Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Inflasi Samarinda Capai 3,53 Persen, Pemkot Perkuat Pengawasan Pangan dan Distribusi

    Juli 14, 2026

    Lampaui Target Nasional, Stunting di Samarinda Turun Jadi 17,13 Persen

    Juli 14, 2026

    Efisiensi Anggaran Hambat Program Keluarga Berkualitas, DPPKB Samarinda Ajukan Tambahan Dana

    Juli 14, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Diskominfo Kutim»Generasi Unggul di 2045, Dinkes Kutim Gencar Turunkan Angka Stunting
    Diskominfo Kutim

    Generasi Unggul di 2045, Dinkes Kutim Gencar Turunkan Angka Stunting

    Nur AjijahBy Nur AjijahOktober 26, 202302 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Irma Ariyani Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Kutim
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insiteklatim,Sangatta – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutai Timur dr Bahrani Hasanal menjelaskan mengenai upaya pihaknya dalam mengurangi angka stunting.

    “Stunting terjadi karena kekurangan protein jangka panjang, biasanya di seribu hari pertama kehidupan. Yaitu mulai hamil 9 bulan sampai umur dua tahun. Kalau kita terlambat mengintervensi kekurangan protein ini maka terjadilah stunting,”ucapnya saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (26/10/2023).

    “Stunting itu selain mengganggu pertumbuhan dan perkembangan fisik, yang utama itu menggangu pertumbuhan otak atau kecerdasan.

    Stunting menurutnya masalah serius yang perlu ditangani dengan cepat, mengingat pentingnya mempersiapkan generasi yang unggul di tahun 2045. Karena pada 2045 Indonesia mendapatkan bonus demografi, bonus demografi itu usia produktif lebih besar dari usia nonproduktif.

    “Anggaplah sekarang satu orang bekerja menanggung dua orang yang tidak bekerja. Nah harapannya nanti 2045, dua orang bekerja menanggung satu orang yang tidak bekerja,” jelasnya.

    “Jadi kita bisa dianggap negara maju, untuk itulah kita bersiap dari sekarang,” tambahnya.

    Untuk mengatasi masalah ini, Dinkes Kutim luncurkan program pemberian makanan tambahan dari anggaran bantuan operasional kesehatan (BOK). Selain itu, mereka juga mengadakan penimbangan di posyandu, pemeriksaan ibu hamil, dan berbagai tindakan lainnya untuk menurunkan angka kematian ibu dan angka stunting.

    Di sisi lain Irma Ariyani Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kutai Timur menambahkan bahwa program penurunan stunting masih berlanjut dan telah berhasil menurunkan angka stunting menjadi 17 persen.

    “Data stunting sekarang sudah turun jadi 17 persen. Itupun data hasil kunjungan ke posyandu dan data itu masih sangat rendah tapi itu hasil data validasi dari petugas puskesmas,” paparnya.

    Menurutnya, Dinkes Kutim juga telah menerima bantuan peralatan medis seperti infantometer bayi sebanyak 241 dari Kementerian Kesehatan, dari yang sebelumnya jadi total 308 dan itu masih dalam pendistibusian.

    “Insyaallah nanti sampai akhir tahun sudah kita distribusikan untuk seluruh posyandu di Kutim,” imbuhnya.

    Selain itu, Dinkes Kutim mengadakan Hb meter untuk mempersiapkan remaja atau calon pengantin sebagai calon ibu dengan pemeriksaan kesehatan sebelum menikah, termasuk pengecekan darah. Ini diharapkan dapat mengurangi risiko stunting pada anak-anak.

    Bahrani Hasanal BOK Irma Ariyani Stunting
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Nur Ajijah

    Related Posts

    Lampaui Target Nasional, Stunting di Samarinda Turun Jadi 17,13 Persen

    Juli 14, 2026

    Program MBG Belum Bisa Jadi Tolok Ukur Penurunan Stunting di Samarinda

    Juli 13, 2026

    Cegah Anak Stunting, Kini Periksa Kehamilan Wajib Delapan Kali

    Juli 12, 2026

    Inisiasi Menyusu Dini, Intervensi Tepat Dukung Pertumbuhan Bayi Juga Stunting

    Juli 3, 2026

    Stunting Samarinda Sudah di Bawah Nasional, DPPKB: Tantangan Terbesar Perubahan Perilaku

    Juli 2, 2026

    Optimalkan Intervensi Stunting, DPPKB Samarinda Sinkronkan Data Posyandu

    Juli 2, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Inflasi Samarinda Capai 3,53 Persen, Pemkot Perkuat Pengawasan Pangan dan Distribusi

    R’syaJuli 14, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri memastikan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda memperketat…

    Lampaui Target Nasional, Stunting di Samarinda Turun Jadi 17,13 Persen

    Juli 14, 2026

    Efisiensi Anggaran Hambat Program Keluarga Berkualitas, DPPKB Samarinda Ajukan Tambahan Dana

    Juli 14, 2026

    Empat Final Ideal Piala Dunia 2026: Ada Ulangan Qatar 2022 hingga Duel Messi-Yamal

    Juli 14, 2026

    BUMRT Bakal Kelola Kandang Anti Bau, Varia Niaga Siapkan Model Bisnis dan Pendampingan

    Juli 14, 2026
    1 2 3 … 3,213 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.