Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Inflasi Kaltim Juli 2026 Capai 3,31 Persen, Samarinda Tertinggi di Antara Daerah Cakupan IHK

    Agustus 7, 2026

    DPRD Samarinda Dorong Penataan Folder Air Hitam, Aktivitas Pedagang Tetap Didukung

    Agustus 7, 2026

    Kaltim Rawan Penyakit Gigitan dan Sengatan, Jumlah Korban Didominasi Perempuan

    Agustus 7, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Ekonomi»DPRD Samarinda Dorong Penataan Folder Air Hitam, Aktivitas Pedagang Tetap Didukung
    Ekonomi

    DPRD Samarinda Dorong Penataan Folder Air Hitam, Aktivitas Pedagang Tetap Didukung

    Andika SaputraBy Andika SaputraAgustus 7, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Aktifitas pedagang UMKM di Polder Air Hitam (Dok/Insitekaltim)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda Helmi Abdullah mendorong penataan kawasan Folder Air Hitam Kota Samarinda, agar aktivitas masyarakat dan pedagang tetap berjalan serta memberikan manfaat ekonomi, dengan tetap mengedepankan kebersihan, keindahan, keamanan, dan kenyamanan.

    Teks: Ketua DPRD Kota Samarinda, Helmi Abdullah (Insitekaltim/Andika)

    Helmi mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan mengenai keluhan masyarakat terkait aktivitas di kawasan tersebut. Menurutnya keberadaan pedagang dan aktivitas masyarakat tetap dapat didukung selama ditata dengan baik.

    “Selama itu ada aktivitas, terus ada memberikan manfaat kepada masyarakat untuk berjualan, untuk menambah ekonomi mereka, saya kira kita support saja. Tapi tetap mengedepankan dari sisi kebersihan, keindahan, bahkan mungkin keamanan, kenyamanan orang di sana,” ujar Helmi, Kamis, 6 Agustus 2026.

    Ia menilai penataan kawasan tersebut perlu dibahas bersama instansi terkait, terutama menyangkut aktivitas pedagang dan fasilitas pendukung di sekitar Folder Air Hitam.

    Helmi juga menyoroti kondisi penerangan di kawasan tersebut yang dinilai masih minim pada malam hari. Menurutnya, persoalan penerangan perlu dikoordinasikan dengan instansi terkait apabila kondisi tersebut mulai menimbulkan keresahan dan mengganggu keamanan masyarakat.

    “Ya mudah-mudahan nanti kita coba tanya dengan dinas yang terkait. Karena kalau memang sudah meresahkan, itu bahaya juga nanti,” katanya.

    Selain penerangan, persoalan parkir juga menjadi perhatian. Helmi membuka peluang penyediaan lahan parkir yang dikelola pemerintah apabila memungkinkan.

    “Kalau itu bisa, kenapa tidak. Tapi kembali lagi nanti kepada masyarakat di sana,” jelasnya.

    Menurut Helmi, penyediaan parkir juga harus dibarengi fasilitas pendukung lainnya sehingga masyarakat yang datang dapat merasa nyaman.

    Karena itu, DPRD Samarinda akan mencoba berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait mengenai penataan kawasan Folder Air Hitam.

    Dalam kesempatan yang sama, Helmi menanggapi penerapan pajak terhadap usaha kuliner. Ia mengatakan penerapan pajak harus memperhatikan aspek keadilan, termasuk dengan melihat tingkat pemasukan masing-masing usaha.

    “Kalau bicara PPN 10 persen itu kan kalau yang satu kena, satu enggak, itu kan namanya tidak adil. Jadi untuk adil itu berarti semua yang sifatnya kegiatan punya kewajiban,” ungkapnya.

    Namun, menurutnya penerapan tersebut tetap perlu melihat sejauh mana pemasukan dari kegiatan usaha yang dijalankan sehingga dapat dilakukan secara selektif.

    Helmi juga menyampaikan dukungannya terhadap produk air minum kemasan milik Perumda Tirta Kencana Samarinda. Menurutnya, produk tersebut dapat menjadi kebanggaan daerah sekaligus memiliki peluang untuk bersaing di pasar.

