Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Fiskal Tertekan, Belanja Prioritas Daerah Terancam Dikurangi

    August 6, 2026

    Wawali Samarinda: Inovasi Harus Hadirkan Solusi, Bukan Sekadar Gagasan

    August 6, 2026

    Mutasi KK Jadi Sorotan SPMB Samarinda, DPRD Dorong Mitigasi Sejak Kelas 5 SD

    August 6, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Lifestyle»Kesehatan»Hipertensi dan Diabetes Dua Penyakit Tidak Menular, Dominasi Faktor Penyebab Kematian
    Kesehatan

    Hipertensi dan Diabetes Dua Penyakit Tidak Menular, Dominasi Faktor Penyebab Kematian

    Nur AjijahBy Nur AjijahAugust 6, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Kadinkes Samarinda, Ismid Kusasih (Insitekaltim/Nur)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Meski tidak selalu menjadi penyebab kematian secara langsung, penyakit tidak menular diabetes melitus dan hipertensi. Menjadi faktor risiko utama, yang memicu berbagai penyakit berat seperti stroke, penyakit jantung, hingga gagal ginjal.

    Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda mengingatkan masyarakat, untuk lebih waspada terhadap diabetes melitus dan hipertensi.

    Hal ini juga sejalan dengan tren nasional, di mana penyakit tidak menular menjadi penyebab kematian terbesar di Indonesia.

    Kepala Dinkes Samarinda Ismid Kusasih menjelaskan, banyak masyarakat yang keliru menganggap diabetes atau hipertensi sebagai penyebab langsung kematian.

    Menurutnya, kedua penyakit itu akan berkembang menjadi komplikasi serius apabila tidak dikendalikan.

    “Yang mematikan sebenarnya bukan diabetes atau hipertensinya secara langsung. Kalau tidak terkontrol, penyakit itu akan mengarah ke penyakit yang lebih berat seperti penyakit jantung, stroke, dan gagal ginjal,” ujarnya di Samarinda, Kamis, 6 Agustus 2026.

    Ia mengatakan, sebagian besar pasien yang meninggal akibat stroke, penyakit jantung, maupun gagal ginjal umumnya memiliki riwayat hipertensi atau diabetes yang tidak tertangani dengan baik.

    “Kalau seseorang mengalami hipertensi lalu tidak terkontrol, bisa berujung stroke atau gagal ginjal. Begitu juga diabetes yang akhirnya memicu berbagai komplikasi,” katanya.

    Menurut Ismid, hipertensi dan diabetes kini semakin banyak ditemukan di masyarakat. Kondisi tersebut, menjadi perhatian serius karena penyakit ini sering kali tidak menimbulkan gejala pada tahap awal sehingga banyak penderita baru mengetahui setelah muncul komplikasi.

    Karena itu, Dinkes Samarinda mengimbau masyarakat rutin memeriksakan tekanan darah dan kadar gula darah, terutama bagi kelompok usia dewasa dan mereka yang memiliki faktor risiko.

    Selain deteksi dini, masyarakat juga diminta menerapkan pola hidup sehat melalui konsumsi makanan bergizi seimbang, mengurangi gula, garam dan lemak, rutin berolahraga, menjaga berat badan ideal, serta menghindari kebiasaan merokok agar risiko penyakit tidak menular dapat ditekan.

     

    Diabetes Dinkes Samarinda Hipertensi Ismid Kusasih
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Nur Ajijah

    Related Posts

    Dokter RSUD IA Moeis Disanksi Usai Komentar Viral Kepada Pasien BPJS di Media Sosial

    August 5, 2026

    Pemkot Samarinda Ambil Alih, Pembiayaan 51 Ribu Peserta BPJS PBI

    August 4, 2026

    Masuk Lapas, CKG Warga Binaan Jalani Skrining TBC dan Pemeriksaan Kesehatan

    August 3, 2026

    Rencana Pembangunan RSUD Baru Kutai Barat, Mulai 2027 Serap Anggaran Capai Rp297 Miliar

    August 2, 2026

    Cara Sederhana Menikmati Air Putih dengan Rasa yang Lebih Segar, Infused Water Jadi Pilihan

    August 1, 2026

    Hipertensi Masih Jadi Penyakit Terbanyak di Samarinda, Capai 53.972 Kasus dalam Enam Bulan

    July 31, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply

    You must be logged in to post a comment.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Fiskal Tertekan, Belanja Prioritas Daerah Terancam Dikurangi

    Nur AjijahAugust 6, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Sekretaris Daerah (Sekda) Kalimantan Timur (Kaltim) Sri Wahyuni mengatakan, penurunan kapasitas fiskal…

    Wawali Samarinda: Inovasi Harus Hadirkan Solusi, Bukan Sekadar Gagasan

    August 6, 2026

    Mutasi KK Jadi Sorotan SPMB Samarinda, DPRD Dorong Mitigasi Sejak Kelas 5 SD

    August 6, 2026

    76 Persen Laba Varia Niaga Bergantung Satu Unit Usaha, Andi Harun Minta Direksi Perluas Pasar

    August 6, 2026

    Hipertensi dan Diabetes Dua Penyakit Tidak Menular, Dominasi Faktor Penyebab Kematian

    August 6, 2026
    1 2 3 … 3,262 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.