Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Pedagang Air Hitam Hampir 200, DPRD Samarinda Dorong Penataan di Bawah Diskumindag

    Oktober 23, 2026

    BPBD Samarinda Catat 309 Kebakaran Lahan, Lima Orang Diproses Polisi

    Oktober 23, 2026

    Dewan Soroti Koperasi Merah Putih yang Belum Berdampak pada Ekonomi Warga

    Oktober 23, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Ekonomi»DPRD Samarinda Dorong Penataan Folder Air Hitam, Aktivitas Pedagang Tetap Didukung
    Ekonomi

    DPRD Samarinda Dorong Penataan Folder Air Hitam, Aktivitas Pedagang Tetap Didukung

    Andika SaputraBy Andika SaputraAgustus 7, 2026Updated:Oktober 5, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Aktifitas pedagang UMKM di Polder Air Hitam (Dok/Insitekaltim)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda Helmi Abdullah mendorong penataan kawasan Folder Air Hitam Kota Samarinda, agar aktivitas masyarakat dan pedagang tetap berjalan serta memberikan manfaat ekonomi, dengan tetap mengedepankan kebersihan, keindahan, keamanan, dan kenyamanan.

    Teks: Ketua DPRD Kota Samarinda, Helmi Abdullah (Insitekaltim/Andika)

    Helmi mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan mengenai keluhan masyarakat terkait aktivitas di kawasan tersebut. Menurutnya keberadaan pedagang dan aktivitas masyarakat tetap dapat didukung selama ditata dengan baik.

    “Selama itu ada aktivitas, terus ada memberikan manfaat kepada masyarakat untuk berjualan, untuk menambah ekonomi mereka, saya kira kita support saja. Tapi tetap mengedepankan dari sisi kebersihan, keindahan, bahkan mungkin keamanan, kenyamanan orang di sana,” ujar Helmi, Kamis, 6 Agustus 2026.

    Ia menilai penataan kawasan tersebut perlu dibahas bersama instansi terkait, terutama menyangkut aktivitas pedagang dan fasilitas pendukung di sekitar Folder Air Hitam.

    Helmi juga menyoroti kondisi penerangan di kawasan tersebut yang dinilai masih minim pada malam hari. Menurutnya, persoalan penerangan perlu dikoordinasikan dengan instansi terkait apabila kondisi tersebut mulai menimbulkan keresahan dan mengganggu keamanan masyarakat.

    “Ya mudah-mudahan nanti kita coba tanya dengan dinas yang terkait. Karena kalau memang sudah meresahkan, itu bahaya juga nanti,” katanya.

    Selain penerangan, persoalan parkir juga menjadi perhatian. Helmi membuka peluang penyediaan lahan parkir yang dikelola pemerintah apabila memungkinkan.

    “Kalau itu bisa, kenapa tidak. Tapi kembali lagi nanti kepada masyarakat di sana,” jelasnya.

    Menurut Helmi, penyediaan parkir juga harus dibarengi fasilitas pendukung lainnya sehingga masyarakat yang datang dapat merasa nyaman.

    Karena itu, DPRD Samarinda akan mencoba berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait mengenai penataan kawasan Folder Air Hitam.

    Dalam kesempatan yang sama, Helmi menanggapi penerapan pajak terhadap usaha kuliner. Ia mengatakan penerapan pajak harus memperhatikan aspek keadilan, termasuk dengan melihat tingkat pemasukan masing-masing usaha.

    “Kalau bicara PPN 10 persen itu kan kalau yang satu kena, satu enggak, itu kan namanya tidak adil. Jadi untuk adil itu berarti semua yang sifatnya kegiatan punya kewajiban,” ungkapnya.

    Namun, menurutnya penerapan tersebut tetap perlu melihat sejauh mana pemasukan dari kegiatan usaha yang dijalankan sehingga dapat dilakukan secara selektif.

