Insitekaltim, Samarinda – Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kalimantan Timur (Kaltim) di Kabupaten Paser masih lima bulan lagi. Namun satu persoalan mulai muncul ke permukaan yakni tidak semua atlet yang lolos babak kualifikasi dipastikan bisa tampil.
Menurunnya kemampuan keuangan daerah membuat Pemerintah Provinsi Kaltim mulai meminta kabupaten dan kota menghitung ulang jumlah kontingen yang benar-benar mampu mereka kirim ke Porprov November mendatang.
Plt Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim Rasman Rading mengungkapkan, hasil babak kualifikasi (BK) tidak bisa langsung dijadikan patokan jumlah peserta Porprov. Sebab, kondisi APBD saat ini berbeda dibanding saat BK digelar pada 2025.
“Jangan-jangan yang lolos di babak kualifikasi malah tidak mengirim saat Porprov. Itu yang sekarang kami minta dipastikan ke kabupaten dan kota,” kata Rasman, Senin, 15 Juni 2026.
Menurut dia, seluruh daerah diminta menyampaikan data riil atlet yang akan diberangkatkan. Langkah itu diperlukan agar panitia tidak salah menghitung kebutuhan anggaran, akomodasi hingga fasilitas pertandingan.
Rasman mengakui kondisi fiskal daerah saat ini menjadi faktor yang tidak bisa diabaikan. Jika seluruh atlet yang lolos BK diberangkatkan sesuai kuota awal, belum tentu seluruh pemerintah daerah sanggup menanggung biaya kontingen.
“Kalau hanya berpatokan hasil BK, sementara kondisi keuangan sekarang berbeda, tentu harus dihitung lagi. Kabupaten dan kota harus menyampaikan kesiapan yang sebenarnya,” ujarnya.
Persoalan tersebut juga berpengaruh terhadap kesiapan tuan rumah. Kabupaten Paser dan panitia pelaksana membutuhkan kepastian jumlah atlet untuk menghitung kebutuhan penginapan, konsumsi, transportasi hingga perangkat pertandingan.
Di sisi lain, Dispora Kaltim sendiri masih menunggu kepastian tambahan anggaran melalui APBD Perubahan 2026. Saat ini panitia masih menyusun kebutuhan pelaksanaan, mulai dari dewan hakim, tim pengabsahan hingga perangkat pengawas pertandingan.
“Kami masih menunggu ketersediaan anggaran di APBD Perubahan. Mudah-mudahan tersedia,” ucap Rasman.
Meski demikian, progres sarana dan prasarana pertandingan di Kabupaten Paser relatif aman. Berdasarkan laporan terakhir yang diterimanya, kesiapan venue telah mencapai sekitar 80 hingga 90 persen.
Di tengah persiapan Porprov, Rasman juga menyoroti masih adanya cabang olahraga yang dinilai belum memiliki pembinaan atlet yang kuat di daerah. Ia mengingatkan KONI agar tidak hanya melihat kelengkapan administrasi saat menerima cabang olahraga sebagai anggota.
“Jangan hanya ada pengurusnya. Atletnya harus ada, pelatihnya harus ada, klubnya harus ada. Itu yang harus diverifikasi,” tegasnya.
Porprov VIII Kaltim dijadwalkan berlangsung pada 14-27 November 2026 dengan mempertandingkan lebih dari 60 cabang olahraga. Namun sebelum pesta olahraga itu dimulai, pekerjaan rumah terbesar yang harus diselesaikan bukan hanya soal venue, melainkan memastikan atlet yang sudah lolos kualifikasi benar-benar bisa berangkat ke Paser.

