Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Mitchell Baker Hattrick, Indonesia Gilas Kamboja 5-1 di Laga Pembuka ASEAN Championship 2026

    July 30, 2026

    Jaga Kesehatan Fiskal Samarinda, Andi Harun Pilih Efisiensi Ketimbang Utang

    July 30, 2026

    Sekolah Gratis Belum Menjamin Anak Bertahan di Bangku Sekolah

    July 30, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Ekonomi»Di Tengah Isu PHK, Disnakertrans: Pengangguran Kaltim Justru Turun
    Ekonomi

    Di Tengah Isu PHK, Disnakertrans: Pengangguran Kaltim Justru Turun

    R’syaBy R’syaJuly 30, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Dialog Publika bertajuk Siapkah Kaltim Hadapi Gelombang PHK (Ist)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kalimantan Timur (Kaltim) Rozani Erawadi mengatakan angka pengangguran di Kaltim justru mengalami penurunan di tengah isu pemutusan hubungan kerja (PHK) yang mencuat akibat perlambatan ekonomi pada sejumlah sektor usaha.

    Berdasarkan data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Februari 2026, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kaltim turun dari 5,33 persen menjadi 5,26 persen. Menurut Rozani, capaian tersebut menunjukkan peluang kerja di Kaltim masih tersedia meski beberapa sektor mulai mengalami perlambatan.

    “Kalau mengutip data Sakernas Februari 2026, TPT kita masih terus menurun dari 5,33 menjadi 5,26 persen. Artinya, kesempatan bekerja masih ada bagi masyarakat Kalimantan Timur,” ujarnya dalam Dialog Publika bertajuk Siapkah Kaltim Hadapi Gelombang PHK di Studio TVRI Kaltim, Rabu, 29 Juli 2026.

    Ia menjelaskan sektor pertanian masih menjadi penyerap tenaga kerja terbesar di Kaltim dengan kontribusi sekitar 19 persen. Disusul sektor perdagangan besar dan eceran sebesar 16 persen, serta sektor akomodasi dan makan minum sekitar 9 persen.

    Sementara itu, sektor pertambangan dan penggalian mulai menunjukkan perlambatan penyerapan tenaga kerja. Berdasarkan data Sakernas, jumlah pekerja di sektor tersebut mengalami penurunan sehingga menjadi perhatian pemerintah daerah.

    Meski demikian, Rozani menegaskan perlambatan di sektor tertentu tidak serta-merta berujung pada pemutusan hubungan kerja. PHK merupakan langkah terakhir yang hanya dapat ditempuh perusahaan setelah berbagai upaya penyelesaian dilakukan sesuai ketentuan perundang-undangan.

    “PHK adalah pilihan terakhir. Sebelum itu tentu dilakukan verifikasi terhadap alasan PHK, sekaligus memastikan hak-hak pekerja tetap dipenuhi sesuai ketentuan yang berlaku,” jelasnya.

    Selain memantau perkembangan kondisi ketenagakerjaan, pemerintah juga mencermati berbagai kebijakan yang berpotensi memengaruhi aktivitas dunia usaha, termasuk penyesuaian Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) di sektor pertambangan yang dapat berdampak pada penyerapan tenaga kerja.

    Rozani menambahkan, pemerintah mendorong berbagai langkah mitigasi apabila terjadi pengurangan tenaga kerja, mulai dari penempatan kembali pekerja, peningkatan kompetensi melalui program reskilling, hingga pemanfaatan Program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP).

    “Kalaupun terjadi PHK, pemerintah memastikan pekerja memperoleh hak-haknya sesuai ketentuan, termasuk melalui program JKP. Namun kami berharap berbagai langkah mitigasi dapat dilakukan agar kesempatan kerja tetap terjaga,” tutupnya.

     

    Dialog Publika TVRI Kaltim Disnakertrans Kaltim PHK Rozani Erawadi
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    R’sya

    Related Posts

    Sekolah Gratis Belum Menjamin Anak Bertahan di Bangku Sekolah

    July 30, 2026

    Jaga Stabilitas Ekonomi Ketahanan Protein Hewani Jadi Strategi di Kaltim

    July 30, 2026

    Tekan Inflasi, BPS Minta Penguatan Komoditas Lokal Harus Berkelanjutan

    July 29, 2026

    Ekonomi Samarinda 2025 Melambat Bukan Menurun, Ini Penjelasannya

    July 28, 2026

    Efisiensi Anggaran Jadi Pemicu Pertumbuhan Ekonomi Samarinda Melambat ke 6,22 Persen

    July 27, 2026

    BPBD Kaltim Gandeng Dunia Usaha Percepat Pemulihan Pascabencana

    July 27, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply

    You must be logged in to post a comment.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Mitchell Baker Hattrick, Indonesia Gilas Kamboja 5-1 di Laga Pembuka ASEAN Championship 2026

    R’syaJuly 30, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Timnas Indonesia memulai kiprah di Grup A ASEAN Championship 2026 dengan kemenangan…

    Jaga Kesehatan Fiskal Samarinda, Andi Harun Pilih Efisiensi Ketimbang Utang

    July 30, 2026

    Sekolah Gratis Belum Menjamin Anak Bertahan di Bangku Sekolah

    July 30, 2026

    Di Tengah Isu PHK, Disnakertrans: Pengangguran Kaltim Justru Turun

    July 30, 2026

    Utang Rp671 Miliar Jadi Alarm, PDIP Nilai Ruang Fiskal Samarinda Kian Tercekik

    July 30, 2026
    1 2 3 … 3,248 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.