Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    DPRD Kaltim Bidik Mall Lembuswana Jadi Mesin PAD Terbesar

    Agustus 24, 2026

    Teras Samarinda Segmen 2-4 Siap Diresmikan, Pemkot Masih Benahi Sejumlah Bagian

    Agustus 24, 2026

    32 Ibu dan 301 Bayi Meninggal, Kaltim Soroti Koordinasi Rujukan Antarwilayah

    Agustus 24, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Lifestyle»Kesehatan»Deteksi Dini, Kunci Menekan Penularan HIV dan TBC
    Kesehatan

    Deteksi Dini, Kunci Menekan Penularan HIV dan TBC

    IraBy IraJuli 2, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Kadinkes Samarinda, Ismid Kusasih (Insitekaltim/Nur)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Deteksi dini, pengobatan segera, dan edukasi masyarakat menjadi kunci utama dalam menekan penularan HIV dan tuberkulosis (TBC).

    Kepala Dinkes Samarinda Ismid Kusasih, mengatakan, penderita penyakit menular harus segera mendapatkan pengobatan agar risiko penularan kepada orang lain dapat diminimalkan.

    “Selain itu, pasien juga perlu dibekali pemahaman mengenai cara mencegah penularan penyakit,” kata Ismid Kosasih, Kamis, 2 Juli 2026.

    Upaya tersebut terus diperkuat lanjutnya, mengingat kedua penyakit menular itu masih menjadi tantangan kesehatan yang memerlukan penanganan secara berkelanjutan.

    Ismid Kusasih mengatakan, penderita penyakit menular harus segera mendapatkan pengobatan. Agar risiko penularan kepada orang lain, dapat diminimalkan.

    Selain itu, pasien juga perlu dibekali pemahaman mengenai cara mencegah penularan penyakit.

    “Kalau penyakit menular, yang jelas penderitanya harus segera diobati. Mereka juga harus tahu bagaimana cara mencegah agar penyakitnya tidak menular kepada orang lain,” ujarnya,

    Terkait HIV, Ismid menjelaskan, penularan penyakit tersebut berkaitan dengan perilaku berisiko, termasuk hubungan seksual tanpa pengaman.

    Menurutnya, upaya pencegahan perlu difokuskan pada edukasi masyarakat, mengenai perilaku hidup sehat. Pentingnya pemeriksaan atau tes HIV bagi kelompok yang berisiko, serta akses terhadap layanan pengobatan.

    Sementara itu, untuk kasus TBC, Ismid menegaskan bahwa penyakit tersebut dapat disembuhkan apabila penderita menjalani pengobatan secara teratur hingga tuntas.

    Ia juga mengingatkan, pentingnya edukasi kepada keluarga yang tinggal serumah dengan pasien agar memahami cara mencegah penularan.

    “Yang paling penting, penderita segera berobat karena TBC bisa sembuh asalkan minum obat secara teratur,” katanya.

    Menurut Ismid, keberhasilan pengendalian TBC juga sangat bergantung pada kemampuan menemukan kasus sejak dini melalui skrining. Semakin cepat penderita teridentifikasi, semakin cepat pula pengobatan dapat diberikan sehingga risiko penularan dapat ditekan.

    Ia mengakui, penemuan kasus TBC secara nasional masih menjadi pekerjaan rumah. Namun, capaian skrining di Kota Samarinda dinilai cukup baik karena angka penemuan kasus tergolong tinggi.

    “Alhamdulillah, di Samarinda capaian skrining cukup tinggi, artinya upaya deteksi dini berjalan baik,” ungkapnya.

    Ke depan, Dinkes Samarinda berharap penguatan regulasi daerah dapat semakin mendukung upaya pengendalian HIV dan TBC, mulai dari peningkatan skrining, edukasi masyarakat, hingga perluasan akses layanan kesehatan.

     

    Dinkes Samarinda Ismed Kosasih TBC dan HIV/AIDS
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ira

    Related Posts

    32 Ibu dan 301 Bayi Meninggal, Kaltim Soroti Koordinasi Rujukan Antarwilayah

    Agustus 24, 2026

    Asap Karhutla Mengancam, Kasus ISPA Kaltim Tembus 216 Ribu

    Agustus 23, 2026

    Festival Merah Putih Kaltim Sediakan CKG, Warga Untuk Periksa Kesehatan Dasar

    Agustus 22, 2026

    Cuaca Panas Mengintai, Dinkes Samarinda Ingatkan Warga Waspadai Heatstroke

    Agustus 20, 2026

    Kepesertaan KB di Samarinda Masih Rendah, Sri Puji Dorong Edukasi Sejak Calon Pengantin

    Agustus 20, 2026

    4.578 Pekerja Rentan Samarinda Sudah Terlindungi, Ribuan Lain Masih Menunggu Jaminan Sosial

    Agustus 19, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    DPRD Kaltim Bidik Mall Lembuswana Jadi Mesin PAD Terbesar

    Ratu ArifanzaAgustus 24, 2026

    Insitekaltim, Samarinda — DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) mendorong Mall Lembuswana Samarinda dapat menjadi salah satu…

    Teras Samarinda Segmen 2-4 Siap Diresmikan, Pemkot Masih Benahi Sejumlah Bagian

    Agustus 24, 2026

    32 Ibu dan 301 Bayi Meninggal, Kaltim Soroti Koordinasi Rujukan Antarwilayah

    Agustus 24, 2026

    Kemenpora: Partisipasi Olahraga Jadi Kunci Lahirkan Atlet Disabilitas Berprestasi

    Agustus 24, 2026

    Pemadaman Listrik Berulang, Abdul Rohim Desak PLN Beri Kompensasi Warga Samarinda

    Agustus 24, 2026
    1 2 3 … 3,295 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.