Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Juli 2026 Uang Primer Tumbuh 17,1 Persen, Capai Rp2.254,5 Triliun

    Agustus 13, 2026

    Polda Kaltim Luncurkan URC Reserse, Respons Laporan Kejahatan 24 Jam

    Agustus 13, 2026

    Tegaskan HIV/AIDS Isu Kesehatan Masyarakat, IAC Minta Perda Baru Bebas Stigma dan Diskriminasi

    Agustus 13, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Samarinda»Buyung Marajo Ingatkan Transparansi dan Partisipasi Publik dalam Pelaksanaan Probebaya Samarinda
    Samarinda

    Buyung Marajo Ingatkan Transparansi dan Partisipasi Publik dalam Pelaksanaan Probebaya Samarinda

    RidhoBy RidhoFebruari 15, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Koordinator Kelompok Kerja (Pokja) 30 Buyung Marajo saat menyampaikan pernyataannya (Insitekaltim/Ridho Wardhana)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda — Koordinator Pokja 30, Buyung Marajo menyampaikan sejumlah catatan kritis terhadap pelaksanaan Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Rukun Tetangga (Probebaya).

    Sorotan tersebut disampaikannya dalam forum Diskusi Publik yang diinisiasi Arusbawah dan digelar di Gedung Science Learning Center (SLC) Universitas Mulawarman, Minggu, 15 Februari 2026.

    Dalam diskusi tersebut, Buyung menilai keberlanjutan Probebaya masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari aspek administrasi, tingkat partisipasi warga, hingga potensi politisasi program di tingkat masyarakat.

    Ia menegaskan, Probebaya seharusnya tidak dipahami semata sebagai program pembangunan fisik. Menurutnya, program ini juga perlu mendorong peningkatan kesadaran masyarakat terkait hak dan kewajiban, perlindungan sosial, serta aspek kesehatan. Selama ini, pembahasan di tingkat rukun tetangga (RT) dinilai masih terlalu terfokus pada kebutuhan infrastruktur.

    “Selama ini masih berputar pada infrastruktur fisik. Memang itu penting, tetapi ada hal lain seperti penyadaran, perlindungan, dan kesehatan yang juga perlu ditingkatkan,” ujarnya.

    Selain itu, Buyung menyoroti tantangan administrasi dan pelaporan keuangan di tingkat RT yang jumlahnya hampir mencapai 2.000 RT. Ia menilai, tata kelola administrasi yang baik menjadi kunci agar pelaksanaan program berjalan transparan, akuntabel, dan tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari.

    Buyung juga mengingatkan agar Probebaya tidak dimanfaatkan sebagai alat politik praktis. Meski merupakan kebijakan pemerintah yang lahir dari proses politik, pelaksanaannya harus tetap berorientasi pada kepentingan masyarakat luas dan tidak menimbulkan persepsi keliru di tengah warga.

    “Jangan sampai ada salah tanggapan dari warga bahwa program ini menjadi alat politik. Program ini harus benar-benar untuk kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

    Lebih lanjut, ia mendorong pemerintah kota agar tidak sekadar mempertahankan program tersebut, tetapi juga melakukan perbaikan menyeluruh, terutama dalam realisasi anggaran dan pembukaan ruang partisipasi publik yang lebih luas.

    Menjelang akhir pernyataannya, Buyung turut menyinggung kondisi efisiensi anggaran daerah serta potensi pengurangan transfer ke daerah yang dapat berdampak pada keberlanjutan program.

    Ia menyarankan pemerintah mengoptimalkan penggunaan anggaran dengan mengurangi belanja yang dinilai kurang prioritas, seperti perjalanan dinas dan biaya rapat.

    Diskusi publik tersebut, menurut Buyung, menjadi ruang penting bagi berbagai pihak untuk menyampaikan evaluasi sekaligus masukan bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan pemberdayaan masyarakat yang lebih efektif, transparan, dan berkelanjutan ke depan.

     

    Bantuan Probebaya Buyung Marajo Probebaya Universitas Mulawarman
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ridho

    Related Posts

    Sungai Mahakam Hadapi Masalah Alur hingga Tata Kelola, Pengelolaan Terpadu Dinilai Mendesak

    Agustus 7, 2026

    150 Anak Jadi Tersangka Narkoba dalam 10 Bulan, BNN Dorong Penguatan Rehabilitasi

    Juli 20, 2026

    Rooftop Pasar Pagi Bakal Jadi Kafe Panorama Sungai Mahakam

    Juli 19, 2026

    42 Calon Paskibraka Samarinda Digembleng Disiplin, Integritas, dan Jiwa Bela Negara

    Juli 17, 2026

    Kemiskinan Samarinda Turun, Serapan Anggaran Dinsos Baru 31 Persen

    Juli 15, 2026

    BUMRT Bakal Kelola Kandang Anti Bau, Varia Niaga Siapkan Model Bisnis dan Pendampingan

    Juli 14, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Juli 2026 Uang Primer Tumbuh 17,1 Persen, Capai Rp2.254,5 Triliun

    Nur AjijahAgustus 13, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Pertumbuhan Uang Primer (M0) pada Juli 2026 mencapai 17,1 persen secara tahunan…

    Polda Kaltim Luncurkan URC Reserse, Respons Laporan Kejahatan 24 Jam

    Agustus 13, 2026

    Tegaskan HIV/AIDS Isu Kesehatan Masyarakat, IAC Minta Perda Baru Bebas Stigma dan Diskriminasi

    Agustus 13, 2026

    Guru Masih Kurang 500 Orang, Disdikbud Samarinda Prioritaskan Perbaikan Sarpras Sekolah

    Agustus 13, 2026

    Penjangkauan HIV di Samarinda Makin Sulit, PKBI Soroti Pemangkasan Anggaran dan Penolakan Sosial

    Agustus 13, 2026
    1 2 3 … 3,276 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.