Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    KONI Kaltim Kejar Tambahan Rp5 Miliar agar 64 Cabor Tetap Tampil di Porprov VIII Paser

    Agustus 17, 2026

    Menukar Lelah dengan Sunrise dan Sunset di Puncak Bukit Biru Tenggarong

    Agustus 17, 2026

    Andi Harun Minta Penanganan Kabut Asap Kaltim Dilakukan Bersama Lintas Daerah

    Agustus 17, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Ekonomi»PHK dan Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok Tekan Daya Beli Masyarakat Kaltim
    Ekonomi

    PHK dan Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok Tekan Daya Beli Masyarakat Kaltim

    Nur AjijahBy Nur AjijahJuli 8, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Kepala DPPKUKM Kaltim, Heni Purwaningsih (Insitekaltim/Nur)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Daya beli masyarakat di Kalimantan Timur (Kaltim) saat ini mengalami penurunan. Kondisi tersebut dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari meningkatnya pemutusan hubungan kerja (PHK), kenaikan harga kebutuhan pokok, hingga dampak penyesuaian kebijakan produksi batu bara yang berimbas pada perekonomian daerah.

    Hal tersebut diakui Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (DPPKUKM) Kaltim Heni Purwaningsih, dalam keterangannya, Selasa, 7 Juli 2026.

    Heni menjelaskan, salah satu faktor yang memengaruhi turunnya daya beli adalah penyesuaian Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) sektor pertambangan yang berdampak terhadap meningkatnya PHK.

    Di sisi lain, harga berbagai komoditas, termasuk bahan pokok, terus mengalami kenaikan akibat tingginya biaya distribusi, impor, serta dampak penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM).

    “Pendapatan masyarakat relatif tetap, tetapi harga-harga kebutuhan terus meningkat. Akibatnya, jarak antara penghasilan dan kebutuhan yang harus dipenuhi semakin besar. Itu yang menyebabkan daya beli masyarakat menurun,” ujar Heni.

    Ia menggambarkan, kondisi tersebut melalui kemampuan masyarakat dalam membeli kebutuhan pokok. Jika sebelumnya dengan nominal uang yang sama masyarakat dapat membeli 10 kilogram beras, kini jumlah yang diperoleh hanya sekitar lima kilogram.

    Menurutnya, penurunan daya beli otomatis berdampak pada berkurangnya permintaan terhadap berbagai komoditas. Dalam mekanisme pasar, kondisi tersebut turut memengaruhi jumlah pasokan dan pergerakan harga.

    “Kalau permintaan turun, tentu suplai akan menyesuaikan. Itu hukum ekonomi, permintaan dan penawaran saling memengaruhi,” katanya.

    Selain itu, Heni menilai berbagai kebijakan yang sedang dievaluasi pemerintah, termasuk pada sektor distribusi pangan, juga dapat memengaruhi tingkat permintaan masyarakat terhadap bahan pokok.

    Meski demikian, ia melihat masyarakat mulai melakukan berbagai upaya untuk mengurangi beban pengeluaran rumah tangga. Salah satunya melalui penerapan urban farming atau pemanfaatan lahan pekarangan untuk menanam kebutuhan pangan sendiri.

    “Sekarang masyarakat juga semakin pintar. Urban farming mulai banyak dilakukan sehingga sebagian kebutuhan pangan bisa dipenuhi dari lingkungan sendiri,” pungkasnya.

     

    Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM (DPPKUKM) Kaltim DPPKUKM Kaltim Heni Purwaningsih Kebutuhan Pokok PHK
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Nur Ajijah

    Related Posts

    Kaltim Kejar Swasembada Beras, Capaian Pangan Naik dari 30 Persen Jadi 58 Persen

    Agustus 14, 2026

    APBD Samarinda 2025 Dipatok Rp3,4 Triliun, Pemkot Fokus Kesehatan, Pendidikan, dan Infrastruktur

    Agustus 14, 2026

    Juli 2026 Uang Primer Tumbuh 17,1 Persen, Capai Rp2.254,5 Triliun

    Agustus 13, 2026

    Daya Beli Belum Pulih, Andi Harun Pastikan PBB Samarinda Tak Dinaikkan

    Agustus 12, 2026

    Andi Harun Bocorkan Rancangan APBD Samarinda 2027: Diproyeksi Rp3,3 Triliun, Efisiensi Tetap Jalan

    Agustus 12, 2026

    BAZNAS Kaltim Himpun Rp19,05 Miliar hingga Juli 2026, Zakat Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Mustahik

    Agustus 11, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    KONI Kaltim Kejar Tambahan Rp5 Miliar agar 64 Cabor Tetap Tampil di Porprov VIII Paser

    R’syaAgustus 17, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalimantan Timur (Kaltim) masih mengupayakan tambahan anggaran…

    Menukar Lelah dengan Sunrise dan Sunset di Puncak Bukit Biru Tenggarong

    Agustus 17, 2026

    Andi Harun Minta Penanganan Kabut Asap Kaltim Dilakukan Bersama Lintas Daerah

    Agustus 17, 2026

    Dua Prodi IKIP PGRI Kaltim Masih Buka Pendaftaran hingga September, Ada Gratispol

    Agustus 17, 2026

    Menuju Generasi Emas, IKIP PGRI Kaltim Bekali Mahasiswa dengan Beragam Wawasan

    Agustus 17, 2026
    1 2 3 … 3,281 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.