Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Kursi Sekwan Kaltim Belum Bertuan, DPRD Masih Tunggu Usulan Nama dari Gubernur

    Mei 26, 2026

    Wagub Kaltim Diseret dalam Isu Aksi Demonstrasi, Gerindra Imbau Publik Tidak Terprovokasi

    Mei 26, 2026

    Polemik Grup Chat DPRD Kaltim Masuk Ranah Etik, BK Siapkan Pemanggilan dan Mediasi

    Mei 26, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.com
    Home»Tokoh»Dari Pulau Punjung ke Panggung Nasional: Akmal Malik, Bukan Birokrat Biasa
    Tokoh

    Dari Pulau Punjung ke Panggung Nasional: Akmal Malik, Bukan Birokrat Biasa

    Adit MustafaBy Adit MustafaDesember 29, 202403 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Pulau Punjung, sebuah wilayah kecil di Sumatera Barat, mungkin tak banyak dikenal. Namun dari tempat itulah lahir seorang pemimpin visioner, Akmal Malik, yang kini memimpin Kalimantan Timur sebagai Penjabat (Pj) Gubernur.

    Meski takdir membawanya menjadi birokrat, perjalanan hidup Akmal jauh dari kata mudah. Ia mengawali hidupnya dengan perjuangan yang sederhana namun bermakna, membangun karier dari nol hingga mencapai panggung nasional.

    Kisahnya kini diabadikan dalam buku berjudul Akmal Malik, Bukan Birokrat Biasa, karya Yus Arianto dan Andry Haryanto, yang dibedah dalam sebuah acara di Big Mall Samarinda pada Sabtu (28/12/2024).

    Dari Pulau Punjung, Akmal tumbuh dengan kehidupan yang sederhana. Ketika muda, ia memutuskan mencoba peruntungan di Jakarta.

    “Saya kuliah juga, yaitu di universitas Tanah Abang? Tahu kan universitas Tanah Abang? Berjualan,” guyon Akmal.

    Ia ikut seorang kawan untuk berjualan kain di pusat penjualan tekstil terbesar di Indonesia tersebut. Namun, setelah tiga bulan berjualan, ia memutuskan kembali ke kampung halaman.

    Momen penting datang saat seorang teman mengajaknya mendaftar ke Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN). Dari 86 pendaftar, hanya Akmal yang berhasil lolos. Keberhasilannya ini menjadi titik awal perjalanan kariernya di dunia birokrasi.

    Setelah lulus dari APDN, Akmal memulai kariernya sebagai Kepala Sub Seksi Lingkungan Hidup dan Pjs Kepala Desa Barangan Selatan. Tugas-tugas kecil itu dijalani dengan sepenuh hati, hingga ia perlahan naik jabatan dan akhirnya dipercaya sebagai Dirjen Otonomi Daerah di Kementerian Dalam Negeri.

    Sebagai seorang birokrat, Akmal dikenal dengan pendekatan kolaboratif dan inovatif. Kini, dalam kapasitasnya sebagai Pj Gubernur Kalimantan Timur, ia fokus pada isu-isu strategis seperti ketahanan pangan dan pengelolaan lahan pascatambang.

    Dalam acara bedah buku di Samarinda, Akmal berbagi pandangan tentang perannya sebagai birokrat. “Menjadi pegawai negeri bukan cita-cita saya. Itu hanya takdir yang dijalani,” ujarnya, menegaskan bahwa kesuksesan yang diraihnya adalah hasil dari kerja keras dan kolaborasi tim.

    Pendekatannya yang rendah hati mendapatkan apresiasi luas. Prof Esti Handayani Hardi, salah satu akademisi yang hadir, menyebut perjalanan hidup Akmal sebagai inspirasi bagi generasi muda.

    “Pak Akmal tidak hanya berbicara teori, tapi menghidupkannya lewat pengalaman nyata,” ungkapnya.

    Meski baru setahun memimpin Kalimantan Timur, Akmal telah memberikan dampak besar. Penulis buku, Yus Arianto, menyebut fokus Akmal pada ketahanan pangan dan pengelolaan lingkungan sebagai langkah penting untuk masa depan provinsi tersebut.

    “Beliau ingin meninggalkan warisan yang bermakna untuk Kalimantan Timur,” ujar Yus. Hal ini juga diamini Rini Kustiani Jurnalis Tempo, yang memuji dedikasi Akmal dalam membangun sektor pertanian dan pangan di provinsi itu.

    Kisah Akmal Malik adalah bukti bahwa perjalanan hidup, seberat apapun, bisa membawa seseorang mencapai panggung yang lebih besar. Dari Pulau Punjung yang sederhana dan saat ini menakhodai Kalimantan Timur yang penuh tantangan, Akmal menunjukkan bahwa keberanian untuk mengambil langkah kecil dengan penuh dedikasi dapat mengubah takdir seseorang.

    Acara bedah buku ini tidak hanya merayakan perjalanan Akmal memimpin Kaltim, tetapi juga memberikan pelajaran penting tentang ketekunan, kerja keras, dan keberanian untuk melampaui batasan. Sebuah kisah inspiratif yang layak menjadi teladan bagi generasi muda Indonesia.

    Akmal Malik Bedah Buku Generasi Muda
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Adit Mustafa

    Related Posts

    IKAMBA Kaltim Perkuat Solidaritas Lewat Pesta Sekolah, Dana Capai Puluhan Juta

    Mei 15, 2026

    JMSI Kaltim Imbau Warga Tak Panic Buying, Stok BBM Dinilai Masih Aman

    Maret 7, 2026

    JMSI Kaltim Dukung Rencana Pemblokiran Medsos untuk Anak di Bawah 16 Tahun

    Maret 7, 2026

    Ramadan Dimaknai sebagai Penguatan Kebersamaan dan SDM, MSI Group Siapkan Program Pengembangan Wartawan

    Maret 1, 2026

    Warga Kritik Mobil Dinas Gubernur Rp8,5 M, Founder Sukri Institute Beri Komentar

    Februari 27, 2026

    Sukri: Pengadaan Mobil Dinas Gubernur Kaltim Masih dalam Batas Wajar

    Februari 27, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Kursi Sekwan Kaltim Belum Bertuan, DPRD Masih Tunggu Usulan Nama dari Gubernur

    SittiMei 26, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Kursi Sekretaris DPRD (Sekwan) Kaltim segera mengalami kekosongan seiring berakhirnya masa jabatan…

    Wagub Kaltim Diseret dalam Isu Aksi Demonstrasi, Gerindra Imbau Publik Tidak Terprovokasi

    Mei 26, 2026

    Polemik Grup Chat DPRD Kaltim Masuk Ranah Etik, BK Siapkan Pemanggilan dan Mediasi

    Mei 26, 2026

    Lahan Sawit 2 Hektare Hancur Diterjang Lumpur, Warga Tolak Tawaran Ganti Rugi Rp70 Juta dari Perusahaan

    Mei 26, 2026

    7 Komisioner KPID Kaltim Resmi Dilantik, Pengawasan Media Digital Jadi Tantangan Baru

    Mei 26, 2026
    1 2 3 … 3,106 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.