Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Helmi Dorong Penguatan Ekonomi Non-Tambang, Imbau Warga Samarinda Waspadai Kebakaran

    Oktober 10, 2026

    PKS Kaltim Buka Rumah Advokasi Hukum Gratis, Sasar Masyarakat Tidak Mampu

    Oktober 10, 2026

    Wagub Kaltim Dorong Peningkatan PAD dari Sektor Energi, Soroti PI dan Antrean BBM

    Oktober 10, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Lifestyle»Kesehatan»Cegah TB dan HIV Diperkuat, Kelompok Usia Produktif Jadi Penyumbang Terbanyak di Samarinda
    Kesehatan

    Cegah TB dan HIV Diperkuat, Kelompok Usia Produktif Jadi Penyumbang Terbanyak di Samarinda

    IraBy IraJuli 1, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Kadinkes Samarinda, Ismid Kusasih (Insitekaltim/Nur)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Upaya skrining dan penemuan kasus-kasus tuberkulosis (TB) dan HIV, secara dini terus diperkuat. Untuk menekan angka penularan sekaligus mencegah kematian akibat kedua penyakit tersebut.

    Langkah ini ditempuh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda, karena kasus tuberkulosis (TB) dan HIV masih didominasi kelompok usia produktif.

    Kepala Dinkes Samarinda, Ismid Kusasih, mengatakan, berdasarkan data yang dimiliki, kelompok usia produktif. Menjadi kelompok yang paling rentan, terpapar TB maupun HIV.

    “Kalau dari data yang ada, baik TB maupun HIV itu didominasi usia produktif, sekitar usia 20 hingga 40 tahun,” ujarnya.

    Meski belum merinci wilayah dengan jumlah kasus terbanyak di Samarinda. Ismid menegaskan, Dinkes akan terus mengoptimalkan penemuan kasus melalui skrining agar pasien bisa segera mendapatkan pengobatan.

    Ismid menjelaskan, dari 12 indikator SPM bidang kesehatan yang ditetapkan Kementerian Kesehatan, hanya terdapat dua penyakit menular yang menjadi prioritas, yakni TB dan HIV.

    Hal itu karena, kedua penyakit tersebut menjadi penyumbang angka kematian akibat penyakit menular tertinggi.

    “Kalau bicara kesehatan, tujuan utamanya adalah mencegah kematian. Penyakit menular dengan angka kematian tertinggi itu adalah TB dan HIV,” jelasnya.

    Karena itu, kita harus mempercepat skrining, menemukan penderita sedini mungkin, lalu segera memberikan pengobatan.

    Ia menambahkan, sepanjang tahun lalu angka kematian akibat TB di Samarinda tercatat mencapai lebih dari 100 kasus. Kondisi tersebut menjadi alasan kuat bagi pemerintah, untuk terus memperluas cakupan skrining dan mempercepat penanganan pasien.

    Menurut Ismid, semakin cepat penderita ditemukan dan menjalani pengobatan. Maka peluang penularan kepada masyarakat juga akan semakin kecil.

    Sebab itu, Dinkes Samarinda akan terus menggencarkan deteksi dini sebagai strategi utama dalam pengendalian TB dan HIV di Kota Tepian.

    Hingga Juni 2026, Dinkes Samarinda mencatat telah menemukan 184 kasus baru HIV, dengan 140 pasien telah menjalani pengobatan antiretroviral (ARV).

    Sebagian besar kasus masih didominasi penularan melalui hubungan seksual berisiko, khususnya pada kelompok lelaki seks dengan lelaki (LSL).

    Sementara itu, target penanganan TBC di Samarinda pada 2025 mencapai 4.770 kasus dengan realisasi 3.758 kasus atau 79 persen.

    Sementara pada 2026, target meningkat menjadi 5.855 kasus. Hingga Maret, capaian baru menyentuh 732 kasus atau sekitar 13 persen. Juni 2026, realisasi SPM 11 untuk TB telah menyentuh 6.657 kasus atau sekitar 33,4 persen.

     

    Dinkes Samarinda HIV AIDS Ismid Kusasih TBC dan HIV/AIDS
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ira

    Related Posts

    Sering Minum Setelah Makan Malam? Perhatikan Dampaknya bagi Ginjal dan Tidur

    Oktober 4, 2026

    Dinkes Kaltim Petakan Program Bermasalah, Percepatan Layanan Jadi Prioritas

    September 30, 2026

    Kompensasi Rp5 Miliar Belum Terealisasi, Kasus Pasien RSUD AWS Berlanjut ke DPRD Kaltim

    September 29, 2026

    Dugaan Malpraktik Dokter Furqon Belum Bisa Dibuktikan, AWS Tunggu Hasil Majelis Disiplin Profesi

    September 29, 2026

    Asam Lambung Mudah Naik, 10 Makanan Ini Bisa Jadi Alternatif

    September 26, 2026

    Kasus ISPA Kaltim Mulai Turun, Asap dan Minim Hujan Masih Jadi Ancaman

    September 24, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Helmi Dorong Penguatan Ekonomi Non-Tambang, Imbau Warga Samarinda Waspadai Kebakaran

    Ratu ArifanzaOktober 10, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Ketua DPRD Kota Samarinda Helmi Abdullah menilai pengembangan sektor ekonomi non-tambang perlu…

    PKS Kaltim Buka Rumah Advokasi Hukum Gratis, Sasar Masyarakat Tidak Mampu

    Oktober 10, 2026

    Wagub Kaltim Dorong Peningkatan PAD dari Sektor Energi, Soroti PI dan Antrean BBM

    Oktober 10, 2026

    Pemkot Samarinda Prioritaskan Insentif Guru, Skema Pembayaran 2027 Dikaji

    Oktober 10, 2026

    Polisi Mulai Selidiki Dugaan Kawat Medis Tertinggal di Jantung Pasien RSUD AWS

    Oktober 9, 2026
    1 2 3 … 3,379 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.