Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    34 Persen Ekonomi Kaltim Masih Bergantung Batu Bara, Transformasi Ekonomi Dikebut Menuju 2045

    Agustus 19, 2026

    Singapura Menang 2-1, Thailand Tetap Lolos ke Final Piala AFF 2026

    Agustus 19, 2026

    4.578 Pekerja Rentan Samarinda Sudah Terlindungi, Ribuan Lain Masih Menunggu Jaminan Sosial

    Agustus 19, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Lifestyle»Kesehatan»Hipertensi dan Diabetes Dua Penyakit Tidak Menular, Dominasi Faktor Penyebab Kematian
    Kesehatan

    Hipertensi dan Diabetes Dua Penyakit Tidak Menular, Dominasi Faktor Penyebab Kematian

    Nur AjijahBy Nur AjijahAgustus 6, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Kadinkes Samarinda, Ismid Kusasih (Insitekaltim/Nur)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Meski tidak selalu menjadi penyebab kematian secara langsung, penyakit tidak menular diabetes melitus dan hipertensi. Menjadi faktor risiko utama, yang memicu berbagai penyakit berat seperti stroke, penyakit jantung, hingga gagal ginjal.

    Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda mengingatkan masyarakat, untuk lebih waspada terhadap diabetes melitus dan hipertensi.

    Hal ini juga sejalan dengan tren nasional, di mana penyakit tidak menular menjadi penyebab kematian terbesar di Indonesia.

    Kepala Dinkes Samarinda Ismid Kusasih menjelaskan, banyak masyarakat yang keliru menganggap diabetes atau hipertensi sebagai penyebab langsung kematian.

    Menurutnya, kedua penyakit itu akan berkembang menjadi komplikasi serius apabila tidak dikendalikan.

    “Yang mematikan sebenarnya bukan diabetes atau hipertensinya secara langsung. Kalau tidak terkontrol, penyakit itu akan mengarah ke penyakit yang lebih berat seperti penyakit jantung, stroke, dan gagal ginjal,” ujarnya di Samarinda, Kamis, 6 Agustus 2026.

    Ia mengatakan, sebagian besar pasien yang meninggal akibat stroke, penyakit jantung, maupun gagal ginjal umumnya memiliki riwayat hipertensi atau diabetes yang tidak tertangani dengan baik.

    “Kalau seseorang mengalami hipertensi lalu tidak terkontrol, bisa berujung stroke atau gagal ginjal. Begitu juga diabetes yang akhirnya memicu berbagai komplikasi,” katanya.

    Menurut Ismid, hipertensi dan diabetes kini semakin banyak ditemukan di masyarakat. Kondisi tersebut, menjadi perhatian serius karena penyakit ini sering kali tidak menimbulkan gejala pada tahap awal sehingga banyak penderita baru mengetahui setelah muncul komplikasi.

    Karena itu, Dinkes Samarinda mengimbau masyarakat rutin memeriksakan tekanan darah dan kadar gula darah, terutama bagi kelompok usia dewasa dan mereka yang memiliki faktor risiko.

    Selain deteksi dini, masyarakat juga diminta menerapkan pola hidup sehat melalui konsumsi makanan bergizi seimbang, mengurangi gula, garam dan lemak, rutin berolahraga, menjaga berat badan ideal, serta menghindari kebiasaan merokok agar risiko penyakit tidak menular dapat ditekan.

     

    Diabetes Dinkes Samarinda Hipertensi Ismid Kusasih
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Nur Ajijah

    Related Posts

    4.578 Pekerja Rentan Samarinda Sudah Terlindungi, Ribuan Lain Masih Menunggu Jaminan Sosial

    Agustus 19, 2026

    Emosi Ibu Berpengaruh pada Karakter Anak, Praktisi Hipnoterapi Ingatkan Pentingnya Kelola Perasaan

    Agustus 18, 2026

    Wahyu Hernaningsih Dorong Perempuan Kaltim Kelola Emosi dan Kesehatan Mental, Bidik Zero Stunting

    Agustus 18, 2026

    Paskibraka Samarinda Dikukuhkan, Andi Harun Minta Jaga Kesehatan Jelang Upacara 17 Agustus

    Agustus 16, 2026

    Skirining Jadi Kekuatan Pemerintah Kota Samarinda Percepat Jaring Penderita HIV

    Agustus 14, 2026

    Tegaskan HIV/AIDS Isu Kesehatan Masyarakat, IAC Minta Perda Baru Bebas Stigma dan Diskriminasi

    Agustus 13, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    34 Persen Ekonomi Kaltim Masih Bergantung Batu Bara, Transformasi Ekonomi Dikebut Menuju 2045

    R’syaAgustus 19, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Sekitar 34 persen perekonomian Kalimantan Timur masih (Kaltim) bertumpu pada sektor pertambangan…

    Singapura Menang 2-1, Thailand Tetap Lolos ke Final Piala AFF 2026

    Agustus 19, 2026

    4.578 Pekerja Rentan Samarinda Sudah Terlindungi, Ribuan Lain Masih Menunggu Jaminan Sosial

    Agustus 19, 2026

    HUT ke-81 RI, Sekretariat DPRD Samarinda Siapkan Bazar UMKM hingga Jalan Santai

    Agustus 19, 2026

    Intrusi Air Laut Mulai Mengancam, Deni Dorong Pemprov Kaltim Siapkan Rekayasa Cuaca

    Agustus 19, 2026
    1 2 3 … 3,285 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.