    Ia menilai peningkatan kualitas dan pemasaran perlu menjadi fokus utama sebelum produk tersebut diarahkan untuk memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

    “Paling tidak khususnya di Samarinda ini menjadi kebanggaanlah. Artinya kita bangga ini ada produk kita sendiri. Tapi tidak menutup juga kepada produk-produk lain untuk berkembang,” katanya.

    Helmi menegaskan keberadaan produk air minum kemasan tersebut tidak boleh mengurangi pelayanan penyediaan air bersih kepada masyarakat. Menurutnya, kedua layanan tersebut memiliki fungsi dan produk yang berbeda.

    Terkait potensi gangguan produksi akibat intrusi air laut ke Sungai Mahakam, Helmi menyebut persoalan tersebut bersifat teknis dan perlu dijelaskan oleh pihak yang memahami teknis pengelolaan air.

    Namun, berdasarkan informasi yang diketahuinya, sumber pengambilan air berada di wilayah hulu Sungai Mahakam sehingga intrusi air asin dinilai tidak sampai ke lokasi pengambilan air bersih tersebut.

    “Itu bicara teknis. Tapi yang jelas, yang saya tahu, mengambil sumbernya juga bukan di dekat situ. Mengambilnya kan di ulu-ulu Mahakam,” jelasnya.

    Mengenai kontribusi produk tersebut terhadap PAD, Helmi mengatakan DPRD belum ingin terlalu jauh membicarakannya karena produk tersebut masih tergolong baru. Menurutnya, fokus awal perlu diarahkan pada peningkatan kualitas dan pemasaran.

    “Jangan dulu deh. Ini kan baru. Jadi lebih fokus kepada meningkatkan kualitas dan meningkatkan pemasarannya,” ujarnya.

    Meski demikian, Helmi berharap ke depan produk tersebut dapat memberikan kontribusi terhadap PAD Samarinda.

    “Harapan kita ke depannya ya adalah nanti memberikan kontribusi PAD kepada Pemerintah Kota,” pungkasnya.

     

    DPRD Samarinda Helmi Abdullah Polder Air Hitam Samaqua
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Andika Saputra

    Related Posts

    Inflasi Kaltim Juli 2026 Capai 3,31 Persen, Samarinda Tertinggi di Antara Daerah Cakupan IHK

    Agustus 7, 2026

    Pemprov Hidupkan Kembali Mal Lembuswana, Siapkan Revitalisasi dan Buka Peluang Investor

    Agustus 7, 2026

    Teknologi Modern Sulap Air Mahakam Jadi Samaqua AMDK Berkualitas

    Agustus 7, 2026

    Layanan Sertifikat 10 Hari Didorong Jadi Motivasi Percepatan Pelayanan di Samarinda

    Agustus 7, 2026

    Kaltim-Jateng Sepakati Kerja Sama 10 Sektor, Rudy Mas’ud Dorong Perluasan Komoditas di Luar Batu Bara

    Agustus 6, 2026

    Sambut HUT RI, DPRD Samarinda Rancang Pemeriksaan dan Donor Darah Gratis

    Agustus 6, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply

    Anda harus masuk untuk berkomentar.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Inflasi Kaltim Juli 2026 Capai 3,31 Persen, Samarinda Tertinggi di Antara Daerah Cakupan IHK

    Nur AjijahAgustus 7, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Seluruh kabupaten/kota Kalimantan Timur (Kaltim) yang menjadi cakupan Indeks Harga Konsumen (IHK),…

    DPRD Samarinda Dorong Penataan Folder Air Hitam, Aktivitas Pedagang Tetap Didukung

    Agustus 7, 2026

    Kaltim Rawan Penyakit Gigitan dan Sengatan, Jumlah Korban Didominasi Perempuan

    Agustus 7, 2026

    Sungai Mahakam Hadapi Masalah Alur hingga Tata Kelola, Pengelolaan Terpadu Dinilai Mendesak

    Agustus 7, 2026

    Pemprov Hidupkan Kembali Mal Lembuswana, Siapkan Revitalisasi dan Buka Peluang Investor

    Agustus 7, 2026
    1 2 3 … 3,264 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.