Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Hadirkan PET CT Scan, Layanan Kedokteran Nuklir RSUD AWS Pertama di Luar Jawa-Bali

    Juli 8, 2026

    Nunggak Proyek 2025, DLH Samarinda Tersangkut Utang Rp8,4 Miliar

    Juli 8, 2026

    Sektor UKM dan Rumah Tangga Merugi Akibat Pemadaman Listrik Massal di Samarinda

    Juli 8, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Ekonomi»PHK dan Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok Tekan Daya Beli Masyarakat Kaltim
    Ekonomi

    PHK dan Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok Tekan Daya Beli Masyarakat Kaltim

    Nur AjijahBy Nur AjijahJuli 8, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Kepala DPPKUKM Kaltim, Heni Purwaningsih (Insitekaltim/Nur)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Daya beli masyarakat di Kalimantan Timur (Kaltim) saat ini mengalami penurunan. Kondisi tersebut dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari meningkatnya pemutusan hubungan kerja (PHK), kenaikan harga kebutuhan pokok, hingga dampak penyesuaian kebijakan produksi batu bara yang berimbas pada perekonomian daerah.

    Hal tersebut diakui Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (DPPKUKM) Kaltim Heni Purwaningsih, dalam keterangannya, Selasa, 7 Juli 2026.

    Heni menjelaskan, salah satu faktor yang memengaruhi turunnya daya beli adalah penyesuaian Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) sektor pertambangan yang berdampak terhadap meningkatnya PHK.

    Di sisi lain, harga berbagai komoditas, termasuk bahan pokok, terus mengalami kenaikan akibat tingginya biaya distribusi, impor, serta dampak penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM).

    “Pendapatan masyarakat relatif tetap, tetapi harga-harga kebutuhan terus meningkat. Akibatnya, jarak antara penghasilan dan kebutuhan yang harus dipenuhi semakin besar. Itu yang menyebabkan daya beli masyarakat menurun,” ujar Heni.

    Ia menggambarkan, kondisi tersebut melalui kemampuan masyarakat dalam membeli kebutuhan pokok. Jika sebelumnya dengan nominal uang yang sama masyarakat dapat membeli 10 kilogram beras, kini jumlah yang diperoleh hanya sekitar lima kilogram.

    Menurutnya, penurunan daya beli otomatis berdampak pada berkurangnya permintaan terhadap berbagai komoditas. Dalam mekanisme pasar, kondisi tersebut turut memengaruhi jumlah pasokan dan pergerakan harga.

    “Kalau permintaan turun, tentu suplai akan menyesuaikan. Itu hukum ekonomi, permintaan dan penawaran saling memengaruhi,” katanya.

    Selain itu, Heni menilai berbagai kebijakan yang sedang dievaluasi pemerintah, termasuk pada sektor distribusi pangan, juga dapat memengaruhi tingkat permintaan masyarakat terhadap bahan pokok.

    Meski demikian, ia melihat masyarakat mulai melakukan berbagai upaya untuk mengurangi beban pengeluaran rumah tangga. Salah satunya melalui penerapan urban farming atau pemanfaatan lahan pekarangan untuk menanam kebutuhan pangan sendiri.

    “Sekarang masyarakat juga semakin pintar. Urban farming mulai banyak dilakukan sehingga sebagian kebutuhan pangan bisa dipenuhi dari lingkungan sendiri,” pungkasnya.

     

    Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM (DPPKUKM) Kaltim DPPKUKM Kaltim Heni Purwaningsih Kebutuhan Pokok PHK
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Nur Ajijah

    Related Posts

    Jelang Tahun Ajaran Baru, Pemkot Perluas Intervensi Inflasi hingga Sasar Kebutuhan Sekolah

    Juli 8, 2026

    Bukan Pesaing Ritel Modern, Kopdes Merah Putih Perkuat Ekonomi Desa

    Juli 7, 2026

    Efisiensi Baru Sebatas Slogan, Pengamat Soroti Belanja dan Fasilitas Pejabat

    Juli 6, 2026

    BI Pastikan Kondisi Kaltim Tetap Terkendali, Inflasi Juni 2026 Capai 3,20 Persen

    Juli 5, 2026

    Produktivitas Padi Kaltim Ditarget Naik Jadi 7 Ton per Hektare Lewat PMAAS

    Juli 5, 2026

    Pendidikan Masih Jadi Korban, Pengamat Kritik Prioritas Anggaran Pemerintah

    Juli 5, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply

    Anda harus masuk untuk berkomentar.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Hadirkan PET CT Scan, Layanan Kedokteran Nuklir RSUD AWS Pertama di Luar Jawa-Bali

    Nur AjijahJuli 8, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Setelah tarif retribusinya diberlakukan sejak 1 April 2026, Rumah Sakit Umum Daerah…

    Nunggak Proyek 2025, DLH Samarinda Tersangkut Utang Rp8,4 Miliar

    Juli 8, 2026

    Sektor UKM dan Rumah Tangga Merugi Akibat Pemadaman Listrik Massal di Samarinda

    Juli 8, 2026

    Ketika Gasing Mulai Hilang dari Permainan Anak, Guru di Long Kali Memilih Bertindak

    Juli 8, 2026

    Messi Kokoh di Puncak, Catat 21 Gol dan Jadi Top Skor Sepanjang Sejarah Piala Dunia

    Juli 8, 2026
    1 2 3 … 3,199 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.