Insitekaltim, Samarinda – Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Samarinda Muslimin menegaskan pelatih yang terlibat dalam pembinaan atlet usia dini harus memiliki sertifikasi sebagai dasar kompetensi dalam menjalankan program latihan.
Ia mengatakan proses pembinaan tidak cukup hanya mengandalkan pengalaman di lapangan tanpa didukung pemahaman teori kepelatihan.
“Makanya bagi seorang pelatih yang melakukan pembinaan dia harus punya sertifikasi dalam rangka basic untuk melakukan pelatihan. Jangan sampai melatih tidak punya sertifikasi dan hanya berdasarkan pengalaman, itu beda,” ujarnya di Samarinda, Kamis, 25 Juni 2026.
Ia menjelaskan, teori dan praktik di lapangan harus berjalan seimbang agar pelatih mampu menerapkan metode latihan yang tepat sesuai kebutuhan atlet. Keseimbangan tersebut dinilai penting dalam mendukung pembinaan olahraga yang berkelanjutan.
“Antara teori dengan praktik di lapangan itu harus ada keseimbangan,” tegasnya.
Muslimin mengatakan pembinaan atlet harus dimulai sejak usia dini. Menurutnya, proses tersebut dapat dilakukan melalui jenjang pendidikan mulai dari sekolah dasar, sekolah menengah pertama, hingga sekolah menengah atas, dengan menyesuaikan karakteristik masing-masing cabang olahraga.
“Kalau bicara atlet muda, kita mulai dari anak usia dini. SD, SMP, SMA tergantung cabornya. Jadi ketika bicara pembinaan, kita mulai dari anak-anak kecil,” terangnya.
Selain memahami ilmu kepelatihan, pelatih juga diharapkan memiliki kemampuan mengidentifikasi dan memetakan potensi atlet. Kemampuan tersebut penting untuk melihat kecocokan seorang atlet dengan cabang olahraga tertentu sehingga bakat yang dimiliki dapat berkembang secara maksimal.
Muslimin mencontohkan, seorang atlet yang awalnya menekuni satu cabang olahraga bisa saja memiliki potensi lebih besar ketika diarahkan ke cabang olahraga lain berdasarkan hasil pengamatan dan penilaian pelatih yang memahami proses talent scouting.
Karena itu, ia berharap pembinaan olahraga usia dini yang dilakukan cabang olahraga bersama KONI dapat didukung oleh pelatih yang memiliki kompetensi dan pemahaman kepelatihan yang baik.
“Jadi kita sangat berharap pembinaan olahraga usia dini oleh cabor di bawah binaan Dispora dengan KONI itu berjalan dengan adanya seorang pelatih yang memahami kepelatihan,” pungkasnya.

