Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Realisasi Fisik Pembangunan Kaltim Masih 57 Persen Hingga Akhir September

    September 28, 2026

    Denda Pajak Kendaraan di Kaltim Dihapus hingga 22 November, Ini yang Perlu Dibayar Warga

    September 28, 2026

    Mahakam Mask Carnival Jadi Ruang Belajar Seni dan Budaya Nusantara

    September 28, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Samarinda»Cegah Stunting Sejak Dini, DPRD Samarinda Dorong Kolaborasi Lintas Sektor
    DPRD Samarinda

    Cegah Stunting Sejak Dini, DPRD Samarinda Dorong Kolaborasi Lintas Sektor

    AbdiBy AbdiFebruari 6, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Ismail Latisi, Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda (Insitekaltim/Abdi)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda Ismail Latisi memberikan perhatian serius terhadap penanganan kasus stunting, khususnya di wilayah Samarinda Ilir.

    Ia menegaskan bahwa stunting bukanlah sekadar permasalahan kesehatan di tingkat lokal, melainkan isu krusial berskala nasional yang memerlukan komitmen penuh dari pemerintah pusat hingga ke level akar rumput.

    Dalam keterangannya pada Kamis, 5 Februari 2026, Latisi mengapresiasi langkah Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda yang telah berhasil menurunkan angka stunting tahun ini.

    Meski demikian, ia mencatat penurunan tersebut masih tergolong kecil. Ia berharap ke depannya ada akselerasi program yang lebih kuat agar penurunan angka stunting di Samarinda bisa terjadi secara signifikan dan menyentuh target yang diharapkan.

    Latisi menggarisbawahi bahwa akar masalah stunting sering kali berkelindan dengan kondisi ekonomi keluarga. Rendahnya daya beli berdampak langsung pada ketidakmampuan orang tua dalam memenuhi kebutuhan gizi kronis anak.

    Untuk memutus rantai tersebut, ia mengusulkan penguatan sistem pemantauan yang dimulai dari tingkat terendah, yaitu Rukun Tetangga (RT).

    “Sistem pelaporan berjenjang sangat penting. Jika di tingkat RT sudah terdeteksi ada keluarga yang berisiko secara ekonomi dan gizi, pemerintah bisa segera mengintervensi sebelum kondisi anak memburuk,” jelasnya.

    Lebih lanjut, politisi ini menekankan bahwa beban penanganan stunting tidak boleh hanya dipikul oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (B2KB).

    Ia mendorong adanya keroyokan program atau kolaborasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD), termasuk Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial.

    Di tengah adanya kebijakan efisiensi anggaran di pemerintah daerah, Latisi mengingatkan agar sektor pelayanan dasar tidak dikorbankan. Menurutnya, investasi pada kesehatan anak adalah investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia Samarinda.

    “Mengobati stunting itu berat, tapi mencegahnya jauh lebih mudah. Karena itu prioritas kita seharusnya adalah pencegahan. Ini harus menjadi kerja bersama lintas OPD. Kalau kolaborasi berjalan, potensi menurunkan angka stunting di Samarinda akan jauh lebih besar,” tambahnya.

    Melalui upaya yang terintegrasi, Latisi optimis Samarinda dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam keberhasilan menekan angka stunting, yang pada akhirnya akan menjadi prestasi membanggakan bagi pemerintah kota.

     

    DPRD Samarinda Ismail Latisi Penanganan Stunting Stunting
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Abdi

    Related Posts

    APBD Perubahan Samarinda Rp3,75 Triliun, Raperda Ditarget Paripurna 30 September

    September 25, 2026

    APBD Perubahan Samarinda 2026 Turun Rp213 Miliar, Belanja Modal Dipangkas Rp276 Miliar

    September 24, 2026

    APBD Perubahan Samarinda Dibayangi Dana Kurang Salur dan PAD Seret

    September 21, 2026

    APBD Perubahan 2026 Samarinda Berpotensi Defisit Rp600 Miliar

    September 20, 2026

    Air Bersih Menipis, Dewan Samarinda Usul Dana Probebaya Bangun Sumur

    September 20, 2026

    Sengketa Lahan di Samarinda Seberang, Dokumen Era 1990-an Kembali Dipersoalkan

    September 16, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Realisasi Fisik Pembangunan Kaltim Masih 57 Persen Hingga Akhir September

    ArumSeptember 28, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Realisasi anggaran Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) hingga akhir September 2026 baru…

    Denda Pajak Kendaraan di Kaltim Dihapus hingga 22 November, Ini yang Perlu Dibayar Warga

    September 28, 2026

    Mahakam Mask Carnival Jadi Ruang Belajar Seni dan Budaya Nusantara

    September 28, 2026

    Rumah Makan Kenari, Tempat Singgah Nyaman di Jalur Samarinda-Bontang

    September 27, 2026

    SMAN 3 Kota Bangun Rusak Diterjang Angin, Disdikbud Kaltim Segera Turunkan Tim

    September 27, 2026
    1 2 3 … 3,366 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.