Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Pemprov Kaltim Siapkan 250 Hektare Lahan di Teluk Balikpapan Guna Tambah PAD

    Agustus 8, 2026

    RS Primecare Samarinda Resmi Beroperasi, 95 Persen Tenaga Kerja Warga Lokal

    Agustus 8, 2026

    Politik Tak Cukup Andalkan Momentum Pemilu, Kepercayaan Publik Harus Dibangun

    Agustus 8, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Bontang»Dapat Bankeu Rp132 Miliar, DPRD Bontang Minta Pemkot Susun Strategi Penanganan Stunting
    DPRD Bontang

    Dapat Bankeu Rp132 Miliar, DPRD Bontang Minta Pemkot Susun Strategi Penanganan Stunting

    SittiBy SittiOktober 29, 202402 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Ketua Komisi A DPRD Kota Bontang Heri Keswanto
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Bontang – DPRD Kota Bontang meminta Pemerintah Kota (Pemkot) untuk segera menyusun strategi yang jelas dalam memanfaatkan bantuan keuangan (Bankeu) senilai Rp132 miliar dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

    Dana bantuan ini difokuskan untuk peningkatan infrastruktur dan program pengentasan stunting. Ketua Komisi A DPRD Bontang Heri Keswanto, menekankan bahwa perencanaan yang tepat diperlukan agar penggunaan dana ini efektif dan memberi dampak maksimal bagi masyarakat, khususnya dalam menurunkan angka stunting.

    Menurut Heri, besar kecilnya anggaran yang tersedia tidak akan berpengaruh jika tidak dibarengi dengan strategi penanganan yang terarah. Ia menyebutkan pentingnya pemetaan dan rancangan khusus agar anggaran dapat tepat sasaran.

    “Begini, melihat cukup atau tidaknya dilihat dari strategi penanganannya. Kalau strategi penanganannya saat ini belum jelas, artinya kita tidak tahu ukuran kecukupan keuangan itu bagaimana,” ujar Heri, Senin (28/10/2024).

    Heri juga mengusulkan agar Pemkot Bontang mengalokasikan dana untuk pendampingan intensif pada anak-anak yang terdampak stunting.

    Setiap anak dengan kondisi stunting sebaiknya mendapat anggaran khusus dan pendampingan gizi untuk meningkatkan kualitas kesehatan mereka.

    Pendampingan ini diharapkan dapat mencakup pemberian edukasi gizi kepada keluarga sebagai upaya penanganan jangka panjang.

    “Kalau uang ini cukup, usulan saya adalah ada pendampingan khusus untuk setiap anak yang terkena stunting. Misalnya, setiap anak diberikan anggaran sekitar satu juta rupiah, disertai dengan pendampingan pembelajaran gizi,” jelas Heri.

    Selain itu, program dari Pemprov juga mencakup Pemberian Makanan Tambahan (PMT) selama 65 hari. Heri menilai bahwa program PMT ini perlu dievaluasi lebih lanjut, terutama untuk memastikan apakah program tersebut berkelanjutan dan berdampak positif dalam menurunkan stunting.

    Ia menyarankan agar Pemkot Bontang bekerja sama dengan Dinas Kesehatan untuk memperoleh data lengkap mengenai kelanjutan dan hasil dari program PMT.

    “Untuk kelanjutan PMT, baiknya ditanyakan langsung ke Dinas Kesehatan, karena mereka yang bisa menjawab secara detail,” tambahnya.

    Heri berharap agar Pemkot dan dinas-dinas terkait segera merancang strategi yang konkret dalam memanfaatkan dana bankeu ini. Ia juga menyebutkan bahwa DPRD akan memantau penggunaan anggaran ini untuk memastikan anggaran tepat sasaran dan efektif dalam penanganan stunting di Kota Bontang.

    DPRD Bontang Heri Keswanto Pemkot Bontang Stunting
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Sitti

    Related Posts

    BKKBN Kaltim Perkuat Intervensi Non-Nutrisi untuk Tekan Stunting

    Juli 20, 2026

    Lampaui Target Nasional, Stunting di Samarinda Turun Jadi 17,13 Persen

    Juli 14, 2026

    Program MBG Belum Bisa Jadi Tolok Ukur Penurunan Stunting di Samarinda

    Juli 13, 2026

    Cegah Anak Stunting, Kini Periksa Kehamilan Wajib Delapan Kali

    Juli 12, 2026

    Inisiasi Menyusu Dini, Intervensi Tepat Dukung Pertumbuhan Bayi Juga Stunting

    Juli 3, 2026

    Stunting Samarinda Sudah di Bawah Nasional, DPPKB: Tantangan Terbesar Perubahan Perilaku

    Juli 2, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Pemprov Kaltim Siapkan 250 Hektare Lahan di Teluk Balikpapan Guna Tambah PAD

    R’syaAgustus 8, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas’ud mengatakan lahan milik Pemerintah Provinsi (Pemprov)…

    RS Primecare Samarinda Resmi Beroperasi, 95 Persen Tenaga Kerja Warga Lokal

    Agustus 8, 2026

    Politik Tak Cukup Andalkan Momentum Pemilu, Kepercayaan Publik Harus Dibangun

    Agustus 8, 2026

    Tak Harus Serba Merah-Putih, Begini Cara Tampil Stylish Saat 17-an

    Agustus 8, 2026

    Andi Harun Dorong Pilkada Samarinda Tanpa Politik Uang, Utamakan Kualitas dan Integritas

    Agustus 8, 2026
    1 2 3 … 3,266 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.