    Helmi juga menyampaikan dukungannya terhadap produk air minum kemasan milik Perumda Tirta Kencana Samarinda. Menurutnya, produk tersebut dapat menjadi kebanggaan daerah sekaligus memiliki peluang untuk bersaing di pasar.

    Ia menilai peningkatan kualitas dan pemasaran perlu menjadi fokus utama sebelum produk tersebut diarahkan untuk memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

    “Paling tidak khususnya di Samarinda ini menjadi kebanggaanlah. Artinya kita bangga ini ada produk kita sendiri. Tapi tidak menutup juga kepada produk-produk lain untuk berkembang,” katanya.

    Helmi menegaskan keberadaan produk air minum kemasan tersebut tidak boleh mengurangi pelayanan penyediaan air bersih kepada masyarakat. Menurutnya, kedua layanan tersebut memiliki fungsi dan produk yang berbeda.

    Terkait potensi gangguan produksi akibat intrusi air laut ke Sungai Mahakam, Helmi menyebut persoalan tersebut bersifat teknis dan perlu dijelaskan oleh pihak yang memahami teknis pengelolaan air.

    Namun, berdasarkan informasi yang diketahuinya, sumber pengambilan air berada di wilayah hulu Sungai Mahakam sehingga intrusi air asin dinilai tidak sampai ke lokasi pengambilan air bersih tersebut.

    “Itu bicara teknis. Tapi yang jelas, yang saya tahu, mengambil sumbernya juga bukan di dekat situ. Mengambilnya kan di ulu-ulu Mahakam,” jelasnya.

    Mengenai kontribusi produk tersebut terhadap PAD, Helmi mengatakan DPRD belum ingin terlalu jauh membicarakannya karena produk tersebut masih tergolong baru. Menurutnya, fokus awal perlu diarahkan pada peningkatan kualitas dan pemasaran.

    “Jangan dulu deh. Ini kan baru. Jadi lebih fokus kepada meningkatkan kualitas dan meningkatkan pemasarannya,” ujarnya.

    Meski demikian, Helmi berharap ke depan produk tersebut dapat memberikan kontribusi terhadap PAD Samarinda.

    “Harapan kita ke depannya ya adalah nanti memberikan kontribusi PAD kepada Pemerintah Kota,” pungkasnya.

     

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Andika Saputra

    Related Posts

    Stok Pangan Samarinda Aman, Harga Cabai Masih Jadi Perhatian

    Oktober 22, 2026

    Kenali Inseminasi Buatan, Cara Meningkatkan Kualitas Keturunan Sapi

    Oktober 16, 2026

    Harga TBS Sawit Kaltim Turun, Tertinggi Rp3.542 per Kilogram

    Oktober 16, 2026

    Kemarau Ganggu Ketersediaan Pakan, Peternak Sapi di Kaltim Perlu Siapkan Silase

    Oktober 15, 2026

    Kaltim Masih Bergantung Sapi dari Luar Daerah, 58 Ekor Disalurkan ke Peternak Samarinda

    Oktober 14, 2026

    Harga Cabai di Samarinda Naik, Disdag Sebut Biaya Pengiriman Jadi Pemicu

    Oktober 13, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Pedagang Air Hitam Hampir 200, DPRD Samarinda Dorong Penataan di Bawah Diskumindag

    Ratu ArifanzaOktober 23, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Jumlah pedagang di kawasan Air Hitam, Samarinda, yang kini disebut mendekati 200…

    BPBD Samarinda Catat 309 Kebakaran Lahan, Lima Orang Diproses Polisi

    Oktober 23, 2026

    Dewan Soroti Koperasi Merah Putih yang Belum Berdampak pada Ekonomi Warga

    Oktober 23, 2026

    DPRD Samarinda Awasi Janji Kompensasi Hotel di Samanhudi, Sidak Perizinan Disiapkan

    Oktober 23, 2026

    BPS Kaltim: Desil 1 Tak Otomatis Berarti Miskin

    Oktober 23, 2026
    1 2 3 … 3,402 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.