Insitekaltim, Samarinda – Melalui penanganan yang tepat, bayi yang telanjur lahir dengan kondisi stunting masih memiliki peluang untuk tumbuh lebih sehat.
Karenanya, menurut Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Timur (Kaltim), Jaya Mualimin, bayi yang telah mengalami stunting tidak boleh dibiarkan tanpa penanganan.
Jaya menegaskan, Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dan pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama merupakan langkah paling efektif untuk mendukung pertumbuhan bayi.
“Makanan yang paling cocok untuk bayi yang lahir dengan risiko stunting adalah air susu ibu. Selama enam bulan pertama cukup diberikan ASI eksklusif,” katanya.
Pemerintah akan melakukan berbagai intervensi, agar pertumbuhan dan perkembangan anak dapat terus dipantau serta diperbaiki.
“Kalau yang sudah stunting tentu dilakukan intervensi, mulai dari pemberian makanan tambahan, pengobatan apabila anak sakit, hingga pemantauan kesehatannya secara berkala,” ujar Jaya, Jumat, 3 Juli 2026.
Ia menjelaskan, anak yang mengalami stunting umumnya memiliki risiko lebih tinggi terserang berbagai penyakit. Karena itu, selain pemenuhan nutrisi, imunisasi dasar lengkap juga wajib diberikan sebagai perlindungan terhadap penyakit menular.
Menurutnya, bayi yang lahir dengan berat badan lahir rendah (BBLR). Merupakan kelompok yang berisiko mengalami stunting, sehingga membutuhkan perhatian khusus sejak hari-hari pertama kelahiran.
Dinas Kesehatan Kaltim, juga terus mengampanyekan pentingnya ibu menyusui tetap memberikan ASI meski telah kembali bekerja.
Salah satunya melalui edukasi mengenai teknik memerah atau pumping ASI agar dapat disimpan dan diberikan kepada bayi saat ibu berada di tempat kerja.
Selain itu, Jaya mendorong seluruh instansi pemerintah maupun swasta menyediakan ruang laktasi bagi ibu menyusui.
Menurutnya, fasilitas tersebut penting agar para ibu tetap dapat memerah ASI atau menyusui bayinya dengan nyaman.
“Kami ingin masyarakat dan tempat kerja memberikan ruang bagi ibu menyusui. Ketika mereka perlu memerah ASI atau menyusui anaknya, harus diberikan kesempatan karena itu sangat penting untuk mendukung tumbuh kembang anak,” tegasnya.

