Insitekaltim, Samarinda – IKIP PGRI Kalimantan Timur (Kaltim) mulai membangun kembali jejaring alumninya melalui pembentukan Ikatan Alumni (IKA) yang ditargetkan terbentuk dalam dua bulan ke depan.
Langkah tersebut menjadi salah satu hasil penting dari reuni perdana alumni lintas generasi yang digelar di Kampus IKIP PGRI Kaltim, Minggu, 12 Juli 2026.
Wakil Rektor III Bidang Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat IKIP PGRI Kaltim Abdul Rozak Fahrudin, mengatakan reuni perdana bukan sekadar ajang temu kangen, tetapi menjadi momentum konsolidasi alumni untuk memperkuat hubungan dengan almamater sekaligus membentuk organisasi resmi yang selama ini belum terbentuk.
“Kegiatan ini merupakan reuni perdana yang mempertemukan alumni dari berbagai program studi, seperti Pendidikan Matematika, Pendidikan Ekonomi, Pendidikan Olahraga, hingga program lainnya. Harapan kami, melalui silaturahmi ini juga terbentuk Ikatan Alumni IKIP PGRI Kaltim,” ujarnya.
Dalam forum reuni para peserta telah menyepakati pembentukan lima orang tim formatur yang bertugas menyusun struktur kepengurusan Ikatan Alumni (IKA). Tim tersebut diberi waktu maksimal dua bulan untuk merampungkan susunan organisasi sebelum dilakukan pelantikan.
“Di dalam kegiatan tadi sudah disepakati lima orang tim formatur. Mereka akan menyusun struktur organisasi Ikatan Alumni IKIP PGRI Kalimantan Timur. Target kami paling lama dua bulan kepengurusan sudah terbentuk, setelah itu bisa segera dilantik,” katanya.
Tim formatur terdiri dari sejumlah alumni yang telah memiliki pengalaman dan rekam jejak di berbagai instansi pemerintahan maupun dunia pendidikan. Di antaranya Dr. Mutanto mantan Kepala Dinas Pendidikan Kutai Timur dan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Balikpapan, Abdul Muis yang menjabat Sekretaris Satpol PP Provinsi Kaltim, serta beberapa alumni lainnya.
Rozak menilai kiprah para alumni tersebut menjadi bukti bahwa IKIP PGRI Kaltim telah melahirkan banyak sumber daya manusia yang berkontribusi bagi pembangunan daerah.
“Saya bangga karena alumni IKIP banyak yang telah menduduki posisi strategis. Bahkan ada juga alumni kita yang sekarang menjadi senator di Jakarta,” ungkapnya.
Ia berharap keberadaan Ikatan Alumni nantinya tidak hanya menjadi wadah silaturahmi, tetapi mampu mendukung pengembangan kampus melalui berbagai bentuk kerja sama, termasuk membuka peluang bagi mahasiswa dan lulusan baru.
“Yang ingin kami bangun bukan hanya organisasinya, tetapi juga kontribusi nyata alumni terhadap kampus. Dengan jejaring yang kuat, alumni bisa bersama-sama mendukung kegiatan akademik, kerja sama, hingga pengembangan IKIP PGRI Kaltim ke depan,” jelasnya.
Setelah kepengurusan Ikatan Alumni terbentuk, kampus bersama alumni berencana menggelar reuni akbar pada 2027 atau 2028 dengan cakupan peserta yang lebih luas.
“Rencana reuni akbar akan menunggu kepengurusan IKA terbentuk. Nanti panitia yang akan menentukan waktu dan tempat pelaksanaannya. Harapan kami, reuni berikutnya bisa menghadirkan lebih banyak alumni dari berbagai daerah, termasuk mereka yang saat ini bertugas di luar Kaltim,” pungkas Rozak.

