Insitekaltim, Samarinda – Kesibukan mendampingi anak-anak setiap hari tidak membuat Seviya, seorang guru di TK Negeri 1 Samarinda melupakan pentingnya menjaga kesehatan tubuh. Wanita berusia 23 tahun itu rutin bermain bulu tangkis sebagai cara menjaga kebugaran sekaligus melepaskan penat setelah mengajar.

Menurutnya, kondisi fisik yang prima sangat penting bagi seorang guru TK karena berhubungan langsung dengan kesabaran dan pengendalian emosi saat mendampingi anak-anak.
“Biasanya kalau badan kurang fit atau lagi tidak enak badan kita jadi lebih mudah emosi karena pada dasarnya memang sedang capek,” ujarnya di Samarinda, Kamis, 11 Juni 2026.
Ketertarikannya terhadap bulu tangkis berawal dari lingkungan pertemanan yang sebagian besar memiliki hobi serupa. Awalnya ia hanya mencoba, namun lama-kelamaan semakin menikmati olahraga tersebut hingga rutin bermain.
“Dari circle pertemanan rata-rata mereka main bulu tangkis. Awalnya coba-coba, lama-kelamaan semakin seru karena olahraga ini melatih fokus dan ada unsur kompetisinya,” ungkapnya.
Seviya mulai aktif bermain bulu tangkis sejak awal 2026. Ia biasanya bermain sekitar satu kali dalam sepekan atau empat kali dalam sebulan, menyesuaikan waktu luang setelah bekerja.
Bagi Seviya, manfaat terbesar yang dirasakan bukan hanya kebugaran fisik, melainkan juga kesehatan mental. Setelah seharian mengajar dan menghadapi berbagai aktivitas di sekolah, bermain bulu tangkis menjadi sarana menyalurkan energi dan mengurangi stres.
“Kalau sudah capek mengajar seharian kepala rasanya penuh. Setelah main bulu tangkis seperti meluapkan emosi dan energi yang tertahan. Pulang-pulang rasanya lebih ringan dan lebih rileks,” tuturnya.
Ia mengatakan, kebiasaan hidup sehat penting dikenalkan sejak usia dini sebab aktivitas fisik dapat membantu perkembangan motorik anak sekaligus meningkatkan rasa percaya diri mereka.
“Kadang ada anak yang masih belum berani bergerak atau mencoba sesuatu. Dengan dikenalkan aktivitas fisik sejak dini, mereka bisa lebih percaya diri,” terangnya.
Seviya mengajak masyarakat, khususnya para guru dan pekerja yang memiliki kesibukan tinggi untuk tetap menyempatkan diri berolahraga. Olahraga, lanjutnya, tidak hanya menjaga kesehatan tubuh, tetapi juga membantu menjaga kesehatan mental.
“Olahraga itu bisa menjaga kewarasan diri. Kalau lagi stres atau burnout bisa diluapkan lewat olahraga. Sehat itu tidak mahal, sakit yang mahal. Jadi lebih baik olahraga,” pungkasnya.

