Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Geliat Pembangunan Ekonomi Domestik, Belum Jadikan Samarinda Sebagai Kota Mandiri

    Juni 23, 2026

    Gedung Pandurata RSUD AWS Belum Beroperasi, Penyempurnaan Ditarget Tuntas Akhir 2026

    Juni 23, 2026

    Kejar Ketahanan Pangan, Kaltim Targetkan Tambah 13 Ribu Hektare Sawah Baru

    Juni 23, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Tokoh»Dee Lestari: Inspirasi Bisa Datang dari Mana Saja
    Tokoh

    Dee Lestari: Inspirasi Bisa Datang dari Mana Saja

    LarasBy LarasOktober 15, 202402 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Dee Lestari (tengah) dalam acara Gebyar Anugerah Inspirasi
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Penulis kenamaan Dewi Lestari atau yang akrab dengan nama panggungnya Dee Lestari mengungkap cara mendapatkan inspirasi untuk menulis.

    Berhasil meluncurkan berbagai novel best seller seperti Filosofi Kopi, dan Perahu Kertas, Dee Lestari yang juga penulis lagu “Malaikat Juga Tahu” ini mengatakan inspirasi datang dari mana saja, bahkan sesederhana saat menyikat gigi.

    “Saat saya menyikat gigi misalnya. Saat tiba-tiba dihampiri sebuah melodi di kepala saya, saya mencoba merangkai kata di dalamnya. Oh bagusnya ada kata udara dan malaikat. Selesai itu, langsung saya aplikasikan ke piano dan terciptalah lagu,” ujarnya dalam acara Gebyar Anugerah Literasi di Ballroom Hotel Bumi Senyiur, Senin (14/10/2024).

    Pada tahun 1996, kala itu Dee Lestari masih seorang mahasiswi. Ia masih tinggal di rumah keluarganya yang sederhana di lantai dua. Pemandangan lantai dua rumah tersebut tidak seindah itu, namun diakuinya, ia bisa melihat bentuk-bentuk awan yang bervariasi.

    Di setiap sore menjelang senja, Dee Lestari akan menyempatkan diri melihat variasi bentuk awan tersebut. Apakah sepotong awan akan berbentuk kelinci atau berbentuk gunung. Setiap bentuk-bentuk unik dari awan itu ia tuangkan dalam tulisannya.

    “Saya akan termenung sebentar sambil membayangkan apa sih bentuknya dan saya tulis untuk jadi bagian dari tulisan saya,” kata wanita 48 tahun ini.

    Tak ingin omong kosong, Dee Lestari mempraktikkan bagaimana inspirasi itu datang dari mana saja. Ia bertanya kenapa partisipan yang hadir saat itu untuk mencari benda apa saja yang bisa mereka sodorkan. Ada seorang partisipan yang memberikan sebuah boneka berwarna merah muda, berbulu halus dan menggemaskan.

    Spontan, Dee Lestari merasa sangat tertantang karena boneka tersebut memiliki kesulitan tersendiri untuk dijabarkannya melalui kata-kata. Tak butuh waktu lama, ia berhasil membuat sebuah karangan cerita yang mendeskripsikan boneka tersebut menjadi petualangan ringan.

    “Saya tak tahu apakah ini? Sosok kecil mungil, sosok yang menggemaskan, tetapi yang saya tahu dia akan berpetualang,” tutur Dee Lestari menceritakan potongan inspirasi dari boneka tersebut.

    Walau telah berada di panggung penulis besar, Dee Lestari tak luput dari kegagalan. Memulai tulisannya sejak SD, karangannya hampir tidak pernah dilirik oleh majalah atau koran manapun. Tetapi, semangat dan dorongan sang ibunda, mampu membawanya hingga saat ini.

    Dee Lestari berharap semua penulis yang sedang berjuang meluncurkan karyanya, tidak berputus asa. Sebab, tidak ada usaha yang mengkhianati hasil.

    “Semangat terus. Saya juga mengalami semua itu. Writing block, tidak di-publish, semua sudah pernah,” tutupnya.

    Dee Lestari Gebyar Anugerah Literasi Penulis
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Laras

    Related Posts

    Muncul di Hadapan Publik Setelah Hampir Satu Dekade, Rita Widyasari Soroti Pentingnya Pemberitaan Berimbang

    Juni 13, 2026

    Bayu Surya Nahkodai JMSI Kaltim, Siap Teruskan Jejak Mohammad Sukri

    Juni 8, 2026

    IKAMBA Kaltim Perkuat Solidaritas Lewat Pesta Sekolah, Dana Capai Puluhan Juta

    Mei 15, 2026

    JMSI Kaltim Imbau Warga Tak Panic Buying, Stok BBM Dinilai Masih Aman

    Maret 7, 2026

    JMSI Kaltim Dukung Rencana Pemblokiran Medsos untuk Anak di Bawah 16 Tahun

    Maret 7, 2026

    Ramadan Dimaknai sebagai Penguatan Kebersamaan dan SDM, MSI Group Siapkan Program Pengembangan Wartawan

    Maret 1, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Geliat Pembangunan Ekonomi Domestik, Belum Jadikan Samarinda Sebagai Kota Mandiri

    Nur AjijahJuni 23, 2026

    Insifekaltim, Samarinda – Geliat pembangunan yang semakin masif, termasuk dampak kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN).…

    Gedung Pandurata RSUD AWS Belum Beroperasi, Penyempurnaan Ditarget Tuntas Akhir 2026

    Juni 23, 2026

    Kejar Ketahanan Pangan, Kaltim Targetkan Tambah 13 Ribu Hektare Sawah Baru

    Juni 23, 2026

    Polemik Parkir Mie Gacoan Memanas, DPRD Minta Pengusaha Lokal Dibina Bukan Disingkirkan

    Juni 23, 2026

    Rp32,7 Miliar Anggaran Disdag Samarinda Disorot, 90 Persen Serapan Semester I Didominasi Belanja Internal

    Juni 23, 2026
    1 2 3 … 3,166 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.