Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Helmi Dorong Penguatan Ekonomi Non-Tambang, Imbau Warga Samarinda Waspadai Kebakaran

    Oktober 10, 2026

    PKS Kaltim Buka Rumah Advokasi Hukum Gratis, Sasar Masyarakat Tidak Mampu

    Oktober 10, 2026

    Wagub Kaltim Dorong Peningkatan PAD dari Sektor Energi, Soroti PI dan Antrean BBM

    Oktober 10, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Samarinda»Dari Deru Pesawat ke Suara Tawa, Bandara Temindung Kini Jadi Lapangan Rakyat
    Samarinda

    Dari Deru Pesawat ke Suara Tawa, Bandara Temindung Kini Jadi Lapangan Rakyat

    Ratu ArifanzaBy Ratu ArifanzaSeptember 2, 2025Updated:Februari 4, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Bandara Temindung
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Dahulu, Bandara Temindung identik dengan deru mesin pesawat yang landas dan mendarat di tengah padatnya pemukiman Samarinda. Warga sekitar masih ingat bagaimana setiap pagi, meski ada yang jogging di lintasan aspal panjang itu, pada pukul 07.00 harus segera minggir karena pesawat segera menyalakan mesin dan bersiap terbang.

    Namun kini, suasananya berubah total. Sejak bandara ini resmi berhenti beroperasi pada 2018, area bekas runway sepanjang lebih dari satu kilometer itu menjelma menjadi ruang publik yang selalu ramai. Bukan lagi deru pesawat, melainkan tawa anak-anak, alunan musik zumba, dan suara pedagang yang menawarkan dagangan.

    Setiap sore, terutama pukul 17.00–18.00 Wita, Temindung penuh sesak. Ratusan orang datang—diperkirakan bisa mencapai 200 lebih pengunjung setiap harinya. Mereka datang dari berbagai penjuru Samarinda, bahkan ada yang sengaja bersepeda dari rumah untuk ikut meramaikan suasana.

    Kegiatan warga di sini beragam. Ada yang jogging santai, ada pula anak-anak sekolah yang asyik bermain bola atau berlarian. Di sudut lain, terlihat beberapa remaja belajar mengendarai motor, sementara sekumpulan anak kecil sibuk menerbangkan layang-layang. Tak jarang, komunitas ibu-ibu memilih menggelar zumba sore di ruang terbuka ini.

    “Sekarang enak, tidak dibatasi jam lagi. Mau pagi, siang, sore, bisa datang kapan saja. Puncaknya ya sore hari, rame banget,” ujar salah satu pengunjung.

    Suasana Temindung makin terasa seperti pasar rakyat saat deretan pedagang mulai berdatangan. Dari pentol, es krim, roti, mie instan, hingga gerobak kopi kekinian, semua ikut meramaikan bekas bandara yang dulunya identik dengan aktivitas penerbangan.

    Vibesnya unik, seolah warga Samarinda punya “alun-alun” baru tanpa harus dirancang resmi. Kawasan yang dulunya simbol mobilitas udara kini beralih fungsi menjadi ruang sosial yang mempertemukan beragam lapisan masyarakat.

    Transformasi ini menyimpan nostalgia tersendiri. Bagi sebagian orang, Temindung adalah saksi sejarah perjalanan penerbangan di Samarinda. Kini, meski pesawat tak lagi mendarat, kawasan itu tetap “hidup” dengan cara berbeda: menjadi ruang olahraga, hiburan, sekaligus pusat interaksi warga.

    Mungkin inilah wajah baru Temindung, bukan lagi pintu keluar-masuk langit Samarinda, melainkan ruang bersama tempat warga menemukan kebersamaan sederhana. Dari deru pesawat ke suara tawa, Temindung tetap jadi denyut kehidupan kota.

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ratu Arifanza

    Related Posts

    Tanggap Darurat Samarinda Diperpanjang hingga 19 Oktober, Karhutla Capai 643 Hektare

    Oktober 8, 2026

    Disnaker Samarinda Kembangkan Auto-Matching AK1 untuk Percepat Pencari Kerja Temukan Lowongan

    Oktober 7, 2026

    Dua Bulan Padamkan Karhutla, 15 Relawan Samarinda Mengeluh Sesak Napas

    Oktober 7, 2026

    Seluruh Buaya Muara di Taman Satwa Palaran Direlokasi, Kolam Kini Kosong

    Oktober 5, 2026

    Harga Pertamax Naik, Pekerja di Samarinda Kurangi Pulang ke Marangkayu

    Oktober 3, 2026

    Peluang Hujan di Kaltim di Atas 90 Persen, Curahnya Masih Rendah

    Oktober 2, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Helmi Dorong Penguatan Ekonomi Non-Tambang, Imbau Warga Samarinda Waspadai Kebakaran

    Ratu ArifanzaOktober 10, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Ketua DPRD Kota Samarinda Helmi Abdullah menilai pengembangan sektor ekonomi non-tambang perlu…

    PKS Kaltim Buka Rumah Advokasi Hukum Gratis, Sasar Masyarakat Tidak Mampu

    Oktober 10, 2026

    Wagub Kaltim Dorong Peningkatan PAD dari Sektor Energi, Soroti PI dan Antrean BBM

    Oktober 10, 2026

    Pemkot Samarinda Prioritaskan Insentif Guru, Skema Pembayaran 2027 Dikaji

    Oktober 10, 2026

    Polisi Mulai Selidiki Dugaan Kawat Medis Tertinggal di Jantung Pasien RSUD AWS

    Oktober 9, 2026
    1 2 3 … 3,379 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.