Insitekaltim, Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) mengemas peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 dengan konsep berbeda. Tidak hanya menghadirkan hiburan, seluruh rangkaian kegiatan dirancang menjadi ruang edukasi, pelayanan publik, hingga deteksi dini kesehatan mental bagi anak.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kaltim Syarifah Alawiyah mengatakan, peringatan HAN yang digelar Kamis esok 30 Juli, diawali dengan upacara bendera yang seluruh petugasnya merupakan anak-anak.
“Petugas upacara semuanya anak-anak. Pembaca doa dari anak SLB, MC juga anak SLB, pengibar bendera dari SMK Kehutanan. Kami ingin Hari Anak benar-benar menjadi milik anak-anak,” ujarnya, ditemui di sela gladi bersih di Kantor Gubernur Kaltim, Rabu, 29 Juli 2026.
Usai upacara, peserta dari kalangan pelajar SMA, SMK, dan SMP diarahkan mengikuti pemeriksaan kesehatan mental melalui aplikasi Ketan Mas Rido (Kenali Tanda-Tanda Kecemasan, Depresi, dan Bunuh Diri).
Program tersebut digelar bekerja sama dengan Atma Bulus Ada sebagai upaya mendeteksi dini gangguan kesehatan mental pada anak dan remaja.
Menurut Syarifah, layanan tersebut juga didukung dokter spesialis yang siap memberikan konsultasi bagi peserta yang membutuhkan.
“Kita tahu sekarang cukup banyak persoalan kesehatan mental pada anak. Karena itu kami ingin melakukan deteksi sejak dini,” katanya.
Sementara itu, rangkaian acara di dalam gedung akan diisi berbagai penampilan dan edukasi, mulai dari tari anak berkebutuhan khusus, fashion show bertema pesan edukatif, hingga simulasi profesi seperti penyiar radio, reporter, dan fotografer.
Anak-anak yang terlibat bahkan telah mengikuti pelatihan di sejumlah instansi, termasuk RRI, sehingga dapat menjalankan perannya secara langsung saat acara berlangsung.
Selain hiburan, DP3A juga menghadirkan beragam layanan publik melalui stan pelayanan. Di antaranya pemeriksaan kesehatan anak menggunakan aplikasi ASIK bersama Dinas Kesehatan, layanan konsultasi pola asuh keluarga dari PUSPAGA, pelayanan administrasi kependudukan dari Disdukcapil, perpustakaan keliling, hingga stan Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA) dan layanan perbankan dari Bank Kaltimtara.
Seluruh layanan tersebut diberikan secara gratis kepada masyarakat.
Syarifah menyebut sekitar 500 anak dari jenjang PAUD, TK, SD, SMP, SMA, SMK hingga anak penyandang disabilitas akan terlibat dalam peringatan Hari Anak Nasional tahun ini.
“Kami ingin perayaan ini bukan sekadar seremoni, tetapi memberikan manfaat nyata bagi anak-anak dan keluarga,” pungkasnya.

