Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Hujan Kembali Guyur Kaltim, Warga Sambut Lega Setelah Kemarau

    September 25, 2026

    Porprov Kaltim Tinggal 50 Hari, Dispora Minta THB Segera Didistribusikan

    September 25, 2026

    Terowongan Samarinda Tinggal Tunggu Rekomendasi Ahli, Operasional Ditarget Akhir Tahun

    September 25, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Lifestyle»Kesehatan»Hipertensi dan Diabetes Dua Penyakit Tidak Menular, Dominasi Faktor Penyebab Kematian
    Kesehatan

    Hipertensi dan Diabetes Dua Penyakit Tidak Menular, Dominasi Faktor Penyebab Kematian

    IraBy IraAgustus 6, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Kadinkes Samarinda, Ismid Kusasih (Insitekaltim/Nur)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Meski tidak selalu menjadi penyebab kematian secara langsung, penyakit tidak menular diabetes melitus dan hipertensi. Menjadi faktor risiko utama, yang memicu berbagai penyakit berat seperti stroke, penyakit jantung, hingga gagal ginjal.

    Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda mengingatkan masyarakat, untuk lebih waspada terhadap diabetes melitus dan hipertensi.

    Hal ini juga sejalan dengan tren nasional, di mana penyakit tidak menular menjadi penyebab kematian terbesar di Indonesia.

    Kepala Dinkes Samarinda Ismid Kusasih menjelaskan, banyak masyarakat yang keliru menganggap diabetes atau hipertensi sebagai penyebab langsung kematian.

    Menurutnya, kedua penyakit itu akan berkembang menjadi komplikasi serius apabila tidak dikendalikan.

    “Yang mematikan sebenarnya bukan diabetes atau hipertensinya secara langsung. Kalau tidak terkontrol, penyakit itu akan mengarah ke penyakit yang lebih berat seperti penyakit jantung, stroke, dan gagal ginjal,” ujarnya di Samarinda, Kamis, 6 Agustus 2026.

    Ia mengatakan, sebagian besar pasien yang meninggal akibat stroke, penyakit jantung, maupun gagal ginjal umumnya memiliki riwayat hipertensi atau diabetes yang tidak tertangani dengan baik.

    “Kalau seseorang mengalami hipertensi lalu tidak terkontrol, bisa berujung stroke atau gagal ginjal. Begitu juga diabetes yang akhirnya memicu berbagai komplikasi,” katanya.

    Menurut Ismid, hipertensi dan diabetes kini semakin banyak ditemukan di masyarakat. Kondisi tersebut, menjadi perhatian serius karena penyakit ini sering kali tidak menimbulkan gejala pada tahap awal sehingga banyak penderita baru mengetahui setelah muncul komplikasi.

    Karena itu, Dinkes Samarinda mengimbau masyarakat rutin memeriksakan tekanan darah dan kadar gula darah, terutama bagi kelompok usia dewasa dan mereka yang memiliki faktor risiko.

    Selain deteksi dini, masyarakat juga diminta menerapkan pola hidup sehat melalui konsumsi makanan bergizi seimbang, mengurangi gula, garam dan lemak, rutin berolahraga, menjaga berat badan ideal, serta menghindari kebiasaan merokok agar risiko penyakit tidak menular dapat ditekan.

     

    Diabetes Dinkes Samarinda Hipertensi Ismid Kusasih
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ira

    Related Posts

    Kasus ISPA Kaltim Mulai Turun, Asap dan Minim Hujan Masih Jadi Ancaman

    September 24, 2026

    Transisi Global Fund, Kaltim Mulai Hitung Kebutuhan Anggaran Penanggulangan HIV/AIDS

    September 23, 2026

    Pembuluh Darah Bisa Menyempit Diam-Diam, Ini Penyebab dan Risikonya

    September 22, 2026

    Jalan Sedikit Sudah Tersengal? Waspadai Tanda Gagal Jantung

    September 21, 2026

    Kunjungan Poli Jantung RSUD IA Moeis Tembus 1.100, Klinik Gagal Jantung Diperkuat

    September 20, 2026

    Beban Penyakit Jantung Tinggi, RSUD IA Moies Samarinda Siapkan Layanan Khusus

    September 19, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Hujan Kembali Guyur Kaltim, Warga Sambut Lega Setelah Kemarau

    Ratu ArifanzaSeptember 25, 2026

    Insitekaltim, Kukar – Hujan kembali mengguyur sejumlah wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) Jumat pagi 25 September…

    Porprov Kaltim Tinggal 50 Hari, Dispora Minta THB Segera Didistribusikan

    September 25, 2026

    Terowongan Samarinda Tinggal Tunggu Rekomendasi Ahli, Operasional Ditarget Akhir Tahun

    September 25, 2026

    KPK Temukan Anomali Penganggaran Kaltim, Proposal Masyarakat Bakal Diperketat

    September 24, 2026

    Warga Kukar Protes Sodetan, Andi Harun Hentikan Pekerjaan Sementara

    September 24, 2026
    1 2 3 … 3,363 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.