Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Teras Samarinda II Dipersiapkan Lebih Tertata, Kenyamanan Pengunjung dan UMKM Jadi Prioritas

    Oktober 28, 2026

    UMKM Teras Samarinda Tuntut Ganti Rugi, DPRD Pertanyakan Dasar Pembubaran

    Oktober 27, 2026

    Benih Tanpa Sertifikasi Terancam Tak Bisa Diedarkan di Kaltim

    Oktober 27, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Diskominfo Kaltim»Dinkes Kaltim Rilis Capaian dan Program 2023: Kematian Ibu Hamil Meningkat
    Diskominfo Kaltim

    Dinkes Kaltim Rilis Capaian dan Program 2023: Kematian Ibu Hamil Meningkat

    AminahBy AminahJanuari 26, 202402 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Konferensi pers Diskominfo Kaltim bersama Dinkes Kaltim dan Dinas Perkebunan Kaltim
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim,Samarinda – Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur (Dinkes Kaltim) merinci capaian dan program kerja tahun 2023, menghadapi tantangan terutama dalam peningkatan kesehatan ibu dan anak..

    Teks: Kepala Dinkes Kaltim Jaya Mualimin

    Kepala Dinkes Kaltim Jaya Mualimin menyebutkan bahwa pihaknya lebih memusatkan perencanaan strategis (renstra) yang ditujukan untuk meningkatkan kesehatan dan gizi di masyarakat.

    Di mana dalam Renstra 2023 yang menjadi sasaran yakni, meningkatkan status kesehatan ibu dan anak, serta meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan sesuai standar.

    Selain itu, meningkatkan upaya pencegahan dan penanggulangan penyakit menular dan penyakit tidak menular, serta meningkatkan kinerja pelayanan organisasi perangkat daerah.

    Upaya Dinkes Kaltim dalam hal meningkatkan status gizi serta kesehatan ibu dan anak, dibagi menjadi empat indikator berdasarkan tujuan dan sasarannya.

    Indikator pertama yaitu, melalui usia harapan hidup yang berhasil terealisasi sebesar 74,72 tahun dari target di 2023 sebesar 74,75 tahun. Kemudian, indikator jumlah kematian ibu yang meningkat sebanyak 72 kasus dari 70 kasus.

    “Tambahnya dua kasus kematian ini berasal dari ibu melahirkan yang ada di IKN,” jelas Jaya dalam konferensi pers yang digelar oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Timur (Diskominfo Kaltim) di Ruang Wiek Diskominfo Kaltim, Jumat (26/1/2024).

    Berdasarkan indikator jumlah kematian bayi, terdapat lonjakan kasus sebanyak 512 kasus dari target 484 kematian bayi. Dari indikator presentasi balita stunting didapatkan realisasi sebesar 23,9 persen dari target 25,5 persen.

    Jaya menjelaskan, dalam upaya untuk meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan sesuai standar didapatkan presentasi fasilitas pelayanan kesehatan yang terakreditasi sebanyak 96,34 persen dari target 80 persen.

    “Kita berhasil meningkatkan faskes berakreditasi baik jauh lebih dari pada target kita jadi 96,34 persen,” katanya.

    Lebih lanjut, terkait upaya pencegahan dan penanggulangan penyakit menular dan tidak menular, presentasi pengobatan HIV dengan antiretroviral terealisasi sebanyak 82 persen dari target 55 persen.

    Jaya mengungkapkan terdapat peningkatan dalam kinerja pelayanan organisasi perangkat daerah berdasarkan nilai akuntabilitas kinerja perangkat daerah yakni sebanyak 73,20 persen dari target 70,62 persen.

    “Untuk merealisasikan semua program, kita memang membutuhkan waktu. Semoga semakin baik lagi performa dan kinerja kita dalam melayani masyarakat,” pungkasnya.

    Jaya Mualimin Kepala Dinkes Kaltim Renstra
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Aminah

    Related Posts

    Tiga Bulan Tersisa, Kepala Dinkes Kaltim Baru Dihadapkan Sejumlah Persoalan Kesehatan

    September 29, 2026

    Pusat Layanan Gedung Pandurata Jadi Rawat Inap Baru RSUD AWS

    Juli 26, 2026

    Kasus Tertinggalnya Kawat Medis Pada Pasien, Dinkes Dorong Perbaikan Tata Kelola Pelayanan

    Juli 25, 2026

    Setiap Risiko Tindakan Medis Harus Dijelaskan kepada Pasien

    Juli 23, 2026

    Audit Kemenkes Ungkap Perlunya Perbaikan Tata Kelola dan Komunikasi di RSUD AWS

    Juli 22, 2026

    Alkes Belum Lengkap, Gedung Pandurata AWS Belum Bisa Layani Pasien

    Juli 20, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Teras Samarinda II Dipersiapkan Lebih Tertata, Kenyamanan Pengunjung dan UMKM Jadi Prioritas

    SintaOktober 28, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Kenyamanan masyarakat saat menikmati ruang publik menjadi perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda.…

    UMKM Teras Samarinda Tuntut Ganti Rugi, DPRD Pertanyakan Dasar Pembubaran

    Oktober 27, 2026

    Benih Tanpa Sertifikasi Terancam Tak Bisa Diedarkan di Kaltim

    Oktober 27, 2026

    Polisi Amankan 37 Orang terkait Dugaan Pencurian Kabel Bawah Tanah di Samarinda

    Oktober 27, 2026

    DPRD Samarinda Bahas Revisi Perda Perubahan Susunan OPD

    Oktober 27, 2026
    1 2 3 … 3,411 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.