Insitekaltim, Samarinda – Sebagai salah satu bentuk kepedulian sosial, donor darah
dapat membantu menyelamatkan nyawa orang lain.
Namun, di balik aksi kemanusiaan tersebut, donor darah juga memberikan berbagai manfaat bagi kesehatan pendonornya.
Setiap kantong darah yang didonorkan dapat membantu pasien yang membutuhkan transfusi darah. Mulai dari korban kecelakaan, pasien operasi, penderita anemia, hingga pasien dengan penyakit tertentu.
Karena itu, donor darah menjadi kegiatan yang memiliki manfaat ganda, baik bagi penerima maupun pendonor.
Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Timur, dr. Jaya Mualimin, mengatakan, donor darah secara rutin. Dapat membantu merangsang pembentukan sel darah baru dalam tubuh.
“Proses donor darah merangsang pembentukan sel darah baru, sehingga mendukung regenerasi darah dalam tubuh,” ujarnya.
Menurutnya, setelah darah didonorkan, tubuh akan secara alami menggantikan darah yang hilang dengan sel-sel darah baru. Proses regenerasi ini membantu menjaga fungsi tubuh tetap optimal.
“Dengan regenerasi tersebut, tubuh akan menggantikan darah yang telah didonorkan dengan sel-sel darah baru yang lebih segar,” katanya.
Selain membantu regenerasi darah, pendonor juga memberikan kesempatan bagi masyarakat. Untuk memantau kondisi kesehatannya, secara berkala. Sebelum mendonorkan darah, setiap calon pendonor akan menjalani pemeriksaan kesehatan sederhana oleh petugas.
Pemeriksaan tersebut meliputi pengecekan tekanan darah, kadar hemoglobin (Hb), suhu tubuh, berat badan, serta kondisi kesehatan umum lainnya untuk memastikan pendonor memenuhi syarat.
Menurut dr. Jaya, pemeriksaan tersebut dapat menjadi sarana deteksi dini. Terhadap berbagai kondisi kesehatan yang mungkin tidak disadari sebelumnya.
Dengan mengetahui hasil pemeriksaan secara berkala, masyarakat dapat lebih memahami kondisi tubuh dan mengambil langkah pencegahan apabila ditemukan indikasi masalah kesehatan.
Tak hanya itu, donor darah juga dapat membantu menjaga kesehatan sistem peredaran darah.
Beberapa penelitian menunjukkan, donor darah secara rutin dapat membantu menjaga keseimbangan kadar zat besi dalam tubuh. Sehingga berpotensi menurunkan risiko gangguan tertentu yang berkaitan dengan kelebihan zat besi.
Meski demikian, donor darah tetap harus dilakukan sesuai ketentuan dan memenuhi syarat kesehatan yang telah ditetapkan. Umumnya, donor darah dapat dilakukan setiap tiga bulan sekali bagi orang dewasa yang sehat.
dr. Jaya mengajak masyarakat untuk menjadikan donor darah sebagai kebiasaan positif yang dilakukan secara rutin. Selain memberikan manfaat bagi kesehatan pribadi, donor darah juga menjadi bentuk kontribusi nyata dalam membantu sesama yang membutuhkan.
Karena itu, donor darah bukan hanya tentang memberikan setetes darah untuk orang lain, tetapi juga menjadi langkah sederhana untuk menjaga kesehatan sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

