Insitekaltim, Samarinda – Meski tidak selalu menjadi penyebab kematian secara langsung, penyakit tidak menular diabetes melitus dan hipertensi. Menjadi faktor risiko utama, yang memicu berbagai penyakit berat seperti stroke, penyakit jantung, hingga gagal ginjal.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda mengingatkan masyarakat, untuk lebih waspada terhadap diabetes melitus dan hipertensi.
Hal ini juga sejalan dengan tren nasional, di mana penyakit tidak menular menjadi penyebab kematian terbesar di Indonesia.
Kepala Dinkes Samarinda Ismid Kusasih menjelaskan, banyak masyarakat yang keliru menganggap diabetes atau hipertensi sebagai penyebab langsung kematian.
Menurutnya, kedua penyakit itu akan berkembang menjadi komplikasi serius apabila tidak dikendalikan.
“Yang mematikan sebenarnya bukan diabetes atau hipertensinya secara langsung. Kalau tidak terkontrol, penyakit itu akan mengarah ke penyakit yang lebih berat seperti penyakit jantung, stroke, dan gagal ginjal,” ujarnya di Samarinda, Kamis, 6 Agustus 2026.
Ia mengatakan, sebagian besar pasien yang meninggal akibat stroke, penyakit jantung, maupun gagal ginjal umumnya memiliki riwayat hipertensi atau diabetes yang tidak tertangani dengan baik.
“Kalau seseorang mengalami hipertensi lalu tidak terkontrol, bisa berujung stroke atau gagal ginjal. Begitu juga diabetes yang akhirnya memicu berbagai komplikasi,” katanya.
Menurut Ismid, hipertensi dan diabetes kini semakin banyak ditemukan di masyarakat. Kondisi tersebut, menjadi perhatian serius karena penyakit ini sering kali tidak menimbulkan gejala pada tahap awal sehingga banyak penderita baru mengetahui setelah muncul komplikasi.
Karena itu, Dinkes Samarinda mengimbau masyarakat rutin memeriksakan tekanan darah dan kadar gula darah, terutama bagi kelompok usia dewasa dan mereka yang memiliki faktor risiko.
Selain deteksi dini, masyarakat juga diminta menerapkan pola hidup sehat melalui konsumsi makanan bergizi seimbang, mengurangi gula, garam dan lemak, rutin berolahraga, menjaga berat badan ideal, serta menghindari kebiasaan merokok agar risiko penyakit tidak menular dapat ditekan.

