Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    PSSI Samarinda Benahi Jadwal Soeratin 2026, Akhiri Praktik Pemain Tampil Beruntun

    Juni 30, 2026

    Pemadaman Bergilir Ancam Roda Ekonomi Samarinda, DPRD Khawatir Pelaku Usaha Merugi

    Juni 30, 2026

    Pemkot Samarinda Mulai Cicil Pembayaran Utang ke Kontraktor, Target Lunas Akhir 2026

    Juni 30, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Samarinda»DPRD Kawal Penataan Lapak Pasar Pagi, Data Pra Revitalisasi Jadi Acuan
    DPRD Samarinda

    DPRD Kawal Penataan Lapak Pasar Pagi, Data Pra Revitalisasi Jadi Acuan

    RidhoBy RidhoFebruari 3, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda, Iswandi seusai Rapat Hearing bersama audien pedagang pasar pagi (Insitekaltim/Ridho Wardhana)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda — Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda Iswandi menegaskan komitmennya untuk mengawal proses penataan dan pembagian lapak pedagang di Pasar Pagi agar berjalan sesuai ketentuan serta memenuhi asas keadilan bagi seluruh pihak.

    Ia menyampaikan, pengelolaan lapak dilakukan melalui dua tahapan. Tahap pertama disebut telah ditetapkan dan tidak dapat diubah, namun tetap diawasi agar prosesnya berjalan transparan dan tidak terjadi penyimpangan.

    “Tahap satu ini sudah tidak bisa diutak-atik. Namun kami memastikan prosesnya benar dan tidak ada permainan,” ujar Iswandi usai Rapat Hearing di Gedung DPRD Samarinda Selasa, 3 Februari 2026.

    Sementara itu, pada tahap kedua, komisi II bersama dinas terkait berfokus menyelesaikan persoalan kekurangan kios yang terjadi akibat ketidakseimbangan antara jumlah pemilik Surat Keterangan Tempat Usaha Berjualan (SKTUB) dan penyewa aktif.

    “Tugas dinas sekarang adalah memastikan kebijakan yang adil, menentukan mana penyewa riil yang benar-benar meramaikan pasar sebelum revitalisasi, dan mana pemilik SKTUB yang telah menyelesaikan hak dan kewajibannya. Kami akan mengawal dan mengawasi agar hasilnya memenuhi asas keadilan,” ujarnya.

    Data awal yang digunakan dalam proses penataan merujuk pada kondisi sebelum revitalisasi Pasar Pagi. Data tersebut mencakup identitas penyewa, pemilik kios, serta jumlah lapak yang tercatat secara administratif.

    “Dinas memiliki data lengkap. Tugas kami adalah mencocokkan data tersebut agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” jelasnya.

    Selain itu, terkait kebijakan Wali Kota Samarinda yang memprioritaskan pedagang riil, ia meminta agar narasi yang berpotensi memicu konflik antara penyewa dan pemilik SKTUP dapat dihindari.

    “Kita jangan bicara potensi peluang besar, karena itu bisa mengadu domba. Pemerintah Kota sedang mencari solusi yang masuk akal, adil, dan tidak mencederai asas keadilan bagi kedua belah pihak,” tegasnya.

    Lebih lanjut, mengenai kasus penyewa yang sebelumnya memiliki hingga enam lapak, pihaknya menilai pembagian ulang bukan persoalan profesionalitas, melainkan menyesuaikan kebutuhan dan ketersediaan kios.

    “Berdasarkan perhitungan kami, saat ini masih ada kekurangan sekitar 280 kios. Kalau kiosnya mencukupi, masalah ini tidak akan ada,” ungkapnya.

    Ia menambahkan bahwa prinsip keadilan tidak selalu berarti pembagian yang sama rata, melainkan proporsional. Dalam tahap pertama penataan, terdapat penyewa yang tidak lagi memperoleh jumlah lapak seperti sebelumnya karena sejumlah kios dinilai tidak aktif atau tidak memenuhi kewajiban retribusi.

    “Ada yang sebelumnya memiliki enam kios, namun hanya mendapatkan empat karena sisanya dianggap tidak aktif. Ada juga yang memiliki tiga kios, hanya mendapatkan satu atau dua. Jadi tidak bisa menuntut jumlah lapak sama seperti sebelumnya,” pungkas Iswandi.

     

    DPRD Samarinda Iswandi Pasar Pagi Samarinda Pedagang
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ridho

    Related Posts

    Pemadaman Bergilir Ancam Roda Ekonomi Samarinda, DPRD Khawatir Pelaku Usaha Merugi

    Juni 30, 2026

    DPRD Tunda Hearing Perumda Varia Niaga, Iswandi Petakan Temuan ke Zona Merah, Kuning, dan Hijau

    Juni 30, 2026

    79 Warga Kehilangan Tempat Tinggal, DPRD Minta Evaluasi Kawasan Padat Penduduk

    Juni 30, 2026

    DPRD Samarinda Akan Prioritaskan Anggaran Keagamaan untuk Jaga Kondusivitas Kota

    Juni 29, 2026

    Soroti Isu Normalisasi LGBT, Sri Puji Dukung Sanksi Pidana

    Juni 29, 2026

    BPR Samarinda Belum Keluar dari Zona Merugi, DPRD Ragukan Target Laba 2026 Tercapai

    Juni 29, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    PSSI Samarinda Benahi Jadwal Soeratin 2026, Akhiri Praktik Pemain Tampil Beruntun

    R’syaJuni 30, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – PSSI Kota Samarinda mulai mematangkan persiapan pelaksanaan Piala Soeratin 2026. Panitia melakukan…

    Pemadaman Bergilir Ancam Roda Ekonomi Samarinda, DPRD Khawatir Pelaku Usaha Merugi

    Juni 30, 2026

    Pemkot Samarinda Mulai Cicil Pembayaran Utang ke Kontraktor, Target Lunas Akhir 2026

    Juni 30, 2026

    Ririn Sari Dewi, Kini Diskominfo Fokus Perkuat Komunikasi Publik hingga Literasi Digital

    Juni 30, 2026

    Penciutan RKAB Batu Bara Ancam 180 Ribu Tenaga Kerja, Tekan Pertumbuhan Ekonomi Kaltim

    Juni 30, 2026
    1 2 3 … 3,182 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.