi yang sempat diisukan akan terdampak, seperti Manajemen dan Akuntansi, justru masih memiliki tingkat peminat yang tinggi di kalangan lulusan SMA dan MA.

    “Tingkat peminatnya masih tinggi. Banyak calon mahasiswa melihat prodi itu tidak hanya untuk bekerja di perusahaan, tapi juga sebagai bekal untuk membuka usaha sendiri,” jelasnya.

    Kemal menilai, pendekatan yang terlalu berorientasi pada kebutuhan industri berpotensi mengabaikan aspek lain dalam pendidikan tinggi, seperti pengembangan kewirausahaan dan fleksibilitas karier lulusan.

    Selain itu, ia juga menyoroti perbedaan respons antara perguruan tinggi negeri dan swasta dalam menyikapi kebijakan tersebut.

    Kata dia, kampus negeri cenderung mengikuti regulasi pemerintah, sementara kampus swasta memiliki ruang lebih untuk melakukan evaluasi internal.

    “Kalau kampus negeri seperti Unmul tentu akan mengikuti aturan yang ada. Tapi kampus swasta masih bisa mempertimbangkan, bahkan menganalisis ulang sebelum mengambil keputusan,” katanya.

    Ia mencontohkan kampus swasta yang dinilai memiliki otonomi lebih dalam menentukan kebijakan akademik, termasuk dalam mempertahankan program studi yang masih diminati masyarakat.

    Menurut Kemal, sebelum mengambil keputusan besar seperti penghapusan prodi, pemerintah perlu melibatkan berbagai pihak, termasuk akademisi dan institusi pendidikan, agar kebijakan yang dihasilkan lebih tepat sasaran.

    “Perlu analisis yang komprehensif, tidak hanya melihat dari sisi penyerapan tenaga kerja, tetapi juga minat masyarakat dan potensi lain dari lulusan,” tegasnya.

    Ia berharap wacana ini dapat dikaji secara matang sehingga tidak merugikan dunia pendidikan, sekaligus tetap mampu menjawab kebutuhan perkembangan industri di masa depan.

    Dosen FISIP Unmul Kemal Sandi Wacana penghapusan prodi
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ratu Arifanza

    Related Posts

    SPMB Samarinda 2026 Serba Online, Simak Tahapan dan Jalur Pendaftarannya

    Juni 8, 2026

    Gratispol Sudah Jalan, DPRD Kaltim Ingatkan Kampus Jangan Lambat Beri Kepastian Mahasiswa

    Juni 7, 2026

    Pendidikan Tak Harus Formal, Mendikdasmen: SKB Balikpapan Tengah Contoh Baik

    Juni 5, 2026

    Banjir Bertahun-tahun Ganggu Proses Belajar, SDN 012 Sungai Kunjang Diusulkan Dibangun Ulang

    Juni 5, 2026

    Jangan Patah Semangat, Ini Beasiswa LPDP 2026 yang Masih Buka hingga Akhir Juni

    Juni 5, 2026

    Lulusannya Langka! Jurusan Kuliah Ini Malah Jadi Rebutan Korporasi Besar

    Juni 4, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Pasien Tetap Berhak Dijamin BPJS Kesehatan, Meski Menolak Tindakan Medis Tertentu

    Nur AjijahJuni 9, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Pasien peserta BPJS Kesehatan yang menolak tindakan medis tertentu, tetap mendapatkan jaminan…

    Menelusuri Harga Kebutuhan Pokok di Pasar Sigiri, Harga Ayam Merangkak Naik, Plastik Justru Turun

    Juni 9, 2026

    Sempadan Sungai Bisa Atasi Banjir, DPRD Masih Cari Celah Kewenangan

    Juni 9, 2026

    Tambang Makan Korban Lagi, Deni: Kaltim Menyumbang Kekayaan, Tapi Menanggung Derita

    Juni 9, 2026

    Dukung Konsep Tri City IKN, Samarinda Siapkan Infrastruktur dan Pengendalian Banjir

    Juni 8, 2026
    1 2 3 … 3,131 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.