Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Polda Kaltim Luncurkan URC Reserse, Respons Laporan Kejahatan 24 Jam

    Agustus 13, 2026

    Tegaskan HIV/AIDS Isu Kesehatan Masyarakat, IAC Minta Perda Baru Bebas Stigma dan Diskriminasi

    Agustus 13, 2026

    Guru Masih Kurang 500 Orang, Disdikbud Samarinda Prioritaskan Perbaikan Sarpras Sekolah

    Agustus 13, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Kaltim»Fraksi PKB DRPD Kaltim Soroti Pupuk Langka dan Kerusakan Lingkungan
    DPRD Kaltim

    Fraksi PKB DRPD Kaltim Soroti Pupuk Langka dan Kerusakan Lingkungan

    MartinusBy MartinusJuni 18, 202503 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Juru bicara Fraksi PKB, Sulasih, saat menyampaikan pemandangan umum terdapat Ranperda pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Kaltim tahun 2024
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda- Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di DPRD Kalimantan Timur memberikan sejumlah catatan kritis terhadap kinerja Pemerintah Provinsi Kaltim dalam berbagai sektor.

    Dari kelangkaan pupuk hingga keterlambatan serapan anggaran, mereka menilai banyak persoalan mendasar yang perlu segera dibenahi demi menjamin keberlanjutan pembangunan daerah.

    Dalam sektor pertanian, kelangkaan pupuk bersubsidi menjadi sorotan utama. Fraksi PKB menilai kondisi ini merugikan petani dan bisa mengancam ketahanan pangan daerah.

    “Kelangkaan pupuk menyebabkan harga melonjak dan menyulitkan petani. Ini harus jadi perhatian bersama, karena menyangkut kemandirian pangan daerah,” ujar anggota Fraksi PKB, Sulasih dalam Rapat Paripurna ke-19 DPRD Kaltim yang digelar di Ruang Rapat DPRD Kaltim pada Selasa, 17 Juni 2025.

    Meski angka Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) Kaltim pada tahun 2024 tercatat mencapai 76,6 persen, sedikit di atas target 76,5 persen, fraksi ini menilai angka tersebut tidak mencerminkan kenyataan di lapangan. Aktivitas pertambangan, terutama yang dilakukan secara ilegal, disebut telah menggerus kualitas lingkungan dan memicu bencana.

    “Banjir yang kerap melanda hampir seluruh kabupaten/kota di Kaltim, serta kegiatan tambang ilegal, adalah bukti lemahnya pengawasan. Pemerintah harus bertindak tegas. Jangan sampai hukum seolah tak berlaku,” kata Sulasih.

    Tak hanya itu, PKB juga menyoroti lambannya penyerapan anggaran belanja modal yang menurut mereka menghambat akselerasi pembangunan infrastruktur. Tercatat masih ada Rp416 miliar yang belum terserap.

    “Pemerintah harus lebih serius mengefektifkan belanja modal, karena belanja ini yang mampu meningkatkan kapasitas layanan dan infrastruktur secara langsung,” ujarnya.

    Kritik juga diarahkan pada pola komunikasi dan penyebaran informasi program oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang dinilai terlalu terpusat. Fraksi PKB meminta agar kewenangan disebar sesuai dengan bidang tematik OPD agar penyampaian informasi lebih cepat dan tepat sasaran.

    “Berikan kewenangan tematik kepada tiap OPD agar informasi bisa lebih cepat, relevan, dan langsung menyasar masyarakat,” imbuhnya.

    Di bidang energi, Fraksi PKB menyoroti fakta masih adanya 110 desa di Kaltim yang belum teraliri listrik. Mereka menilai kondisi ini bertolak belakang dengan status Kalimantan Timur sebagai salah satu penghasil batu bara terbesar di negeri ini.

    “Di saat kita bicara tentang digitalisasi dan layanan publik berbasis daring, masih ada desa yang belum dialiri listrik. Ini ironis, apalagi Kaltim adalah salah satu penghasil batu bara terbesar di Indonesia,” kata Sulasih.

    Lebih lanjut, ia mendorong agar program WiFi gratis di desa yang menjadi bagian dari janji politik gubernur dan wakil gubernur bisa berjalan beriringan dengan percepatan elektrifikasi desa.

    Menutup pandangannya, Fraksi PKB menyerukan penguatan sinergi antara pemerintah provinsi dan DPRD. Mereka menekankan pentingnya pembangunan yang tak hanya bersifat administratif, tetapi benar-benar berdampak nyata bagi kehidupan masyarakat.

    “Pembangunan daerah adalah bagian integral dari pembangunan nasional. Karenanya, seluruh proses harus berdampak nyata bagi masyarakat: baik dari sisi ekonomi, sosial, budaya, maupun lingkungan,” tutup Sulasih.

    APBD 2024 Fraksi PKB OPD Sulasih
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Martinus

    Related Posts

    Pemkot Samarinda Siapkan Perwali untuk Akhiri Tumpang Tindih Program dan Data Antar-OPD

    Juli 22, 2026

    Pemkot Pilih Teguran dan Pembinaan, Bagi ASN Langgar Aturan WFH Belum Disanksi

    Juli 21, 2026

    Sekda Kaltim Saring Belanja OPD di Atas Rp10 Juta, Prioritaskan Anggaran Mendesak

    Juli 9, 2026

    Harum Tegaskan Belanja OPD Harus Tepat Sasaran dan Berdampak Nyata bagi Masyarakat

    Juni 23, 2026

    Hak Angket DPRD Kaltim Masih Menggantung, Tarik Ulur Politik Fraksi Jadi Penghambat

    Mei 1, 2026

    161 Aspirasi Masuk Kamus Usulan DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud Tekankan Integrasi ke Program Daerah

    Maret 22, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Polda Kaltim Luncurkan URC Reserse, Respons Laporan Kejahatan 24 Jam

    Andika SaputraAgustus 13, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Kepolisian Daerah Kalimantan Timur (Polda Kaltim) meluncurkan Unit Reaksi Cepat (URC) jajaran…

    Tegaskan HIV/AIDS Isu Kesehatan Masyarakat, IAC Minta Perda Baru Bebas Stigma dan Diskriminasi

    Agustus 13, 2026

    Guru Masih Kurang 500 Orang, Disdikbud Samarinda Prioritaskan Perbaikan Sarpras Sekolah

    Agustus 13, 2026

    Penjangkauan HIV di Samarinda Makin Sulit, PKBI Soroti Pemangkasan Anggaran dan Penolakan Sosial

    Agustus 13, 2026

    Capaian SPM HIV Samarinda Tembus 99,8 Persen, Dinkes Ungkap Rahasianya

    Agustus 13, 2026
    1 2 3 … 3,276 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.