Insitekaltim, Samarinda – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda Helmi Abdullah mendorong penataan kawasan Folder Air Hitam Kota Samarinda, agar aktivitas masyarakat dan pedagang tetap berjalan serta memberikan manfaat ekonomi, dengan tetap mengedepankan kebersihan, keindahan, keamanan, dan kenyamanan.

Helmi mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan mengenai keluhan masyarakat terkait aktivitas di kawasan tersebut. Menurutnya keberadaan pedagang dan aktivitas masyarakat tetap dapat didukung selama ditata dengan baik.
“Selama itu ada aktivitas, terus ada memberikan manfaat kepada masyarakat untuk berjualan, untuk menambah ekonomi mereka, saya kira kita support saja. Tapi tetap mengedepankan dari sisi kebersihan, keindahan, bahkan mungkin keamanan, kenyamanan orang di sana,” ujar Helmi, Kamis, 6 Agustus 2026.
Ia menilai penataan kawasan tersebut perlu dibahas bersama instansi terkait, terutama menyangkut aktivitas pedagang dan fasilitas pendukung di sekitar Folder Air Hitam.
Helmi juga menyoroti kondisi penerangan di kawasan tersebut yang dinilai masih minim pada malam hari. Menurutnya, persoalan penerangan perlu dikoordinasikan dengan instansi terkait apabila kondisi tersebut mulai menimbulkan keresahan dan mengganggu keamanan masyarakat.
“Ya mudah-mudahan nanti kita coba tanya dengan dinas yang terkait. Karena kalau memang sudah meresahkan, itu bahaya juga nanti,” katanya.
Selain penerangan, persoalan parkir juga menjadi perhatian. Helmi membuka peluang penyediaan lahan parkir yang dikelola pemerintah apabila memungkinkan.
“Kalau itu bisa, kenapa tidak. Tapi kembali lagi nanti kepada masyarakat di sana,” jelasnya.
Menurut Helmi, penyediaan parkir juga harus dibarengi fasilitas pendukung lainnya sehingga masyarakat yang datang dapat merasa nyaman.
Karena itu, DPRD Samarinda akan mencoba berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait mengenai penataan kawasan Folder Air Hitam.
Dalam kesempatan yang sama, Helmi menanggapi penerapan pajak terhadap usaha kuliner. Ia mengatakan penerapan pajak harus memperhatikan aspek keadilan, termasuk dengan melihat tingkat pemasukan masing-masing usaha.
“Kalau bicara PPN 10 persen itu kan kalau yang satu kena, satu enggak, itu kan namanya tidak adil. Jadi untuk adil itu berarti semua yang sifatnya kegiatan punya kewajiban,” ungkapnya.
Namun, menurutnya penerapan tersebut tetap perlu melihat sejauh mana pemasukan dari kegiatan usaha yang dijalankan sehingga dapat dilakukan secara selektif.
Helmi juga menyampaikan dukungannya terhadap produk air minum kemasan milik Perumda Tirta Kencana Samarinda. Menurutnya, produk tersebut dapat menjadi kebanggaan daerah sekaligus memiliki peluang untuk bersaing di pasar.
Ia menilai peningkatan kualitas dan pemasaran perlu menjadi fokus utama sebelum produk tersebut diarahkan untuk memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Paling tidak khususnya di Samarinda ini menjadi kebanggaanlah. Artinya kita bangga ini ada produk kita sendiri. Tapi tidak menutup juga kepada produk-produk lain untuk berkembang,” katanya.
Helmi menegaskan keberadaan produk air minum kemasan tersebut tidak boleh mengurangi pelayanan penyediaan air bersih kepada masyarakat. Menurutnya, kedua layanan tersebut memiliki fungsi dan produk yang berbeda.
Terkait potensi gangguan produksi akibat intrusi air laut ke Sungai Mahakam, Helmi menyebut persoalan tersebut bersifat teknis dan perlu dijelaskan oleh pihak yang memahami teknis pengelolaan air.
Namun, berdasarkan informasi yang diketahuinya, sumber pengambilan air berada di wilayah hulu Sungai Mahakam sehingga intrusi air asin dinilai tidak sampai ke lokasi pengambilan air bersih tersebut.
“Itu bicara teknis. Tapi yang jelas, yang saya tahu, mengambil sumbernya juga bukan di dekat situ. Mengambilnya kan di ulu-ulu Mahakam,” jelasnya.
Mengenai kontribusi produk tersebut terhadap PAD, Helmi mengatakan DPRD belum ingin terlalu jauh membicarakannya karena produk tersebut masih tergolong baru. Menurutnya, fokus awal perlu diarahkan pada peningkatan kualitas dan pemasaran.
“Jangan dulu deh. Ini kan baru. Jadi lebih fokus kepada meningkatkan kualitas dan meningkatkan pemasarannya,” ujarnya.
Meski demikian, Helmi berharap ke depan produk tersebut dapat memberikan kontribusi terhadap PAD Samarinda.
“Harapan kita ke depannya ya adalah nanti memberikan kontribusi PAD kepada Pemerintah Kota,” pungkasnya.

