Insitekaltim, Samarinda – Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Timur (Kaltim) mencatat jumlah perjalanan wisatawan domestik menuju kabupaten dan kota di Kaltim meningkat 6,79 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Sedangkan Kota Samarinda dan Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), menjadi motor utama aktivitas perjalanan yang turut mendorong perputaran ekonomi daerah.
Kepala BPS Kalimantan Timur, Mas’ud Rifai, mengatakan jumlah perjalanan wisatawan nusantara menuju berbagai daerah di Kaltim pada Mei 2026 mencapai 1.259.540 perjalanan.
Ini memperlihatkan, pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) di Kaltim menunjukkan tren positif pada Mei 2026.
“Samarinda menjadi tujuan utama dengan pangsa 25,81 persen, disusul Kutai Kartanegara 21,56 persen, dan Balikpapan 19,54 persen,” ujarnya.
Sementara itu, dari sisi daerah asal, total mobilitas wisatawan nusantara di Kaltim mencapai 1.283.879 perjalanan.
Samarinda kembali menjadi penyumbang perjalanan terbesar dengan kontribusi 26,02 persen, diikuti Kutai Kartanegara 20,14 persen, dan Balikpapan 19,31 persen.
Tingginya mobilitas tersebut ,menunjukkan aktivitas ekonomi berbasis perjalanan dan pariwisata domestik masih menjadi penopang penting di Kalimantan Timur. Pergerakan masyarakat antarwilayah turut memberi dampak terhadap sektor transportasi, perhotelan, kuliner, hingga perdagangan.
Di sisi lain, kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) juga mengalami peningkatan. Pada Mei 2026, jumlah wisman yang datang ke Kalimantan Timur mencapai 1.103 kunjungan, naik 20,02 persen dibandingkan April 2026.
Wisatawan asing didominasi oleh pelancong asal Brunei Darussalam sebesar 46,33 persen, disusul Malaysia 23,21 persen, dan Singapura 6,07 persen.
Seluruh kunjungan tersebut masuk melalui Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan, sementara tidak ada kunjungan melalui jalur laut.
Meski kunjungan wisatawan mancanegara meningkat, aktivitas pariwisata Kalimantan Timur masih didominasi oleh pergerakan wisatawan domestik.
Kondisi ini menjadikan Samarinda dan Kutai Kartanegara sebagai pusat mobilitas sekaligus penggerak utama aktivitas ekonomi berbasis pariwisata di Benua Etam.

