Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    DPRD Kaltim Bidik Mall Lembuswana Jadi Mesin PAD Terbesar

    Agustus 24, 2026

    Teras Samarinda Segmen 2-4 Siap Diresmikan, Pemkot Masih Benahi Sejumlah Bagian

    Agustus 24, 2026

    32 Ibu dan 301 Bayi Meninggal, Kaltim Soroti Koordinasi Rujukan Antarwilayah

    Agustus 24, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Samarinda»Dari Deru Pesawat ke Suara Tawa, Bandara Temindung Kini Jadi Lapangan Rakyat
    Samarinda

    Dari Deru Pesawat ke Suara Tawa, Bandara Temindung Kini Jadi Lapangan Rakyat

    Ratu ArifanzaBy Ratu ArifanzaSeptember 2, 2025Updated:Februari 4, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Bandara Temindung
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Dahulu, Bandara Temindung identik dengan deru mesin pesawat yang landas dan mendarat di tengah padatnya pemukiman Samarinda. Warga sekitar masih ingat bagaimana setiap pagi, meski ada yang jogging di lintasan aspal panjang itu, pada pukul 07.00 harus segera minggir karena pesawat segera menyalakan mesin dan bersiap terbang.

    Namun kini, suasananya berubah total. Sejak bandara ini resmi berhenti beroperasi pada 2018, area bekas runway sepanjang lebih dari satu kilometer itu menjelma menjadi ruang publik yang selalu ramai. Bukan lagi deru pesawat, melainkan tawa anak-anak, alunan musik zumba, dan suara pedagang yang menawarkan dagangan.

    Setiap sore, terutama pukul 17.00–18.00 Wita, Temindung penuh sesak. Ratusan orang datang—diperkirakan bisa mencapai 200 lebih pengunjung setiap harinya. Mereka datang dari berbagai penjuru Samarinda, bahkan ada yang sengaja bersepeda dari rumah untuk ikut meramaikan suasana.

    Kegiatan warga di sini beragam. Ada yang jogging santai, ada pula anak-anak sekolah yang asyik bermain bola atau berlarian. Di sudut lain, terlihat beberapa remaja belajar mengendarai motor, sementara sekumpulan anak kecil sibuk menerbangkan layang-layang. Tak jarang, komunitas ibu-ibu memilih menggelar zumba sore di ruang terbuka ini.

    “Sekarang enak, tidak dibatasi jam lagi. Mau pagi, siang, sore, bisa datang kapan saja. Puncaknya ya sore hari, rame banget,” ujar salah satu pengunjung.

    Suasana Temindung makin terasa seperti pasar rakyat saat deretan pedagang mulai berdatangan. Dari pentol, es krim, roti, mie instan, hingga gerobak kopi kekinian, semua ikut meramaikan bekas bandara yang dulunya identik dengan aktivitas penerbangan.

    Vibesnya unik, seolah warga Samarinda punya “alun-alun” baru tanpa harus dirancang resmi. Kawasan yang dulunya simbol mobilitas udara kini beralih fungsi menjadi ruang sosial yang mempertemukan beragam lapisan masyarakat.

    Transformasi ini menyimpan nostalgia tersendiri. Bagi sebagian orang, Temindung adalah saksi sejarah perjalanan penerbangan di Samarinda. Kini, meski pesawat tak lagi mendarat, kawasan itu tetap “hidup” dengan cara berbeda: menjadi ruang olahraga, hiburan, sekaligus pusat interaksi warga.

    Mungkin inilah wajah baru Temindung, bukan lagi pintu keluar-masuk langit Samarinda, melainkan ruang bersama tempat warga menemukan kebersamaan sederhana. Dari deru pesawat ke suara tawa, Temindung tetap jadi denyut kehidupan kota.

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ratu Arifanza

    Related Posts

    Sungai Mahakam Hadapi Masalah Alur hingga Tata Kelola, Pengelolaan Terpadu Dinilai Mendesak

    Agustus 7, 2026

    150 Anak Jadi Tersangka Narkoba dalam 10 Bulan, BNN Dorong Penguatan Rehabilitasi

    Juli 20, 2026

    Rooftop Pasar Pagi Bakal Jadi Kafe Panorama Sungai Mahakam

    Juli 19, 2026

    42 Calon Paskibraka Samarinda Digembleng Disiplin, Integritas, dan Jiwa Bela Negara

    Juli 17, 2026

    Kemiskinan Samarinda Turun, Serapan Anggaran Dinsos Baru 31 Persen

    Juli 15, 2026

    BUMRT Bakal Kelola Kandang Anti Bau, Varia Niaga Siapkan Model Bisnis dan Pendampingan

    Juli 14, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    DPRD Kaltim Bidik Mall Lembuswana Jadi Mesin PAD Terbesar

    Ratu ArifanzaAgustus 24, 2026

    Insitekaltim, Samarinda — DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) mendorong Mall Lembuswana Samarinda dapat menjadi salah satu…

    Teras Samarinda Segmen 2-4 Siap Diresmikan, Pemkot Masih Benahi Sejumlah Bagian

    Agustus 24, 2026

    32 Ibu dan 301 Bayi Meninggal, Kaltim Soroti Koordinasi Rujukan Antarwilayah

    Agustus 24, 2026

    Kemenpora: Partisipasi Olahraga Jadi Kunci Lahirkan Atlet Disabilitas Berprestasi

    Agustus 24, 2026

    Pemadaman Listrik Berulang, Abdul Rohim Desak PLN Beri Kompensasi Warga Samarinda

    Agustus 24, 2026
    1 2 3 … 3,295 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.