Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Dompet Aman, Saldo Menipis: Fenomena Belanja Impulsif di Era QRIS

    Mei 30, 2026

    Generasi Muda Jadi Sasaran Judi Online, OJK Perkuat Literasi Keuangan

    Mei 29, 2026

    Jelang Musda VI di Samarinda, Demokrat Kaltim Resmi Buka Seleksi Ketua Baru

    Mei 29, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.com
    Home»Pendidikan»Akademisi Undip Soroti Polarisasi Informasi dan Krisis Kepercayaan Publik di Era Digital
    Pendidikan

    Akademisi Undip Soroti Polarisasi Informasi dan Krisis Kepercayaan Publik di Era Digital

    Andika SaputraBy Andika SaputraJanuari 8, 2026Updated:Februari 4, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Dosen Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Diponegoro, Lintang Ratri, yang juga merupakan Dewan Pakar Gradasi serta anggota Japelidi dan Mafindo
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda — Dosen Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Diponegoro (Undip) Lintang Ratri menilai persoalan komunikasi publik paling krusial di era media digital saat ini bukan lagi sekadar maraknya hoaks, melainkan polarisasi informasi yang dipicu oleh kerja algoritma media sosial.

    Lintang Ratri yang juga menjabat sebagai Dewan Pakar Generasi Digital Indonesia (Gradasi) serta tergabung sebagai anggota Jaringan Pegiat Literasi Digital (Japelidi) dan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) menjelaskan, algoritma platform digital mendorong masyarakat hidup dalam ruang gema masing-masing.

    Publik cenderung hanya terpapar informasi yang sejalan dengan keyakinan pribadi, sehingga fakta yang benar sekalipun kerap ditolak.

    “Akibatnya kepercayaan terhadap media, negara, bahkan akademisi ikut terkikis. Inilah krisis kepercayaan publik di era digital,” ujar Lintang, Kamis, 8 Januari 2026.

    Ia menyoroti situasi Indonesia pasca Pemilu 2024, di mana polarisasi di media sosial justru terus berlanjut meski proses elektoral telah selesai.

    Menurutnya, platform seperti TikTok, X, dan Instagram Reels cenderung memprioritaskan konten bernada emosional karena memiliki tingkat keterlibatan tinggi.

    Hal ini membuat klarifikasi resmi dari lembaga negara, media arus utama, maupun akademisi sering kali tidak dipercaya, sementara influencer atau akun afiliasi politik justru dijadikan rujukan utama publik.

    Dalam kondisi tersebut, kepercayaan terhadap media arus utama ikut menurun, ditandai dengan narasi publik yang kerap menyebut media tidak netral tanpa dasar yang jelas.

    Selain itu, fenomena ini juga diperparah oleh maraknya serangan personal terhadap pakar dan akademisi di ruang digital, yang menunjukkan bahwa otoritas keilmuan semakin kalah oleh popularitas algoritmik.

    Lintang menegaskan bahwa tantangan komunikasi publik saat ini bukan hanya melawan informasi salah, tetapi memulihkan ruang diskusi publik yang sehat.

    Karena itu literasi digital harus ditingkatkan ke level yang lebih kritis, termasuk pemahaman tentang cara kerja algoritma, kesadaran akan bias pribadi, serta tanggung jawab dalam memproduksi dan menyebarkan informasi.

    Terkait peran akademisi komunikasi, Lintang menilai literasi media tidak bisa berhenti pada kampanye anti-hoaks semata. Akademisi perlu terlibat dalam perancangan kebijakan, pengembangan kurikulum, serta strategi literasi digital yang berkelanjutan dan terintegrasi antara pemerintah, media, pendidikan, dan komunitas.

    Di sisi lain, Lintang juga menyoroti tantangan jurnalisme di era digital yang semakin kompleks. Selain tuntutan kecepatan dan akurasi, jurnalis menghadapi tekanan finansial, ancaman kebebasan pers, serta berbagai bentuk intimidasi di lapangan. Karena itu, ia menekankan pentingnya menjaga komitmen terhadap verifikasi, etika, dan independensi jurnalistik.

    Bagi mahasiswa komunikasi yang akan memasuki dunia kerja, Lintang menegaskan pentingnya penguasaan literasi digital, kemampuan produksi konten yang etis, storytelling, analisis audiens, serta perancangan komunikasi strategis.

    Ia juga menilai kemampuan kolaborasi, manajemen proyek, dan etika profesional menjadi bekal utama di dunia kerja saat ini.

    Lintang juga berpesan kepada masyarakat dan generasi muda agar lebih bijak dalam mengonsumsi dan memproduksi informasi di media sosial. Menurutnya, di era digital setiap individu memiliki peran ganda sebagai konsumen sekaligus produsen informasi.

    “Kita perlu memahami konteks, memverifikasi sumber, dan mempertimbangkan dampak sosial dari setiap informasi yang dibagikan agar ruang publik digital tetap sehat dan demokratis,” pungkasnya.

     

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Andika Saputra

    Related Posts

    Guru PPPK Kaltim Adukan Penempatan Jauh dari Keluarga hingga Sulit Dapat Sertifikasi

    Mei 28, 2026

    Guru PPPK Kaltim Tak Mau Lagi Berkotak-katik Urus Perpanjangan SK Setiap Tahun, Minta Kepastian Sampai Pensiun

    Mei 26, 2026

    Samarinda Terapkan 14 Rayon Strategis untuk SPMB 2026, Atasi Ketimpangan Akses Sekolah

    Mei 25, 2026

    Syahariah Mas’ud Tinjau Sekolah di Paser, Sejumlah Fasilitas Sekolah Masih Perlu Perbaikan

    Mei 21, 2026

    Bantuan Seragam Gratispol Tuai Banyak Pujian, Siswa Nyaman Orang Tua Bahagia

    Mei 20, 2026

    SPMB Samarinda 2026 Mulai Akhir Mei, Disdikbud Siapkan Sistem Online dan Satgas Pengawasan

    Mei 5, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Dompet Aman, Saldo Menipis: Fenomena Belanja Impulsif di Era QRIS

    R’syaMei 30, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Di tengah pesatnya perkembangan transaksi digital, pembayaran menggunakan QRIS (Quick Response Code…

    Generasi Muda Jadi Sasaran Judi Online, OJK Perkuat Literasi Keuangan

    Mei 29, 2026

    Jelang Musda VI di Samarinda, Demokrat Kaltim Resmi Buka Seleksi Ketua Baru

    Mei 29, 2026

    38 Desa di Kaltim Masih Blank Spot Internet, Terkendala Listrik dan Anggaran

    Mei 29, 2026

    Kabar Gembira, Ribuan Rumah di Bontang Dapat Sambungan Listrik Gratis 900 Watt

    Mei 29, 2026
    1 2 3 … 3,111 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.